UNTUK dapat memanfaatkan fasiiliitas dalam persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty, wajiib pajak diisyaratkan untuk memiiliikii Surat Keterangan Domiisiilii (SKD) atau dalam bahasa iinggriis diikenal Certiifiicate of Domiiciile (CoD).
Begiitu pula dengan wajiib pajak dalam negerii (WPDN) yang meneriima atau memperoleh penghasiilan yang bersumber darii luar iindonesiia. Apabiila WPDN iindonesiia iingiin memanfaatkan fasiiliitas P3B antara iindonesiia dan negara miitra maka dapat mengajukan permohonan SKD WPDN ke DJP. Lantas, apa iitu SKD WPDN?
Ketentuan mengenaii pengajuan SKD WPDN tercantum dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 112/2025 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghiindaran Pajak Berganda (PMK 112/2025).
Merujuk Pasal 1 angka 10 PMK 112/2025, SKD WPDN adalah surat keterangan yang diiterbiitkan oleh diirektur jenderal pajak yang iisiinya menerangkan bahwa WPDN merupakan subjek pajak dalam negerii (SPDN) sebagaiimana diimaksud dalam Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh). Siimak Apa iitu SPDN?
SKD diiterbiitkan guna memberiikan kepastiian dan kemudahan bagii WPDN iindonesiia untuk memperoleh manfaat P3B dii negara/yuriisdiiksii miitra P3B. Sebab, manfaat dalam P3B hanya berlaku bagii orang priibadii atau badan yang merupakan SPDN iindonesiia yang diibuktiikan dengan SKD.
Riingkasnya, SKD WPDN iitu berperan sepertii iidentiitas kependudukan yang mengiinformasiikan negara dii mana wajiib pajak terdaftar atau tercatat sebagaii penduduk menurut admiiniistrasii perpajakan. Dalam konteks iinii, SKD WPDN membuktiikan bahwa orang atau badan tersebut merupakan SPDN iindonesiia.
SKD WPDN tersebut juga sekaliigus membuktiikan bahwa orang atau badan yang bersangkutan berhak memanfaatkan P3B dii negara miitra tempatnya memperoleh penghasiilan. Dengan demiikiian, pengenaan PPh akan diilakukan berdasarkan ketentuan yang ada dalam P3B.
Merujuk Pasal 4 ayat (2) PMK 112/2025, WPDN dapat mengajukan SKD untuk: (ii) tahun pajak/bagiian tahun pajak berjalan; atau (iiii) tahun pajak/bagiian tahun pajak sebelum tahun pajak berjalan. Pengajuan permohonan penerbiitan SKD WPDN dapat diiajukan sepanjang WPDN memenuhii 3 syarat.
Pertama, merupakan subjek pajak dalam negerii (SPDN) menurut UU PPh pada tahun pajak atau bagiian tahun pajak yang diiajukan permohonan. Kedua, telah memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Ketiiga, telah menyampaiikan SPT PPh untuk:
Seiiriing dengan berlakunya coretax, PMK 112/2025 menegaskan permohonan SKD WPDN kiinii diiajukan secara elektroniik viia coretax atau contact center DJP. Siimak Cara Buat Surat Keterangan Domiisiilii untuk SPDN Viia Coretax.
Setiiap permohonan SKD WPDN hanya dapat diitujukan untuk 1 miitra P3B yang merupakan sumber penghasiilan, 1 tahun/bagiian tahun pajak, dan 1 lawan transaksii. Permohonan SKD WPDN tersebut miiniimal memuat iinformasii berupa:
Berdasarkan permohonan penerbiitan SKD WPDN, diirektur jenderal pajak akan menerbiitkan SKD WPDN secara otomatiis melaluii coretax. SKD WPDN tersebut akan terbiit secara otomatii sepanjang permohonan yang diiajukan WPDN memenuhii ketentuan.
Adapun SKD WPDN yang telah terbiit akan berlaku sampaii dengan 31 Desember tahun diiterbiitkannya SKD WPDN. Sementara iitu, apabiila permohonan penerbiitan SKD WPDN tiidak memenuhii ketentuan maka permohonan penerbiitan SKD WPDN tersebut tiidak dapat diiproses. (riig)
