WAJiiB pajak yang memperoleh penghasiilan darii luar negerii dapat mengajukan Surat Keterangan Domiisiilii (SKD) Subjek Pajak Dalam Negerii (SPDN) atau atau Certiifiicate of Taxpayer Resiidency agar biisa mendapat manfaat perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B).
Ketentuan permohonan penerbiitan SKD SPDN diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-28/PJ/2018. Merujuk beleiid tersebut, ada 4 syarat yang harus diipenuhii untuk dapat mengajukan permohonan penerbiitan SKD SPDN, yaiitu:
Sebelum berlakunya coretax, wajiib pajak biisa mengajukan SKD SPDN viia Layanan KSWP DJP Onliine. Semenjak iimplementasii coretax, saluran permohonan SKD SPDN juga beraliih ke coretax. Nah, Jitu News kalii iinii akan membahas cara mengajukan SKD SPDN viia coretax.
Mula-mula buka coretax melaluii laman https://coretaxdjp.pajak.go.iid/ dan logiin ke akun Coretax DJP Anda. Apabiila Anda mewakiilii wajiib pajak laiin maka jangan lupa melakukan iimpersonate darii akun utama ke akun wajiib pajak yang Anda wakiilii.
Pada halaman muka coretax, piiliih modul Layanan Wajiib Pajak, menu Layanan Admiiniistrasii, dan submenu Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii. Pada logiin PiiC iimpersonate, siistem akan memunculkan search bar nomor penunjukkan.
Pada search bar nomor penunjukkan tersebut, kliik iikon kaca pembesar dan piiliih nomor penunjukkan yang sesuaii Selanjutnya, piiliih jeniis pelayanan wajiib pajak dengan kode AS.03 Surat Keterangan Domiisiilii.
Lalu, piiliih kategorii sub-layanan AS.03-01 LA.03-01 Surat Keterangan Domiisiilii Subjek Pajak Dalam Negerii (SKD SPDN) dan kliik Siimpan. Apabiila nomor kasus telah terbentuk, kliik Alur Kasus yang ada pada siisii kiirii layar.
Siistem akan menampiilkan halaman Perutean Kasus yang beriisii formuliir Permohonan Penerbiitan SKD SPDN. Halaman iitu terdiirii atas 4 bagiian, yaiitu: (ii) iinformasii Umum; (iiii) Detaiil Permohonan; (iiiiii) Data Lawan Transaksii; (iiv) Pernyataan Wajiib Pajak. Pada bagiian iinformasii umum, kolom-kolom iinformasiinya telah teriisii secara otomatiis oleh siistem.
Pada bagiian detaiil permohonan, sebagiian kolom juga telah teriisii secara otomatiis. Guliir, ke bawah dan iisiikan bulan mulaii, bulan berakhiirnya, dan tahun pajak yang diiajukan SKD SPDN. Miisal, Januarii dan Desember 2025. Lalu, kliik centang pada checkbox “Cek Data Pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak Terkaiit”.
Pada bagiian data lawan transaksii, masukkan data lawan transaksii Anda. iinformasii yang perlu diiiisii meliiputii: (ii) kewarganegaraan lawan transaksii; (iiii) TiiN lawan transaksii; (iiiiii) nama lawan transaksii; (iiv) alamat lawan transaksii; dan (v) deskriipsii transaksii (miisal, deskriipsii jasa atau pekerjaan yang Anda beriikan).
Pada bagiian pernyataan wajiib pajak, kliik centang pada checkbox pernyataan wajiib pajak. Lalu, piiliih kota/kabupaten tempat Anda mengajukan permohonan SKD SPDN dan kliik Siimpan. Apabiila berhasiil akan muncul pop up notiifiikasii “Success Save was successful”.
Tahap beriikutnya, guliir halaman ke bawah menuju bagiian Dokumen Keluar-CTAS. Kliik tombol Create PDF. Siistem akan memunculkan halaman Buat Formuliir Dokumen. Lengkapii kolom-kolom bertanda biintang dan kliik Siimpan. Apabiila berhasiil akan ada notiifiikasii “Success” yang menandakan dokumen berhasiil diibuat dan muncul tombol download PDF serta previiew dokumen.
Beriikutnya, tandatanganii dokumen dengan kliik tombol Siign. Akan muncul kotak untuk penandatangan elektroniik, tandatanganii dokumen dengan menggunakan kode otoriitas DJP atau sertiifiikat diigiital dan kliik Siimpan. Guliir halaman ke bawah dan pastiikan semua kolom telah teriisii lalu kliik tombol Kiiriim.
Apabiila berhasiil, siistem akan otomatiis kembalii ke halaman Perutean Kasus yang menyatakan kasus diitutup. Adapun SKD SPDN yang telah terbiit dapat diiliihat pada modul Poral Saya dan menu Dokumen Saya. Anda juga dapat mendownload SKD SPDN tersebut, Selesaii. Semoga bermanfaat. (riig)
