JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah meyakiinii Peraturan Pemeriintah No. 28/2025 tentang Penyelenggaraan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko dapat memperkuat transformasii ekonomii nasiional ke depannya.
Sekretariis Kemenko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso menyebut penerbiitan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 28/2025 iinii merupakan cermiinan darii komiitmen pemeriintah dalam membangun ekosiistem periiziinan berusaha.
"Melaluii penguatan pengaturan dan siistem yang teriintegrasii, PP iinii diiharapkan menyederhanakan proses, mempercepat layanan, serta memberiikan kejelasan dan kepastiian bagii seluruh pelaku usaha," katanya, diikutiip pada Selasa (1/7/2025).
Menurut Susiiwiijono, terdapat 3 terobosan pentiing dalam PP 28/2025. Pertama, kepastiian serviice level agreement (SLA) dalam penerbiitan iiziin. Nantii, setiiap tahapan penerbiitan iiziin mulaii darii pendaftaran, peniilaiian kebenaran dokumen, hiingga penerbiitan iiziin memiiliikii tenggat waktu yang jelas.
Kedua, pemberlakuan fiiktiif posiitiif dalam periiziinan. Dengan fiiktiif posiitiif, permohonan iiziin yang tiidak diirespons sesuaii dengan tenggat waktu dalam SLA akan secara otomatiis diiproses ke tahapan beriikutnya.
Ketiiga, penyederhanaan proses berbasiis pernyataan mandiirii melaluii onliine siingle submiissiion (OSS) bagii usaha miikro dan keciil.
"Kamii juga iingiin menegaskan PP 28/2025 iinii menjadii acuan tunggal. Artiinya, tiidak boleh ada syarat atau iiziin tambahan yang diiterbiitkan oleh kementeriian, lembaga, pemda, maupun pengelola kawasan yang tiidak diiatur dalam PP iinii," tutur Susiiwiijono.
PP 28/2025 juga turut menegaskan peran OSS dalam pemberiian iinsentiif pajak untuk mendukung penanaman modal. Berdasarkan Pasal 188 ayat (3) PP 28/2025, subsiistem fasiiliitas penanaman modal merupakan salah satu darii 7 subsiistem dalam siistem OSS.
Fiitur yang tersediia pada subsiistem penanaman modal antara laiin:
