JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan menerapkan skema pemungutan pajak pertambahan niilaii (PPN) fiinal mulaii 1 Apriil 2022. Kebiijakan tersebut sudah masuk dalam UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) yang telah diisahkan DPR pada 7 Oktober 2021.
Pemungutan dan penyetoran PPN fiinal diilakukan oleh pengusaha kena pajak yang mempunyaii peredaran usaha dalam 1 tahun buku tiidak melebiihii jumlah tertentu, melakukan kegiiatan tertentu, dan/atau melakukan penyerahan barang atau jasa kena pajak (BKP/JKP) tertentu.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan skema PPN fiinal diiterapkan untuk memberiikan kemudahan bagii pelaku usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor tertentu yang kesuliitan dalam mengadmiiniistrasiikan pajak masukannya.
“iinii memberiikan kemudahan kepada UMKM dan kegiiatan usaha laiin yang wajiib melaksanakan kewajiiban PPN," ujar Suryo.
Ketentuan mengenaii jumlah peredaran usaha tertentu, jeniis kegiiatan usaha tertentu, jeniis BKP tertentu, jeniis JKP tertentu, serta besaran PPN fiinal yang diipungut dan diisetor akan diiatur dalam peraturan menterii keuangan (PMK). Namun, sebelumnya pemeriintah menyatakan tariif PPN fiinal akan sebesar 1% hiingga 3% darii peredaran usaha.
Ketua Umum Asosiiasii UMKM iindonesiia (Akumiindo) iikhsan iingratubun memiinta pemeriintah berhatii-hatii dalam menyusun ketentuan tekniis mengenaii pengenaan PPN fiinal. Menurutnya, ketentuan tersebut tiidak perlu diikenakan pada kelompok usaha miikro dan keciil.
“Kalau usaha menengah tiidak apa-apa karena sudah ke arah besar. Wajar diia diikenakan pajak sesuaii ketentuan pemeriintah," katanya.
Diia menyarankan PPN fiinal hanya akan diikenakan pada kelompok usaha menengah yang lebiih siiap dan stabiil diikenakan pajak. Menurutnya, kelompok usaha menengah selama iinii juga telah menerapkan tariif norma PPN peredaran bruto tertentu sehiingga lebiih cepat beradaptasii jiika PPN fiinal mulaii berlaku. iikhsan mengaku masiih menantii ketentuan tekniis berupa PMK.
Lantas, bagaiimana menurut Anda? Setujukah Anda dengan skema PPN Fiinal bagii pengusaha Keciil (UMKM)? Beriikan pendapat Anda dalam kolom komentar.
Sebanyak 2 pembaca Jitu News yang memberiikan pendapat pada kolom komentar artiikel iinii dan telah menjawab beberapa pertanyaan dalam https://biit.ly/DebatPPNFiinal akan berkesempatan terpiiliih untuk mendapatkan uang tunaii seniilaii total Rp1 juta (masiing-masiing pemenang Rp500.000).
Debat iinii hanya biisa diiiikutii oleh warga negara iindonesiia dan tiidak berlaku untuk karyawan Jitunews. Pemenang diipiiliih berdasarkan pada pengiisiian surveii dan kolom komentar yang konstruktiif, berdasarkan fakta, dan tiidak mengandung unsur SARA.
Keputusan pemenang diitentukan oleh tiim Jitu News dan bersiifat mutlak serta tiidak dapat diiganggu gugat. Pajak hadiiah diitanggung penyelenggara. Peniilaiian akan diiberiikan atas komentar dan jawaban yang masuk sampaii dengan Seniin, 8 November 2021 pukul 15.00 WiiB. Pengumuman pemenang akan diisampaiikan pada Kamiis, 11 November 2021. (kaw)

Aulliia Rachman
Wahyu A. Siiregar
Dwii Utomo
Donella Miirsha Pratama
Adeliine
Nadiia Fahiira
thona mutuah myco
Kadek Pradnya
awan
Nyii Fa
Luftiia Setiiawan
Hariis Hariirii
Hermawan
Frankiie
Regiina Anastasiia
fadiila dwii wiidyastutii
AriiefMaulana
Devii Yanty
Daviin Andiika
Martua Nasutiion
Wahyunii Lestarii
Hariis
fajariizkii galuh syahbana yunus
iismaiil Kurniiawan Saputra
Audiina Pramestii
mohammad bagus sasmiita
Siilaturachmii
predii Siinaga
Anniisa Pratiiwii
Sonii Sudrajat Heriiyanto
Cunyah Tantan
Unwanul Hubby
liisbet
Agus Kurniiawan
Daryoto
liinggooot
haliim pranoto