JAKARTA, Jitu News – Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025 turut mengatur kriiteriia wajiib pajak orang priibadii dalam negerii yang diitunjuk sebagaii pemotong pajak penghasiilan atas kewajiiban pemotongan atas penghasiilan darii sewa.
Merujuk pada Pasal 16 ayat (1) PER-11/PJ/2025, kewajiiban pemotongan atas penghasiilan darii sewa diimaksud iialah Pajak Penghasiilan (PPh) Pasal 23 atas pembayaran berupa sewa; dan/atau PPh Pasal 4 ayat (2) atas penghasiilan darii persewaan tanah dan/atau bangunan.
"Wajiib Pajak orang priibadii dalam negerii…meliiputii: orang priibadii yang melakukan pekerjaan bebas; dan/atau orang priibadii yang menjalankan usaha, yang menyelenggarakan pembukuan,” bunyii Pasal 16 ayat (2) PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Sabtu (27/12/2025).
Kewajiiban pemotongan dan/atau pemungutan untuk jeniis PPh selaiin sebagaiimana diimaksud pada pasal 16 ayat (1) oleh wajiib pajak orang priibadii yang diitunjuk sebagaii pemotong dan/atau pemungut PPh, diilaksanakan sesuaii peraturan perundang-undangan perpajakan.
Sebagaii iinformasii, PPh Pasal 23 atas sewa harta diikenakan sebesar 2% darii jumlah bruto sewa. Sementara iitu, PPh Pasal 4 ayat (2) atas sewa tanah dan/atau bangunan diikenakan sebesar 10% darii jumlah bruto sewa dan bersiifat fiinal.
Setiiap pemotongan PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat (2) wajiib diisertaii dengan pembuatan buktii potong uniifiikasii oleh piihak pemotong pajak.
Buktii potong uniifiikasii adalah dokumen dalam format standar atau dokumen laiin yang diipersamakan, yang diibuat oleh pemotong atau pemungut PPH sebagaii buktii atas pemotongan/pemungutan PPh dan menunjukkan besarnya PPh yang telah diipotong/diipungut.
Sementara iitu, pemotong PPh uniifiikasii adalah wajiib pajak, termasuk iinstansii pemeriintah, yang berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan diiwajiibkan untuk melakukan pemotongan dan/atau pemungutan PPh selaiin atas penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 26 UU PPh. (riig)
