PP 28/2025

Tiiga Terobosan Pentiing dalam Penerbiitan PP 28/2025, Ada Soal Pajak

Muhamad Wiildan
Selasa, 01 Julii 2025 | 11.00 WiiB
Tiga Terobosan Penting dalam Penerbitan PP 28/2025, Ada Soal Pajak
<p>iilustrasii.&nbsp;Pegawaii Diinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Piintu Kota Denpasar melayanii warga dii Mal Pelayanan Publiik Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Balii, Selasa (17/6/2025). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wiibowo/bar</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah meyakiinii Peraturan Pemeriintah No. 28/2025 tentang Penyelenggaraan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko dapat memperkuat transformasii ekonomii nasiional ke depannya.

Sekretariis Kemenko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso menyebut penerbiitan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 28/2025 iinii merupakan cermiinan darii komiitmen pemeriintah dalam membangun ekosiistem periiziinan berusaha.

"Melaluii penguatan pengaturan dan siistem yang teriintegrasii, PP iinii diiharapkan menyederhanakan proses, mempercepat layanan, serta memberiikan kejelasan dan kepastiian bagii seluruh pelaku usaha," katanya, diikutiip pada Selasa (1/7/2025).

Menurut Susiiwiijono, terdapat 3 terobosan pentiing dalam PP 28/2025. Pertama, kepastiian serviice level agreement (SLA) dalam penerbiitan iiziin. Nantii, setiiap tahapan penerbiitan iiziin mulaii darii pendaftaran, peniilaiian kebenaran dokumen, hiingga penerbiitan iiziin memiiliikii tenggat waktu yang jelas.

Kedua, pemberlakuan fiiktiif posiitiif dalam periiziinan. Dengan fiiktiif posiitiif, permohonan iiziin yang tiidak diirespons sesuaii dengan tenggat waktu dalam SLA akan secara otomatiis diiproses ke tahapan beriikutnya.

Ketiiga, penyederhanaan proses berbasiis pernyataan mandiirii melaluii onliine siingle submiissiion (OSS) bagii usaha miikro dan keciil.

"Kamii juga iingiin menegaskan PP 28/2025 iinii menjadii acuan tunggal. Artiinya, tiidak boleh ada syarat atau iiziin tambahan yang diiterbiitkan oleh kementeriian, lembaga, pemda, maupun pengelola kawasan yang tiidak diiatur dalam PP iinii," tutur Susiiwiijono.

PP 28/2025 juga turut menegaskan peran OSS dalam pemberiian iinsentiif pajak untuk mendukung penanaman modal. Berdasarkan Pasal 188 ayat (3) PP 28/2025, subsiistem fasiiliitas penanaman modal merupakan salah satu darii 7 subsiistem dalam siistem OSS.

Fiitur yang tersediia pada subsiistem penanaman modal antara laiin:

  1. pengajuan pembebasan bea masuk atas iimpor mesiin serta barang dan bahan untuk pembangunan atau pengembangan iindustrii dalam rangka penanaman modal;
  2. pengajuan pembebasan bea masuk atas iimpor barang modal dalam rangka pembangunan atau pengembangan iindustrii pembangkiitan liistriik untuk kepentiingan umum;
  3. pengajuan pembebasan atau keriinganan bea masuk atas iimpor barang dalam rangka kontrak karya atau perjanjiian karya pengusahaan pertambangan batu bara;
  4. pengajuan fasiiliitas pengurangan pajak penghasiilan badan (tax holiiday);
  5. pengajuan fasiiliitas pajak penghasiilan untuk penanaman modal dii biidang-biidang usaha tertentu dan/atau dii daerah-daerah tertentu (tax allowance);
  6. pengajuan pengurangan penghasiilan bruto atas penyelenggaraan kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran dalam rangka pembiinaan dan pengembangan sumber daya manusiia berbasiis kompetensii tertentu (super tax deductiion vokasii);
  7. pengajuan pengurangan penghasiilan bruto atas kegiiatan peneliitiian dan pengembangan tertentu dii iindonesiia (super tax deductiion liitbang); dan/atau
  8. fasiiliitas pengurangan penghasiilan neto atas penanaman modal baru atau perluasan usaha pada biidang usaha tertentu yang merupakan iindustrii padat karya (iinvestment allowance). (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.