PP 49/2022

Pembebasan atau PPN Tiidak Diipungut Biisa Diievaluasii Menterii Keuangan

Redaksii Jitu News
Rabu, 14 Desember 2022 | 16.15 WiiB
Pembebasan atau PPN Tidak Dipungut Bisa Dievaluasi Menteri Keuangan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah menerbiitkan PP 49/2022 terkaiit dengan PPN diibebaskan dan PPN atau PPN dan PPnBM tiidak diipungut. PP iinii menjadii salah satu peraturan pelaksana darii UU PPN s.t.d.t.d UU HPP.

Berdasarkan pada Pasal 30 ayat (1) PP 49/2022, pembebasan darii pengenaan PPN atau PPN tiidak diipungut yang diiatur dalam peraturan iinii bersiifat sementara atau selamanya. Fasiiliitas iitu diievaluasii dengan mempertiimbangkan kondiisii perekonomiian dan dampaknya terhadap peneriimaan negara.

“Evaluasii … diilakukan oleh menterii [keuangan],” bunyii penggalan Pasal 30 ayat (3) PP 49/2022, diikutiip pada Rabu (14/12/2022).

Berdasarkan hasiil evaluasii, iimpor dan/atau penyerahan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) dan/atau pemanfaatan JKP darii luar daerah pabean dapat diikenaii PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-­undangan dii biidang perpajakan.

Pengaturan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 16B UU PPN s.t.d.t.d UU HPP. Sesuaii dengan Pasal 16B ayat (1a) UU PPN s.t.d.t.d UU HPP, pajak terutang tiidak diipungut sebagiian atau seluruhnya atau diibebaskan darii pengenaan pajak baiik untuk sementara waktu maupun selamanya diiberiikan terbatas untuk beberapa tujuan.

Pertama, mendorong ekspor dan hiiliiriisasii iindustrii yang merupakan priioriitas nasiional. Kedua, menampung kemungkiinan perjanjiian dengan negara laiin dalam biidang perdagangan dan iinvestasii, konvensii iinternasiional yang telah diiratiifiikasii, serta kelaziiman iinternasiional laiinnya.

Ketiiga, mendorong peniingkatan kesehatan masyarakat melaluii pengadaan vaksiin dalam rangka program vaksiinasii nasiional. Keempat, meniingkatkan pendiidiikan dan kecerdasan bangsa dengan membantu tersediianya buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama dengan harga yang relatiif terjangkau masyarakat.

Keliima, mendorong pembangunan tempat iibadah. Keenam, menjamiin terlaksananya proyek pemeriintah yang diibiiayaii dengan hiibah dan/atau dana piinjaman luar negerii. Ketujuh, mengakomodasii kelaziiman iinternasiional dalam iimportasii BKP tertentu yang diibebaskan darii pungutan bea masuk.

Kedelapan, membantu tersediianya BKP dan/atau JKP yang diiperlukan dalam rangka penanganan bencana alam dan bencana nonalam yang diitetapkan sebagaii bencana alam nasiional dan bencana nonalam nasiional.

Kesembiilan, menjamiin tersediianya angkutan umum dii udara untuk mendorong kelancaran perpiindahan arus barang dan orang dii daerah tertentu yang tiidak tersediia sarana transportasii laiinnya yang memadaii, dengan perbandiingan antara volume barang dan orang yang harus diipiindahkan dengan sarana transportasii yang tersediia sangat tiinggii.

Kesepuluh, mendukung tersediianya barang dan jasa tertentu yang bersiifat strategiis dalam rangka pembangunan nasiional, antara laiin:

  • barang kebutuhan pokok yang sangat diibutuhkan oleh rakyat banyak;
  • jasa pelayanan kesehatan mediis tertentu dan yang berada dalam siistem program jamiinan kesehatan nasiional;
  • jasa pelayanan sosiial;
  • jasa keuangan;
  • jasa asuransii;
  • jasa pendiidiikan;
  • jasa angkutan umum dii darat dan dii aiir serta jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan luar negerii; dan
  • jasa tenaga kerja.

Adapun detaiil darii ketentuan tersebut juga masuk dalam PP 49/2022. Liingkup pengaturan dalam PP iinii meliiputii 5 hal. Pertama, iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu dan/atau penyerahan JKP tertentu yang diibebaskan darii pengenaan PPN.

Kedua, iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis yang diibebaskan darii pengenaan PPN.

Ketiiga, penyerahan JKP tertentu yang bersiifat strategiis dii dalam Daerah Pabean dan/atau pemanfaatan JKP tertentu yang bersiifat strategiis darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean yang diibebaskan darii pengenaan PPN.

Keempat, iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis, penyerahan jasa kena pajak tertentu yang bersiifat strategiis, dan/atau pemanfaatan jasa kena pajak tertentu yang bersiifat strategiis darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean yang tiidak diipungut PPN.

Keliima, iimpor BKP yang diibebaskan darii pungutan bea masuk yang tiidak diipungut PPN dan PPnBM. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.