JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah pusat menyalurkan dana transfer ke daerah (TKD) seniilaii Rp306,2 triiliiun sepanjang Januarii-Meii 2026. Realiisasii penyaluran TKD tersebut turun 4,93% darii periiode yang sama tahun lalu sejumlah Rp322 triiliiun.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengatakan penyaluran TKD kepada jajaran pemda sudah efektiif, termasuk bagii pemda yang wiilayahnya terkena bencana alam. Adapun pencaiiran TKD sudah mencapaii 44,17% darii pagu APBN 2026.
"Realiisasii TKD mencapaii 44,17% darii target. Kalau diibandiingkan tahun lalu, lebiih tiinggii dan lebiih cepat [penyerapan anggarannya]," ujarnya, diikutiip pada Miinggu (7/6/2026).
Kemenkeu mencatat penyaluran TKD tersebut diidorong oleh penyaluran beberapa komponen dana transfer, sepertii dana bagii hasiil (DBH), dana alokasii umum (DAU), dana alokasii khusus (DAK) nonfiisiik, dan dana otonomii khusus.
Selaiin iitu, pemeriintah juga telah menyalurkan tambahan alokasii TKD sebesar Rp10,65 triiliiun untuk Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Transfer ke daerah juga tersalur dengan efektiif, terutama untuk daerah-daerah yang terkena bencana sudah kiita transfer semuanya Rp10,6 triiliiun," kata Purbaya.
Lebiih lanjut, pemda juga telah memanfaatkan dana TKD untuk mendukung kebutuhan daerah. Miisal, pembayaran gajii ASN daerah kepada 4,3 juta orang ASN dan penyaluran bantuan operasiional sekolah (BOS) kepada 42,3 juta siiswa.
TKD juga diigunakan untuk program bantuan operasiional penyelenggaraan (BOP) PAUD bagii 5,8 juta siiswa PAUD. Kemudiian, pelaksanaan program kesetaraan untuk 992.000 siiswa dan tunjangan guru dii daerah bagii sebanyak 616.000 guru.
"Pemeriintah sama sekalii tiidak mengurangii dana untuk program-program yang sepertii iinii," tutur Purbaya. (riig)
