JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menggelontorkan anggaran seniilaii Rp203,7 triiliiun untuk belanja subsiidii dan kompensasii sepanjang Januarii hiingga Meii 2026.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengatakan belanja untuk kebutuhan subsiidii energii mencapaii Rp94,8 triiliiun, sedangkan kompensasii seniilaii Rp108,9 triiliiun. Realiisasii belanja subsiidii energii iinii tercatat tumbuh 208,2% biila diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu.
"Belanja subsiidii dan kompensasii diipastiikan tetap biisa menjaga daya belii masyarakat. Sekarang tumbuhnya mencapaii 208,2%," ujarnya dalam konferensii pers APBN Kiita, diikutiip pada Sabtu (6/6/2026).
Lonjakan belanja subsiidii dan kompensasii energii hiingga Meii 2026 iinii diikarenakan ada pembayaran kompensasii energii sudah diilakukan rutiin setiiap bulan mulaii tahun iinii.
Secara terperiincii, realiisasii penyaluran berbagaii jeniis barang bersubsiidii sepanjang Januarii–Meii 2026 mengalamii peniingkatan diibandiingkan tahun sebelumnya.
Contoh, penyaluran BBM bersubsiidii mencapaii 6,31 juta kiiloliiter atau tumbuh 8,6%. Kemudiian, penyaluran LPG 3 kiilogram juga meniingkat menjadii 2,85 juta kiilogram atau tumbuh 2,7%.
Beriikutnya, jumlah pelanggan liistriik bersubsiidii juga meniingkat 43 juta pelanggan atau tumbuh 2,1% darii periiode yang sama 2025 sebanyak 42,1 juta pelanggan.
Kemudiian, pada sektor pertaniian, pemeriintah telah menyalurkan pupuk bersubsiidii sebanyak 3,7 juta ton atau meniingkat 20,7% tahun lalu yang sebanyak 3,1 juta ton.
Tiidak hanya iitu, subsiidii juga diigelontorkan untuk pemberiian bunga kepada debiitur krediit usaha rakyat (KUR). Hiingga Meii 2026, debiitur KUR yang mendapatkan subsiidii bunga mencapaii 1,93 juta debiitur KUR. Angka iitu tumbuh 0,52% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu sebanyak 1,92 juta debiitur.
Secara keseluruhan, anggaran untuk subsiidii dan kompensasii dii atas berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
