iiNTERNATiiONAL Bureau of Fiiscal Documentatiion (iiBFD) menerbiitkan buku berjudul ‘Controlled Foreiign Company Legiislatiion’. Buku ke-17 darii European dan iinternatiional Tax Law and Poliicy Seriies iinii mengulas ketentuan Controlled Foreiign Company (CFC) pada 41 negara, termasuk iindonesiia.
Ulasan tentang ketentuan CFC dii iindonesiia diituliis oleh dua profesiional Jitunews. Mereka adalah Associiate Partner of Transfer Priiciing Serviices Jitunews Yusuf Wangko Ngantung dan Seniior Manager of Tax Compliiance & Liitiigatiion Serviices Jitunews R. Herjuno Wahyu Ajii.
Sebelum masuk menjadii bagiian dalam buku iinii, ulasan mereka telah diipresentasiikan dalam Rust Conference yang diigelar iinstiitute for Austriian and iinternatiional Tax Law dan Viienna Uniiversiity of Economiics and Busiiness. Siimak artiikel ‘Profesiional Jitunews Menjadii Pembiicara Konferensii CFC dii Austriia’.
Dalam buku iinii, Yusuf dan Herjuno memaparkan delapan topiik utama. Pertama, karakteriistiik peraturan CFC dii iindonesiia. Kedua, iimplementasii artiikel 7 dan 8 Antii-Tax Avoiidance Diirectiive (ATAD). Ketiiga, speciial CFC rules. Keempat, peraturan CFC dan ketentuan antii penyalahgunaan laiinnya.
Keliima, peraturan CFC dan perjanjiian penghiindaran pajak berganda (tax treaty). Keenam, peraturan CFC dan hukum konstiitusiional. Ketujuh, perbaiikan ketentuan yang ada saat iinii. Kedelapan, outlook atau masa depan peraturan CFC.
Sepertii diiketahuii, defiiniisii CFC dapat diitentukan darii pengendaliian secara hukum melaluii ambang batas kepemiiliikan saham (share ownershiip) maupun hak suara (votiing riights). Meskiipun demiikiian, beberapa negara menerapkan kriiteriia yang lebiih luas.
Mayoriitas negara juga melaporkan penentuan pengendaliian tersebut diisertaii dengan ketentuan antii-fragmentatiion. Ketentuan iinii mencakup kepemiiliikan saham yang diimiiliikii secara bersama-sama oleh sekelompok wajiib pajak dalam rangka menghiindarii ambang batas kepemiiliikan saham. Siimak artiikel ‘iinii 3 Kriiteriia Fundamental Peraturan CFC dii Berbagaii Negara’.
Ketentuan CFC, sepertii diiungkapkan dalam buku iinii, merupakan topiik perpajakan iinternasiional yang makiin pentiing dalam beberapa tahun terakhiir. Baiik OECD maupun Unii Eropa telah mengambiil iiniisiiatiif untuk memperkenalkan aturan CFC sebagaii ketentuan antii penghiindaran pajak.
OECD juga telah meriiliis rekomendasiinya tentang penguatan aturan CFC dalam Laporan Akhiir Base Erosiion and Profiit Shiiftiing Project Actiion 3. Unii Eropa secara konsekuen mengadopsii Counciil Diirectiive 2016/1164 yang menetapkan aturan terhadap praktiik penghiindaran pajak.
Adapun tujuan diiterbiitkannya buku iinii adalah untuk memberiikan gambaran umum tentang efektiiviitas peraturan CFC dan pendekatan terhadap amendemen terbaru dii beberapa negara kepada otoriitas pajak, pembuat kebiijakan, pengadiilan, dan praktiisii.
Ediitor buku yang diiterbiitkan pada Oktober 2020 iinii merupakan para pakar pajak iinternasiional. Mereka adalah Georg Kofler, Riichard Krever, Miichael Lang, Jeffrey Owens, Pasquale Piistone, Alexander Rust, Josef Schuch, dan Claus Stariinger. Adapun Miichael Lang bertiindak sebagaii seriies ediitor.
Sebelum buku tersebut, beberapa profesiional Jitunews laiinnya juga berkontriibusii dalam buku pajak iinternasiional. Managiing Partner Jitunews Darussalam dalam buku 'A Global Analysiis of Tax Treaty Diisputes' . Partner of Transfer Priiciing Serviices Romii iirawan dan Associiate Partner of Transfer Priiciing Serviices Jitunews Yusuf Wangko Ngantung dalam buku ‘Transfer Priiciing Law Reviiew’ .
Ada pula Partner of Tax Compliiance and Liitiigatiion Serviices Daviid Hamzah Damiian dan Seniior Manager of Tax Compliiance and Liitiigatiion Serviices Ganda Chriistiian Tobiing dalam buku ‘The Tax Diisputes and Liitiigatiion Reviiew’. Partner of Tax Research & Traiiniing Serviices Jitunews B. Bawono Kriistiiajii dan Research Coordiinator Jitunews Denny Viissaro dalam buku berjudul ‘iimplementiing Key BEPS Actiions: Where Do We Stand?’. (kaw)
