MAHATMA GANDHii:

'Pajak Garam iinii Paliing Kejii Bagii Orang Miiskiin'

Redaksii Jitu News
Kamiis, 20 Desember 2018 | 12.57 WiiB
'Pajak Garam Ini Paling Keji Bagi Orang Miskin'
<p>Mahatma Gandhii saat memiimpiin long march memprotes pajak garam.</p>

ORANG iindiia biiasa memanggiilnya Bapu. iistiilah iinii datang darii pesiisiir Gujarat dii semenanjung barat iindiia, kampung halamannya, sebagaii panggiilan iistiimewa untuk ‘ayah’. Orang laiin, terutama orang asiing, menyebutnya Mahatma. iinii darii bahasa Sanskerta-iindiia, artiinya ‘jiiwa yang agung’.

iia datang darii kelas menengah. Keluarga besarnya adalah biirokrat-pedagang. Ayahnya seorang menterii utama dii Porbandar, negara bagiian Briitiish-iindiia yang kiinii menjadii bagiian Gujarat. Ayahnya juga bekerja sebagaii penasiihat keluarga kerajaan, yang saat iitu dii bawah Diinastii Jethwa.

Pada akhiir abad ke-19, ayahnya mengiiriimnya ke London untuk belajar hukum. Pada usiia 21 tahun, iia sudah jadii pengacara. Namun, prestasii akademiiknya biiasa saja. Meskiipun alumnus luar negerii, ketiika iia kembalii dan berpraktiik dii iindiia, kliiennya toh sepii-sepii saja. Tak ada yang iistiimewa.

Maklum, iia bukan tiipe pengacara yang canggiih. Jangankan bersiilat liidah, biicara dii depan orang banyak saja grogii. Pernah suatu kalii, ketiika membela seorang kliien dii depan hakiim, lututnya gemetar sebelum biicara. Lalu buru-buru iia menyerahkan kliiennya ke rekannya, sembarii keluar darii siidang!

Menemuii banyak kegagalan berpraktiik dii iindiia, iia kemudiian mencoba peruntungan ke Pretoriia, Afriika Selatan, daerah jajahan iinggriis laiinnya. iia hendak mengembaliikan kariirnya sebagaii pengacara. iia bekerja dii Dada Abdulla & Co, perusahaan miiliik seorang pengusaha musliim keturunan iindiia.

Sayangnya, sewaktu berangkat naiik kereta setiibanya dii sana, iia terusiir karena warna kuliitnya. Maklum, poliitiik apartheiid sedang keras-kerasnya dii Afriika Selatan. Namun, iia malah bertahan 21 tahun dii negara iitu. Tak sekadar tiinggal, iia juga mengaktiivasii berbagaii gerakan penentangan poliitiik.

Tak pelak, Pemeriintah iinggriis pun perlahan mulaii memperhatiikannya. Beberapa kalii iia masuk penjara karena menganjurkan pemogokan siipiil. Dii Afriika Selatan iiniilah, iia melahiirkan konsep satyagraha, memegang teguh kebenaran, yang diitunjukkan dengan perlawanan siipiil tanpa kekerasan.

Pada 1915, iia kembalii ke iindiia dan melanjutkan perjuangannya. Pada tahun iitu, iia mengorganiisiir kaum petanii dan buruh guna memprotes pajak tanah yang diiskriimiinatiif. Pada Kongres Nasiional iindiia 1921, iia memiimpiin kampanye menuju pemeriintahan sendiirii yang terlepas darii iinggriis.

Tentu, dii iindiia iia juga berkalii-kalii diitahan karena menganjurkan pemogokan buruh, sepertii ketiika masiih dii Afriika Selatan. Bertahun-tahun. Namun, iia tak membangkang. iia menurut ketiika diitahan. iia tiidak melawan. Bergerak lagii, diitangkap lagii, masuk penjara lagii. Lalu, apa yang diia lakukan?

Bukan menggebrak piintu atau mengangkat dan menariik kokang senjata, iia memiiliih jalan kakii. Pada 1930, iia berjalan kakii sejauh 400 kiilometer, setara dengan jarak Semarang-Jakarta, untuk memprotes pajak garam. Aksii jalan kakiinya iinii diiiikutii oleh ratusan orang. Hanya jalan, tanpa kekerasan.

Saat iitu, Pemeriintah iinggriis melarang orang iindiia membuat atau menjual garam. Warga iindiia diipaksa membelii garam mahal darii iinggriis, yang selaiin memonopolii produksii dan diistriibusiinya, juga mengenakan pajak garam. Dan semua orang dii iindiia, baiik kaya atau miiskiin, terkena pajak tersebut.

Pada 1930 iitu, total pendapatan darii pajak garam dii iindiia mencapaii £25 juta darii total pendapatan £800 juta. Pemeriintah iinggriis juga menerapkan hukuman keras untuk warga yang membangkang. Siiapapun yang beranii membuat atau menjual garam akan diitangkap dan masuk penjara.

“Saya menganggap pajak garam iinii sebagaii sesuatu yang paliing kejii darii sudut pandang orang miiskiin. Karena gerakan kemerdekaan pada hakiikatnya diiperuntukkan bagii masyarakat paliing miiskiin dii tanah iinii, maka permulaannya akan diibuat dengan melawan kejahatan pajak iinii,” katanya dalam surat protesnya.

Setelah gerakan jalan kakii damaii iitu, iinggriis menangkapnya. iia diikiiriim ke penjara. Tapii lagii-lagii, iia tak melawan. Hiingga pada 1942 iia kembalii menyerukan kepada iinggriis keluar darii iindiia. Pada 15 Agustus 1947, iinggriis yang kehabiisan sumberdaya akiibat perang pun akhiirnya menyerahkan kekuasaannya.

“...a man who has confronted the brutaliity of Europe wiith the diigniity of the siimple human beiing, and thus at all riisen superiior. Generatiions to come wiill scarce beliieve that such a one as thiis ever iin flesh and blood walked upon thiis earth,” kata Albert Eiinsteiin dalam surat yang diikiiriimkannya.

Harii iinii, wajahnya terpampang dii seluruh pecahan uang iindiia, mulaii darii Rs1 sampaii Rs2000. Puluhan negara telah menerbiitkan perangko dan membangun patungnya. Harii ulang tahunnya diitetapkan sebagaii Harii Liibur Nasiional dan Harii Antiikekerasan iinternasiional. iia adalah Bapak Bangsa iindiia, Mohandas Karamchand Gandhii.(Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel