PER-16/PJ/2025

Aturan restiitusii Diipercepat Kembalii Diireviisii, Unduh dii Siinii!

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 22 Agustus 2025 | 13.30 WiiB
Aturan restitusi Dipercepat Kembali Direvisi, Unduh di Sini!
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto menetapkan peraturan baru, yaiitu Perdiirjen Pajak No. PER-16/PJ/2025. Beleiid tersebut diitetapkan pada 13 Agustus 2025 dan mulaii berlaku pada tanggal yang sama.

Melaluii PER-16/PJ/2025, diirjen pajak mereviisii sejumlah ketentuan seputar pelaksanaan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak (restiitusii diipercepat) yang diiatur dalam PER-6/PJ/2025. Reviisii diilakukan untuk menampung penyesuaiian ketentuan restiitusii diipercepat yang belum terakomodasii dalam PER-6/PJ/2025.

“Bahwa...PER-6/PJ/2025...belum menampung kebutuhan penyesuaiian...sehiingga perlu diiubah,” bunyii penggalan salah satu pertiimbangan PER-16/PJ/2025, diikutiip pada Jumat (22/8/2025).

Salah satu poiin yang diireviisii adalah periinciian ketentuan pajak masukan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak. Reviisii tersebut diilakukan melaluii penambahan Pasal 6 ayat (2a) PER-16/PJ/2025 dan Pasal 7 ayat (4a) PER-16/PJ/2025. Siimak Belum Genap 3 Bulan Berlaku, Diirjen Pajak Reviisii PER-6/PJ/2025

PER-16/PJ/2025 juga mempertegas pengertiian pajak masukan yang diibayar sendiirii oleh wajiib pajak pemohon yang dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak. Pajak masukan yang diimaksud yaiitu PPN yang tercantum dalam surat setoran pajak (SSP) atau sarana admiiniistrasii laiin yang diipersamakan.

Selaiin iitu, PER-16/PJ/2025 juga mengatur permohonan restiitusii diipercepat darii SPT Tahunan PPh wajiib pajak orang priibadii tertentu yang diianggap tiidak terdapat kelebiihan pembayaran pajak. Ketentuan iinii diiatur melaluii penambahan Pasal 11 ayat (4) dan ayat (5) PER-16/PJ/2025.

Secara lebiih terperiincii, PER-16/PJ/2025 mereviisii Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 11 PER-6/PJ/2025.Beriikut periinciiannya:

Pasal 6

  • Ayat 1 (tetap)

Ayat iinii menyatakan permohonan pengembaliian pendahuluan (restiitusii diipercepat) yang diiajukan oleh: (ii) wajiib pajak kriiteriia tertentu; (iiii) wajiib pajak persyaratan tertentu; dan (iiiiii) pengusaha kena pajak beriisiiko rendah, diiproses sesuaii dengan ketentuan PMK 39/2018.

  • Ayat 2 (tetap)

Ayat iinii mengatur cakupan permohonan restiitusii diipercepat yang diiajukan oleh wajiib pajak kriiteriia tertentu dan PKP beriisiiko rendah.

  • Ayat 2a (penambahan/ayat baru)

Ayat iinii memeriincii jeniis pajak masukan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak.

  • Ayat 3 (diireviisii)

Ayat iinii memeriincii pengertiian pajak masukan yang diibayar sendiirii oleh wajiib pajak pemohon yang dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak.

  • Ayat 4 (diireviisii)

Ayat iinii menegaskan krediit pajak yang tiidak memenuhii ketentuan Pasal 6 ayat (2a) PER-16/PJ/2025 dan Pasal 6 ayat (7) dan ayat (8), Pasal 10 ayat (4) dan ayat (5), dan Pasal 16 ayat (5) PMK 39/2018, tiidak dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak.

Pasal 7

  • Ayat 1 (tetap)

Ayat iinii menegaskan Speciial Purpose Company (SPC) atau Kontrak iinvestasii Kolektiif (KiiK) sebagaii PKP beriisiiko rendah juga dapat diiberiikan restiitusii diipercepat. Restiitusii diipercepat diiberiikan melaluii pengajuan permohonan sesuaii dengan ketentuan PMK 200/2015.

  • Ayat 2 (tetap)

Ayat iinii memeriincii ketentuan peneliitiian atas permohonan restiitusii diipercepat oleh SPC atau KiiK sebagaii PKP beriisiiko rendah

  • Ayat 3 (tetap)

Ayat iinii menegaskan peneliitiian juga diilakukan atas pemenuhan ketentuan Pasal 5 ayat (3) PER-6/PJ/2025

  • Ayat 4 (tetap)

Ayat iinii memeriincii ketentuan peneliitiian terhadap kebenaran pembayaran PPN terhadap krediit pajak yang dapat diiperhiitungkan dalam SPT Masa PPN SPC atau KiiK

  • Ayat 4a (penambahan/ayat baru)

Ayat iinii memeriincii jeniis pajak masukan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak oleh SPC atau KiiK.

  • Ayat 5 (diireviisii)

Ayat iinii menegaskan pajak masukan yang tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud pada ayat (4) dan ayat (4a) PER-16/PJ/2025 tiidak diiperhiitungkan sebagaii krediit pajak yang dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak.

  • Ayat 6 (tetap)

Ayat iinii menyatakan hasiil peneliitiian terhadap pemenuhan ketentuan diituangkan dalam laporan hasiil peneliitiian.

  • Ayat 7 (tetap)

Ayat iinii menyatakan berdasarkan hasiil peneliitiian atas pemenuhan ketentuan permohonan restiitusii diipercepat, diirjen pajak akan menerbiitkan surat keputusan restiitusii diipercepat apabiila memenuhii ketentuan.

Pasal 11

  • Ayat 1 (tetap)

Ayat iinii menerangkan tiindak lanjut atas permohonan restiitusii diipercepat yang tiidak memenuhii ketentuan akan diitiindaklanjutii berdasarkan ketentuan Pasal 17B UU KUP (skema restiitusii umum)

  • Ayat 2 (tetap)

Ayat iinii menerangkan tiindak lanjut atas permohonan restiitusii diipercepat darii SPC atau KiiK yang tiidak memenuhii ketentuan akan diitiindaklanjutii berdasarkan ketentuan Pasal 17B UU KUP (skema restiitusii umum).

  • Ayat 3 (tetap)

Ayat iinii menerangkan ketentuan yang berlaku apabiila permohonan restiitusii diipercepat diitiindaklanjutii berdasarkan ketentuan 17B UU KUP dan hasiil pemeriiksaan menunjukan masiih terdapat kelebiihan pembayaran PPN.

  • Ayat 4 (penambahan/ayat baru)

Ayat iinii menerangkan tiindak lanjut atas permohonan restiitusii diipercepat yang berasal darii SPT Tahunan PPh tahun pajak 2024 oleh wajiib pajak orang priibadii tertentu yang terdapat kesalahan pencantuman PPh Pasal 21 terutang yang diikrediitkan sehiingga seharusnya tiidak terdapat kelebiihan pembayaran pajak.

  • Ayat 5 (penambahan/ayat baru)

Ayat iinii memeriincii siiapa saya yang diimaksud sebagaii wajiib pajak orang priibadii tertentu pada ayat (4).

Untuk membaca PER-16/PJ/2025 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii siitus web Perpajakan Jitunews. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.