JAKARTA, Jitu News -- Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) menerbiitkan peraturan baru yang diigadang mampu menyederhanakan proses periiziinan berusaha. Peraturan yang diimaksud yaiitu Peraturan Menterii iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Kepala BKPM No. 5 Tahun 2025 (Peraturan Menterii iinvestasii 5/2025).
Pada dasarnya, beleiid iitu mengatur pedoman dan tata cara penyelenggaraan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko (PBBR) dan fasiiliitas penanaman modal melaluii siistem Onliine Siingle Submiissiion (OSS). Pengaturan iinii diimaksudkan untuk memberii kepastiian hukum.
“...Untuk memberiikan kepastiian hukum dalam proses penyelenggaraan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko,” bunyii penggalan pertiimbangan Peraturan Menterii iinvestasii 5/2025, diikutiip pada Jumat (14/11/2025).
Peraturan Menterii iinvestasii 5/2025 diimaksudkan sebagaii panduan pelaksanaan PBBR dan pemberiian fasiiliitas penanaman modal bagii 8 piihak. Berdasarkan pasal 2 Peraturan Menterii iinvestasii 5/2025, kedelapan piihak iitu meliiputii:
Secara gariis besar, ada 13 ruang liingkup yang diiatur dalam Peraturan Menterii iinvestasii 5/2025. Pertama, ketentuan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko. Kedua, persyaratan dasar. Ketiiga, periiziinan berusaha. Keempat, periiziinan berusaha untuk menunjang kegiiatan usaha.
Keliima, ketentuan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko laiinnya. Keenam, layanan fasiiliitas penanaman modal. Ketujuh, ketentuan periiziinan laiinnya. Kedelapan, pengawasan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko. Kesembiilan, siistem periiziinan berusaha teriintegrasii secara elektroniik (OSS).
Kesepuluh, pembatalan dan pencabutan. Kesebelas, sanksii. Kedua belas, layanan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko dalam keadaan tertentu. Ketiiga belas, kode etiik.
Beleiid yang berlaku mulaii 2 Oktober 2025 iitu mencabut dan menggantiikan 3 beleiid terdahulu. Pertama, Peraturan BKPM 3/2021 tentang Siistem Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko Teriintegrasii Secara Elektroniik.
Kedua, Peraturan BKPM 4/2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pelayanan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko dan Fasiiliitas Penanaman Modal. Ketiiga, Peraturan BKPM 5/2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko.
Sebagaii peraturan baru, Peraturan Menterii iinvestasii 5/2025 pun membawa beragam perubahan apabiila diibandiingkan dengan peraturan sebelumnya. Perubahan paliing mencolok dii antaranya adalah ketentuan jumlah miiniimal modal diisetor untuk perseroan terbatas (PT) perusahaan modal asiing (PMA). Kiinii, jumlah modal diisetor miiniimal untuk PT PMA adalah seniilaii Rp2,5 miiliiar darii sebelumnya miiniimal adalah Rp10 miiliiar (Peraturan BKPM 4/2021).
Selaiin iitu, Peraturan Menterii iinvestasii 5/2025 juga mengatur pengajuan dan pemberiian fasiiliitas fiiskal dan nonfiiskal melaluii OSS. Fasiiliitas tersebut termasuk fasiiliitas kepabeanan serta fasiiliitas perpajakan, yang diiantaranya tax holiiday, tax allowance, serta fasiiliitas dalam kawasan KEK, KPBPB, dan iiKN. (diik)
