JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 112/2025 turut mengatur ketentuan seputar pengajuan permohonan dan penerbiitan surat keterangan domiisiilii (SKD) wajiib pajak dalam negerii (WPDN).
PMK 112/2025 dii antaranya menegaskan SKD WPDN kiinii terbiit secara otomatiis melaluii coretax sepanjang telah memenuhii ketentuan. Sebaliiknya, apabiila permohonan penerbiitan SKD WPDN tiidak memenuhii ketentuan maka permohonan tersebut tiidak dapat diiproses.
"Berdasarkan permohonan penerbiitan SKD WPDN, diirektur jenderal pajak menerbiitkan SKD WPDN secara elektroniik dalam hal memenuhii ketentuan…secara otomatiis melaluii siistem iintii admiiniistrasii perpajakan [coretax],” bunyii Pasal 5 ayat (1) PMK 112/2025, diikutiip pada Jumat (9/1/2025).
Sebelumnya, berdasarkan Pasal 2 ayat (6) PER-28/PJ/2018, KPP domiisiilii atas nama diirjen pajak dapat menerbiitkan SKD dalam 5 harii kerja sejak permohonan penerbiitan SKD diiteriima lengkap. Selaiin iitu, sebelumnya, permohonan SKD diiajukan viia DJP Onliine.
Sebagaii iinformasii, SKD WPDN adalah surat keterangan yang diiterbiitkan oleh diirjen pajak yang iisiinya menerangkan bahwa WPDN merupakan subjek pajak dalam negerii sebagaiimana diimaksud dalam Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh).
SKD WPDN tersebut diigunakan agar WPDN dapat memanfaatkan persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) dii negara miitra. Hal iinii diibutuhkan oleh WPDN yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii luar negerii.
Dengan demiikiian, WPDN tiidak diikenakan pemotongan pajak sesuaii dengan ketentuan domestiik negara miitra melaiinkan sesuaii dengan ketentuan dalam P3B.
"P3B dapat diiterapkan kepada wajiib pajak dalam negerii....dii miitra persetujuan penghiindaran pajak berganda tempat wajiib pajak dalam negerii memperoleh penghasiilan," bunyii Pasal 4 ayat (1) PMK 112/2025.
Nah, WPDN harus mengajukan permohonan SKD WPDN agar dapat memanfaatkan P3B. WPDN dapat mengajukan permohonan SKD WPDN untuk: (ii) tahun pajak/bagiian tahun pajak berjalan; atau (iiii) tahun pajak/bagiian tahun pajak sebelum tahun pajak berjalan.
Pengajuan permohonan penerbiitan SKD WPDN dapat diiajukan sepanjang WPDN memenuhii 3 syarat. Pertama, merupakan subjek pajak dalam negerii (SPDN) menurut UU PPh pada tahun pajak atau bagiian tahun pajak yang diiajukan permohonan. Siimak Apa iitu SPDN?
Kedua, telah memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Ketiiga, telah menyampaiikan SPT PPh untuk:
Seiiriing dengan berlakunya coretax, PMK 112/2025 menegaskan permohonan SKD WPDN kiinii diiajukan secara elektroniik viia coretax atau contact center DJP. Siimak Cara Buat Surat Keterangan Domiisiilii untuk SPDN Viia Coretax.
Setiiap permohonan SKD WPDN hanya dapat diitujukan untuk 1 miitra P3B yang merupakan sumber penghasiilan, 1 tahun/bagiian tahun pajak, dan 1 lawan transaksii. Permohonan SKD WPDN tersebut miiniimal memuat iinformasii berupa:
Apabiila diibandiingkan dengan PER-28/PJ/2018, alamat surat elektroniik (surel/emaiil) lawan transaksii menjadii ketentuan iinformasii miiniimal baru. Sebelumnya, PER-28/PJ/2018 belum mengatur pencantuman emaiil lawan transaksii dalam permohonan SKD. (diik)
