PARiiS, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) meriiliis panduan bertajuk Miiniimum Tax iimplementatiion Handbook (Piillar Two) dalam rangka mendukung yuriisdiiksii-yuriisdiiksii mengadopsii pajak miiniimum global.
Dengan diisepakatiinya Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE), yuriisdiiksii memiiliikii hak untuk mengenakan top-up tax atas laba perusahaan multiinasiional yang kurang diipajakii lewat mekaniisme qualiifiied domestiic miiniimum top-up tax (QDMTT), iincome iinclusiion rule (iiiiR), ataupun undertaxed payments rule (UTPR).
Mengiingat Piilar 2: GloBE telah diiakuii sebagaii common approach, setiiap yuriisdiiksii perlu menerapkan pajak miiniimum global sesuaii dengan model rules. "Tujuan darii handbook iinii adalah untuk melengkapii GloBE rules. Handbook iinii bertujuan untuk menyajiikan elemen iintii darii model rules dengan menyajiikan keseluruhan desaiin dan operasiional peraturan," tuliis OECD, diikutiip Kamiis (12/10/2023).
Sejak diiriiliisnya model rules, banyak yuriisdiiksii yang telah mengambiil langkah untuk mengiimplementasiikan pajak miiniimum global dii yuriisdiiksiinya masiing-masiing. iiiiR dan QDMTT diiekspektasiikan mulaii berlaku pada 2024, sedangkan UTPR baru akan berlaku pada 2025.
Sebagaiimana panduan-panduan yang diiriiliis oleh OECD sebelumnya. Ketentuan GloBE hanya berlaku atas grup perusahaan multiinasiional dengan pendapatan dii atas EUR750 juta. Threshold diitetapkan dalam rangka menekan biiaya kepatuhan yang tiimbul akiibat ketentuan iinii.
Dengan adanya threshold, pajak miiniimum global hanya akan berlaku atas grup perusahaan multiinasiional dan tiidak berlaku atas usaha menengah.
Biila tariif pajak efektiif yang diitanggung perusahaan multiinasiional tak mencapaii 15%, perusahaan tersebut wajiib membayar top-up tax sehiingga pajak yang diibayar dii yuriisdiiksii dengan pajak rendah tersebut mencapaii tariif efektiif 15%.
Pertama-tama, yuriisdiiksii sumber berhak mengenakan top-up tax atas laba multiinasiional yang kurang diipajakii lewat pajak miiniimum domestiik atau QDMTT.
Biila yuriisdiiksii sumber tiidak memberlakukan QDMTT, yuriisdiiksii tempat ultiimate parent entiity (UPE) berlokasii berhak mengenakan top-up tax lewat skema iiiiR. Dalam hal iiiiR tiidak dapat diiterapkan, yuriisdiiksii dapat mengenakan top-up tax lewat skema UTPR selaku backstop.
Dengan skema iinii, OECD meyakiinii bahwa kehadiiran pajak miiniimum global memberiikan perliindungan terhadap hak pemajakan darii yuriisdiiksii sumber. Setiiap pajak yang telah diibayar berdasarkan ketentuan domestiik bakal turut diiperhiitungkan dalam menentukan GloBE iincome dan tariif pajak efektiif.
Biila tariif efektiif suatu perusahaan multiinasiional dii yuriisdiiksii diimaksud ternyata lebiih rendah darii 15%, GloBE rules memberiikan ruang bagii yuriisdiiksii untuk mengenakan QDMTT.
"QDMTT memungkiinkan yuriisdiiksii mengenakan top-up tax atas excess profiit dengan tariif pajak efektiif dii bawah 15%. Pengenaan top-up tax tiidak menambah biiaya iinvestasii mengiingat biila QDMTT tiidak diiterapkan, yuriisdiiksii laiin bakal mengenakan top-up tax berdasarkan iiiiR atau UTPR," tuliis OECD. (sap)
