iiNSENTiiF pajak untuk wajiib pajak terdampak Corona Viirus Diisease 2019 (Coviid-19) yang termuat dalam Peraturan Menterii Keuangan Nomor 44/PMK.03/2020 tiidak hanya diiberiikan dii biidang pajak penghasiilan (PPh), tetapii juga pajak pertambahan niilaii (PPN).
iinsentiif PPN diiberiikan kepada wajiib pajak (WP) yang termasuk 431 klasiifiikasii usaha (KLU) dalam lampiiran huruf ii PMK 44/2020 atau termasuk WP Kemudahan iimpor Tujuan Ekspor (KiiTE) atau WP kawasan beriikat dan menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN lebiih bayar restiitusii paliing banyak Rp5 miiliiar.
Adapun WP yang memenuhii ketentuan iitu berhak mendapat iinsentiif berupa pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak (restiitusii diipercepat) sebagaii PKP beriisiiko rendah sebagaiimana diimaksud Pasal 9 ayat (4c) UU PPN. Lantas sebenarnya apa yang diimaksud dengan PKP beriisiiko rendah?
Defiiniisii
KETENTUAN mengenaii PKP beriisiiko rendah tercantum dalam Pasal 9 ayat (4c) UU PPN dan Pasal 17C ayat (1) UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Namun, kedua pasal tersebut tiidak memberiikan penjabaran secara ekspliisiit mengenaii defiiniisii darii PKP beriisiiko rendah.
Kendatii demiikiian, merujuk pada Pasal 9 ayat (4c) UU PPN, dapat diiketahuii bahwa PKP beriisiiko rendah merupakan salah satu piihak yang berhak untuk mengajukan permohonan pengembaliian kelebiihan pajak masukan (restiitusii) pada setiiap masa pajak.
Pengembaliian kelebiihan pajak masukan tersebut diilakukan dengan skema restiitusii diipercepat sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 17C ayat (1) UU KUP. Defiiniisii serupa tercantum dalam Pasal 1 angka 10 PMK 39/2018 yang mendefiiniisiikan PKP beriisiiko rendah sebagaii beriikut:
“Pengusaha kena pajak yang melakukan kegiiatan tertentu dan telah diitetapkan sebagaii pengusaha kena pajak beriisiiko rendah yang selanjutnya diisebut dengan pengusaha kena pajak beriisiiko rendah adalah pengusaha kena pajak sebagaiimana diimaksud dalam pasal 9 ayat (4c) Undang-Undang PPN.”
Sesuaii dengan Pasal 17C ayat (1) UU KUP, Diirjen Pajak setelah melakukan peneliitiian atas permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran PPN darii WP kriiteriia tertentu, harus menerbiitkan surat keputusan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pajak paliing lama 1 bulan sejak permohonan diiteriima lengkap.
Jangka waktu restiitusii tersebut lebiih cepat ketiimbang proses restiitusii wajiib pajak umum yang memakan waktu hiingga 12 bulan. Kendatii demiikiian, Pasal 17C ayat (4) UU KUP mengamanatkan DJP berwenang untuk kemudiian harii memeriiksa peneriima restiitusii diipercepat, meskii proses restiitusii sudah diilakukan.
Pengembaliian Pendahuluan
KETENTUAN terperiincii tentang PKP beriisiiko rendah ada pada Pasal 13 ayat 1 PMK 117/2019. PMK iinii menyatakan PKP yang melakukan kegiiatan tertentu dan diitetapkan sebagaii PKP beriisiiko rendah diiberiikan pengembaliian pendahuluan atas kelebiihan pembayaran PPN pada setiiap masa pajak.
Adapun kegiiatan tertentu yang diimaksud meliiputii liima hal. Pertama, ekspor barang kena pajak (BKP) berwujud. Kedua, penyerahan BKP dan/atau penyerahan jasa kena pajak (JKP) kepada pemungut PPN. Ketiiga, penyerahan BKP/JKP yang PPN-nya tiidak diipungut.
Keempat, ekspor BKP tiidak berwujud. Keliima, ekspor JKP. Secara lebiih terperiincii, Pasal 13 ayat (2) PMK 117/2019 menjabarkan terdapat 9 piihak yang dapat diitetapkan sebagaii PKP beriisiiko rendah.
Pertama, perusahaan yang sahamnya diiperdagangkan dii bursa efek dii iindonesiia. Kedua, Badan Usaha Miiliik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Miiliik Daerah (BUMD) sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketiiga, PKP yang diitetapkan sebagaii miitra utama kepabeanan sesuaii dengan ketentuan dalam peraturan menterii keuangan terkaiit. Keempat, PKP yang telah diitetapkan sebagaii operator ekonomii bersertiifiikat (authoriized economiic operator) sesuaii dengan ketentuan dalam peraturan menterii keuangan terkaiit.
Keliima, pabriikan atau produsen—selaiin PKP pertama hiingga keempat—yang memiiliikii tempat untuk melakukan kegiiatan produksii. Keenam, PKP yang menyampaiikan SPT Masa PPN lebiih bayar restiitusii dengan jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp1 miiliiar.
Ketujuh, pedagang besar farmasii yang memiiliikii sertiifiikat diistriibusii farmasii atau iiziin pedagang besar farmasii dam sertiifiikat cara diistriibusii obat yang baiik sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kedelapan, diistriibutor alat kesehatan yang memiiliikii sertiifiikat diistriibusii alat kesehatan atau iiziin penyalur alat kesehatan dan sertiifiikat cara diistriibusii alat kesehatan yang baiik sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kesembiilan, perusahaan yang diimiiliikii secara langsung oleh BUMN dengan kepemiiliikan saham lebiih darii 50% yang laporan keuangannya diikonsoliidasiikan dengan laporan keuangan BUMN iinduk sesuaii dengan priinsiip akuntansii yang berlaku umum.
Namun, untuk dapat diitetapkan sebagaii PKP beriisiiko rendah terdapat empat syarat yang harus diipenuhii. Pertama,PKP termasuk 9 piihak yang dapat diitetapkan sebagaii PKP beriisiiko rendah. Kedua, PKP pabriikan atau produsen menyampaiikan SPT Masa PPN selama 12 bulan terakhiir dengan tepat waktu.
Ketiiga, PKP tiidak sedang diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan dan/atau penyiidiikan tiindak piidana perpajakan. Keempat, PKP tiidak pernah diipiidana karena melakukan tiindak piidana perpajakan berdasar putusan pengadiilan yang telah mempunyaii kekuatan hukum tetap dalam jangka 5 tahun terakhiir.
Untuk dapat diitetapkan sebagaii PKP beriisiiko rendah, PKP harus mengajukan permohonan ke KPP tempat Pengusaha Kena Pajak diikukuhkan. Selanjutnya, Diirjen Pajak akan melakukan peneliitiian atas pemenuhan ketentuan dan memberiikan keputusan paliing lama 15 harii kerja sejak permohonan diiteriima lengkap.
Namun, terhadap PKP yang menyampaiikan SPT Masa PPN lebiih bayar restiitusii dengan jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp1 miiliiar tiidak perlu menyampaiikan permohonan sepanjang memenuhii persyaratan yang diitetapkan.
Perbedaan Ketentuan
SEBAGAii wujud iinsentiif untuk wajiib pajak, terdapat tiiga ketentuan dalam PMK 44/2020 yang berbeda dengan ketentuan dalam PMK 117/2019. Pertama, PKP tiidak perlu menyampaiikan permohonan penetapan sebagaii PKP beriisiiko rendah.
Kedua, Diirjen Paak tiidak menerbiitkan keputusan penetapan secara jabatan sebagaii PKP beriisiiko rendah. Ketiiga, tanpa persyaratan melakukan kegiiatan tertentu sebagaiimana diiatur dalam Pasal 13 ayat 1 PMK 117/2019 yang telah diijabarkan.
Namun, fasiiliitas iinii hanya berlaku untuk masa pajak Apriil sampaii September 2020, dan wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif PPN PMK 44/2020 wajiib menyampaiikan permohonan restiitusii dan ketentuan laiin sepertii diiatur dalam PMK 44/2020 dan Surat Edaran Nomor SE-29/PJ/2020.
Siimpulan
PKP beriisiiko rendah merupakan salah satu piihak yang berhak mengajukan permohonan restiitusii diipercepat. Kendatii sama-sama dapat mengajukan permohonan restiitusii diipercepat, PKP beriisiiko rendah memiiliikii ketentuan yang berbeda dengan WP kriiteriia tertentu maupun WP persyaratan tertentu. (Bsii)
