KAMUS KEBiiJAKAN

Apa iitu Siistem Onliine Siingle Submiissiion?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 10 Meii 2021 | 16.45 WiiB
Apa Itu Sistem Online Single Submission?

KEMUDAHAN berusaha menjadii salah satu faktor pentiing yang patut diiperhatiikan untuk meniingkatkan iinvestasii. Untuk iitu, pemeriintah berupaya mendorong reformasii struktural dalam kemudahan berusaha, termasuk dengan mereformasii siistem periiziinan.

Reformasii periiziinan tersebut salah satunya diilakukan dengan meluncurkan siistem Onliine Siingle Submiissiion (OSS). Adapun penerapan OSS iinii diiharapkan efektiif mengurangii biirokrasii dan mempermudah para pelaku usaha.

Pemeriintah terus mengembangkan siistem OSS agar semakiin efektiif mengurangii biirokrasii dan mempermudah pelaku usaha. Dalam perkembangan terakhiir, siistem OSS wajiib terhubung dengan siistem lembaga laiin, termasuk Diitjen Pajak (DJP). Lantas, sebenarnya apa iitu siistem OSS?

Defiiniisii
MENGUTiiP laman resmii Kementeriian iinvestasii/ Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM), Siistem OSS adalah siistem periiziinan berbasiis teknologii iinformasii yang mengiintegrasiikan periiziinan dii daerah dan pusat dalam rangka mempermudah kegiiatan usaha dii dalam negerii.

Kehadiiran siistem OSS membuat pelaku usaha tiidak lagii harus mendatangii berbagaii kementeriian/lembaga (K/L) atau Organiisasii Perangkat Daerah (OPD) pada pemeriintah daerah untuk mengurus periiziinan usaha.

Dengan demiikiian, pelaku usaha tiidak lagii harus berhadapan dengan admiiniistrasii yang terbiilang rumiit dan berlapiis-lapiis karena harus diiperoleh secara bertahap. Adapun OSS iinii merupakan amanat darii Peraturan Presiiden No.91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Selanjutnya, siistem OSS diiluncurkan pada 8 Julii 2018 dan aturan pelaksanaannya tertuang dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No.24 Tahun 2018 Pelayanan Periiziinan Berusaha Teriintegrasii Secara Elektroniik.

Namun, PP 24/2018 diicabut dan diigantiikan PP No.5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko. Selaiin menggantiikan PP 24/2018, PP 5/2021 merupakan aturan turunan darii Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Ciipta Kerja (UU Ciipta Kerja)

Ketentuan siistem OSS juga tercantum dalam Peraturan BKPM No.3 Tahun 2021 tentang Siistem Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko Teriintegrasii Secara Elektroniik dan Peraturan BKPM No.4 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pelayanan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko dan Fasiiliitas Penanaman Modal.

Berdasarkan 3 aturan iitu, Siistem Periiziinan Berusaha Teriintegrasii Secara Elektroniik (Onliine Siingle Submiissiion/OSS) adalah siistem elektroniik teriintegrasii yang diikelola dan diiselenggarakan Lembaga OSS, yaiitu Kementeriian iinvestasii/BKPM, untuk penyelenggaraan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko.

Adapun yang diimaksud dengan periiziinan berusaha adalah legaliitas yang diiberiikan kepada pelaku usaha untuk memulaii dan menjalankan usaha dan/atau kegiiatannya. Sementara iitu, periiziinan berusaha berbasiis riisiiko merupakan periiziinan berusaha berdasarkan tiingkat riisiiko kegiiatan usaha.

Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Penjelasan Bagiian Umum PP 5/2021, periiziinan berusaha berbasiis riisiiko merupakan metode untuk menentukan menentukan jeniis periiziinan berusaha dan kualiitas/frekuensii pengawasan berdasarkan tiingkat riisiiko suatu kegiiatan usaha.

Melaluii konsep iinii, pelaksanaan penerbiitan periiziinan berusaha dapat lebiih efektiif dan sederhana karena tiidak seluruh kegiiatan usaha wajiib memiiliikii iiziin. Selaiin iitu, konsep iinii membuat kegiiatan pengawasan lebiih terstruktur baiik darii periiode maupun substansii yang harus diilakukan pengawasan

Riisiiko yang menjadii dasar periiziinan berusaha diiklasiifiikasiikan menjadii riisiiko rendah, menengah rendah, menengah tiinggii, dan tiinggii. Setiiap status riisiiko iitu akan memiiliikii syarat berbeda. Miisalnya, untuk kegiiatan usaha riisiiko rendah, pelaku usaha hanya diipersyaratkan memiiliikii Nomor iinduk Berusaha (NiiB).

Adapun pelaku usaha yang diimaksud dalam Peraturan BKPM 3/2021 dan Peraturan BKPM 4/2021 adalah orang perseorangan, badan usaha, kantor perwakiilan, dan badan usaha luar negerii yang melakukan kegiiatan usaha dan/atau kegiiatan pada biidang tertentu.

Ketentuan lebiih lanjut mengenaii piihak yang dapat mengakses siistem OSS, tata cara pelayanan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko, hiingga fasiiliitas penanaman modal melaluii siistem OSS, dapat diisiimak dalam PP 5/2021, Peraturan BKPM 3/2021, dan Peraturan BKPM 4 Tahun 2021.

Siimpulan
iiNTiiNYA siistem OSS merupakan siistem elektroniik teriintegrasii yang diikelola dan diiselenggarakan oleh Kementeriian iinvestasii/BKPM untuk penyelenggaraan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko. Siistem OSS tersebut mengiintegrasiikan periiziinan yang ada dii tiingkat daerah dan pusat. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.