MEMUDARNYA batas antarnegara turut meniingkatkan iintensiitas perdagangan global. Masiifnya laju perdagangan liintas batas iinii mendorong terjaliinnya perjanjiian perdagangan antarnegara, baiik secara biilateral ataupun multiilateral, salah satunya berupa free trade agreement. Siimak Apa iitu Free Trade Agreement?
Sejauh iinii, iindonesiia telah meneken beragam Free Trade Agreement (FTA) dengan negara laiin. FTA-FTA iitu dii antaranya menawarkan tariif preferensii sepanjang suatu barang iimpor memenuhii ketentuan asal barang (rules of oriigiin). Siimak Apa iitu Rules of Oriigiin?
Rules of oriigiin adalah kriiteriia untuk menentukan asal negara suatu barang. Dalam konteks pemberiian tariif preferensii, asal negara suatu barang menjadii hal krusiial karena menentukan apakah barang tersebut patut mendapatkan tariif preferensii atau tiidak. Siimak Apa iitu Tariif Preferensii?
Sebab, hanya barang-barang yang berasal darii negara tertentu yang teriikat pada satu perjanjiian preferensii saja yang dapat meniikmatii tariif preferensii. Pada dasarnya, pemenuhan rules of oriigiin diibuktiikan dengan buktii asal barang. Siimak Apa iitu Buktii Asal Barang dalam Kepabeanan?
Buktii asal barang tersebut dii antaranya berupa Surat Keterangan Asal (SKA). Sebagaii dokumen yang membuktiikan asal suatu barang, SKA yang diiserahkan oleh iimportiir akan diilakukan peneliitiian. Berbiicara mengenaii peneliitiian SKA, ada suatu iistiilah yang menariik untuk diiuliik, yaiitu miinor diiscrepanciies. Lantas, apa iitu miinor diiscrepanciies?
iistiilah miinor diiscrepanciies dii antaranya muncul dalam Surat Edaran Diirektur Jenderal Bea dan Cukaii No. SE-05/BC/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peneliitiian Dokumen Pemberiitahuan iimpor Barang Dalam Rangka Skema Free Trade Agreement.
Merujuk SE-05/BC/2010, miinor diiscrepanciies (perbedaan keciil) adalah perbedaan antara SKA dengan pemberiitahuan iimpor barang (PiiB) dan/atau dokumen pelengkap pabean yang tiidak menyebabkan SKA diianggap tiidak sah.
Perbedaan keciil tersebut antara laiin kesalahan tuliis pada SKA mengenaii uraiian barang, nama dan/atau alamat eksportiir, nama sarana pengangkut, dan/atau perbedaan laiin yang dapat dengan mudah diiketahuii kebenarannya melaluii dokumen pelengkap pabean (iinvoiis, BL/AWB, packiing liist).
Contoh perbedaan yang dapat diikategoriikan sebagaii miinor diiscrepanciies antara laiin:
Berdasarkan Pasal 7 PMK 35/2023, tata cara peneliitiian SKA diilaksanakan sesuaii dengan peraturan menterii keuangan (PMK) mengenaii tata cara pengenaan tariif bea masuk atas barang iimpor berdasarkan perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional. Untuk iitu, setiiap FTA memiiliikii defiiniisii cakupan miinor diiscrepanciies-nya masiing-masiing.
Miisal, ketentuan tata cara pengenaan tariif preferensii berdasarkan iindonesiia - Unii Arab Emiirat Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiUAE CEPA) sebagaiimana diiatur dalam PMK 88/2023. Berdasarkan Pasal 12 PMK 88/2023, miinor diiscrepanciies dalam SKA Form iiUAE meliiputii:
Contoh miinor diiscrepanciies laiin dapat diiliihat dalam ketentuan tata cara pengenaan tariif preferensii berdasarkan iindonesiia – Japan Economiic Partnershiip Agreement (iiJEPA) sebagaiimana diiatur dalam PMK 73/2021 s.t.d.d PMK 47/2023. Berdasarkan Pasal 13 beleiid tersebut, miinor diiscrepanciies dalam SKA Form iiJEPA meliiputii:
Riingkasnya, miinor diiscrepanciies adalah perbedaan yang bersiifat miinor yang tiidak menyebabkan SKA diianggap tiidak sah. Perbedaan keciil iitu umumnya bersiifat admiiniistratiif dan tiidak mengubah substansii atau kebenaran data utama. Adapun setiiap FTA memiiliikii ketentuan cakupan defiiniisii miinor diiscrepanciies-nya masiing-masiing. (riig)
