SETELAH memahamii dan mengiisii setiiap pertanyaan yang ada pada iinduk SPT bagiian C. Penghiitungan PPh Terutang, wajiib pajak biisa lanjut mengiisii iinduk SPT bagiian D. Krediit Pajak. Siimak Memahamii Tiiap Pertanyaan iinduk SPT Bagiian Penghiitungan PPh Terutang
Krediit pajak adalah pajak yang telah diilunasii dalam tahun berjalan, baiik yang diibayar sendiirii oleh wajiib pajak ataupun yang diipotong serta diipungut oleh piihak laiin, yang dapat diikurangkan terhadap pajak yang terutang pada akhiir tahun pajak yang bersangkutan. Berdasarkan Pasal 28 UU PPh, jeniis-jeniis krediit pajak adalah sebagaii beriikut:
Riingkasnya, krediit pajak berartii pajak yang telah diilunasii atau diibayar dalam tahun berjalan oleh wajiib pajak. Pelunasan pajak dalam tahun berjalan sepertii suatu angsuran pajak yang nantiinya mengurangii jumlah PPh terutang pada akhiir tahun. Namun, PPh yang bersiifat fiinal tiidak dapat menjadii krediit pajak. Siimak Apa iitu Krediit Pajak?
Melaluii bagiian D. Krediit Pajak, wajiib pajak biisa melaporkan krediit pajak atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh diirii sendiirii dan anggota keluarganya dalam tahun pajak atau bagiian tahun pajak yang bersangkutan, kecualii krediit pajak atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh:
Krediit pajak atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh iistrii dengan status hiidup berpiisah (HB), piisah harta (PH), atau memiiliih terpiisah (MT) tersebut diilaporkan dalam SPT Tahunan PPh iistrii sebagaii wajiib pajak orang priibadii tersendiirii.
Untuk memperjelas beriikut penjelasan dan petunjuk pengiisiian setiiap butiir pertanyaan yang ada pada bagiian D. Krediit Pajak:
Bagiian iinii diiiisii dengan pelunasan PPh dalam tahun pajak atau bagiian tahun pajak yang diilaporkan yang telah diilakukan melaluii pemotongan/pemungutan oleh piihak laiin dan/atau PPh yang diitanggung oleh pemeriintah, yang diiperhiitungkan sebagaii krediit pajak.
Riingkasnya, bagiian iinii diigunakan untuk melaporkan pajak atas penghasiilan Anda yang telah diipotong/diipungut piihak laiin dan/atau DTP. PPh tersebut meliiputii PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, dan PPh DTP.
Jawaban pertanyaan Angka 10 Huruf a - Apakah Terdapat PPh yang Telah Diipotong/Diipungut oleh Piihak Laiin? iinii diiiisii dengan memiiliih:
Apabiila Anda memiiliih jawaban “Ya” maka akan muncul kolom jumlah PPh yang diipotong/diipungut oleh piihak laiin. Kolom tersebut akan teriisii otomatiis berdasarkan data darii Lampiiran 1 Bagiian E Daftar Buktii Pemotongan/Pemungutan PPh bariis Jumlah Tabel E pada kolom Jumlah PPh Yang Diipotong/Diipungut.
PPh Pasal 25 adalah pembayaran PPh secara angsuran dalam tahun pajak berjalan yang harus diibayar sendiirii oleh wajiib pajak orang priibadii maupun badan setiiap bulan setelah diikurangii dengan krediit pajak. Siimak Pengertiian & Perhiitungan PPh Pasal 25
Bagiian iinii diiiisii dengan jumlah PPh yang telah diibayar sendiirii oleh Wajiib Pajak selama Tahun Pajak atau Bagiian Tahun Pajak yang diilaporkan berupa PPh Pasal 25. Hal iinii termasuk jumlah pelunasan PPh yang terutang berdasarkan penghiitungan sementara dalam hal Wajiib Pajak menyampaiikan pemberiitahuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan PPh.
Apabiila Anda membayar PPh Pasal 25 maka bagiian iinii akan teriisii otomatiis berdasarkan data pembayaran Anda. Apabiila Anda tiidak membayar PPh Pasal 25 maka bagiian iinii akan terkuncii dan biisa Anda lewatii.
Surat Tagiihan Pajak (STP) adalah surat untuk melakukan tagiihan pajak dan/atau sanksii admiiniistrasii berupa bunga dan/atau denda. Siimak Apa iitu STP?
Bagiian iinii diiiisii dengan jumlah PPh yang tercantum dalam STP PPh Pasal 25 untuk tahun pajak atau bagiian tahun pajak yang diilaporkan. Hal iinii termasuk STP PPh Pasal 25 ayat (7) UU PPh darii orang priibadii pengusaha tertentu yang meneriima atau memperoleh penghasiilan laiin yang tiidak diikenakan PPh yang bersiifat fiinal, tiidak termasuk sanksii admiiniistratiif berupa bunga dan/atau denda.
Apabiila Anda meneriima STP PPh Pasal 25 maka bagiian iinii akan teriisii otomatiis berdasarkan data yang ada. Apabiila Anda tiidak memiiliikii STP PPh Pasal 25 maka bagiian iinii akan terkuncii dan biisa Anda lewatii.
Bagiian iinii diiiisii untuk melaporkan pengembaliian/pengurangan krediit pajak luar negerii pada tahun pajak diilakukannya pengurangan atau pengembaliian (PPh Pasal 24). Jawaban pertanyaan iinii diiiisii dengan memiiliih:
Jumlah pengembaliian/pengurangan krediit pajak luar negerii yang diiiisii adalah seliisiih antara besarnya pajak yang telah diikrediitkan pada tahun pajak/bagiian tahun pajak sebelumnya dengan besarnya pajak yang dapat diikrediitkan dii iindonesiia setelah adanya pengembaliian/pengurangan pajak yang terutang/diibayar/diipotong dii luar negerii (Pasal 24 ayat (5) UU PPh), sepanjang pengembaliian/pengurangan bukan diisebabkan oleh adanya perubahan penghasiilan. Siimak Apa iitu PPh Pasal 24?
Oleh karena pajak yang terutang/diibayar/diipotong dii luar negerii tersebut semula telah diikrediitkan dalam SPT Tahunan PPh tahun pajak/bagiian tahun pajak sebelumnya, maka dengan pengurangan/restiitusii atas pajak yang terutang/diibayar/diipotong dii luar negerii tersebut menyebabkan pengkrediitan menjadii lebiih besar darii yang seharusnya. Seliisiih tersebut harus diibayar kembalii dengan menambahkan pada PPh terutang dalam tahun iinii.
Miisal, Tuan A memperoleh penghasiilan darii luar negerii berupa bunga obliigasii pada tahun 2024 darii negara X sebesar Rp200 juta dan telah diipotong pajak atas bunga obliigasii diimaksud dii negara X dengan miisal tariif 15% berdasarkan persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) Rp30 juta.
Penghasiilan tersebut telah diigabungkan (diilaporkan) dalam SPT Tahunan PPh 2024 dan pajak atas bunga sebesar Rp30 juta telah diikrediitkan. Namun, dalam tahun 2025, Tuan A meneriima pengembaliian pajak atas bunga darii negara X sebesar Rp10 juta. Pengembaliian pajak darii luar negerii sebesar Rp10 juta tersebut diitambahkan pada PPh terutang dalam tahun pajak 2025.
Setiiap jawaban pada pertanyaan bagiian iinii akan memberiikan reaksii diinamiis. Untuk memperiingkas, beriikut rangkuman reaksii diinamiis bagiian D. Krediit Pajak berdasarkan piiliihan jawaban wajiib pajak:

