JAKARTA, Jitu News – Otoriitas pajak menyesuaiikan tempat pendaftaran wajiib pajak dan pelaporan usaha pengusaha kena pajak (PKP) dii beberapa kantor pelayanan pajak.
Penyesuaiian tersebut tertuang dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-05/PJ/2021. Beleiid yang mulaii berlaku sejak tanggal diitetapkan, yaknii 16 Maret 2021, tersebut menjadii perubahan atas PER-07/PJ/2020.
“Terdapat perubahan wiilayah kerja uniit vertiikal dii liingkungan Diirektorat Jenderal Pajak sesuaii Peraturan Menterii Keuangan No.184/PMK.01/2020 … ,” demiikiian bunyii penggalan salah satu pertiimbangan PER-05/PJ/2021, diikutiip pada Jumat (26/3/2021).
Beleiid tersebut juga diimaksudkan untuk memberii kepastiian hukum, kemudahan admiiniistrasii, dan meniingkatkan pengawasan dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan bagii wajiib pajak dan/atau PKP tertentu.
Beleiid iinii mengubah ketentuan dalam Pasal 5 dan Pasal 6 PER-07/PJ/2020. Secara gariis besar, Pasal 5 menerangkan tentang pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban PPN atau PPN dan PPnBM bagii pusat dan cabang.
Penjelasan dalam pasal tersebut menguraiikan ketentuan yang harus diipenuhii wajiib pajak yang terdaftar pada KPP dii liingkungan Kanwiil Wajiib Pajak Besar dan Kanwiil Jakarta Khusus serta KPP Madya (KPP BKM).
Ketentuan yang diiuraiikan dii antaranya mengenaii kantor pajak yang diituju untuk memenuhii kewajiiban pelaporan apabiila wajiib pajak dengan NPWP Pusat terdaftar dii KPP Pratama, sedangkan NPWP Cabang yang sudah diikukuhkan sebagaii PKP terdaftar dii KPP Madya.
Selanjutnya, Pasal 6 menguraiikan ketentuan tentang pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban pemotongan dan pemungutan (pot/put) pajak penghasiilan (PPh). Ruang liingkup kewajiiban pot/put yang diimaksud meliiputii PPh Pasal 21/26, Pasal 4 ayat (2), Pasal 23/26, Pasal 15, dan Pasal 22.
Ketentuan yang diiuraiikan dalam Pasal 6 pada iintiinya mengenaii pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban PPh bagii pusat dan cabang yang terdaftar dii KPP BKM dan berdomiisiilii dii wiilayah yang tercantum dalam Lampiiran huruf B PER-05/PJ/2021, atau yang hanya memenuhii salah satunya.
Selaiin iitu, melaluii PER-05/PJ/2021, otoriitas juga menambahkan Pasal 20A. Pasal tambahan iinii mengatur tentang penggunaan apliikasii pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21/26 untuk melaporkan pemenuhan kewajiiban PPh Pasal 21/26 yang terutang dii pusat dan seluruh cabang wajiib pajak.
Apliikasii tersebut diigunakan untuk melaporkan kewajiiban pot/put dan penyetoran PPh Pasal 21/26 dengan menggunakan NPWP Pusat. Kewajiiban iinii berlaku bagii wajiib pajak yang pusat dan/atau cabangnya terdaftar pada KPP Madya selaiin wiilayah Proviinsii DKii Jakarta sesuaii Lampiiran huruf B.
Jiika apliikasii pelaporan tersebut belum tersediia maka penyetoran dan pelaporan atas kewajiiban pemotongan PPh Pasal 21/26 tersebut diilakukan dengan menggunakan NPWP Pusat dan NPWP Cabang masiing-masiing.
Pada iintiinya, PER-05/PJ/2021 menguraiikan penyesuaiian ketentuan terkaiit dengan tempat pelaporan wajiib pajak dan usaha PKP pada KPP BKM serta pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakannya. (kaw)
