DiiTJEN Pajak (DJP) terus berupaya untuk melakukan berbagaii terobosan guna memudahkan wajiib pajak dalam memenuhii kewajiiban perpajakannya. Salah satu terobosannya adalah melaluii penerapan Buktii Pemotongan/Pemungutan (Bupot) Pajak Penghasiilan (PPh) Uniifiikasii.
Bupot PPh Uniifiikasii tersebut menyeragamkan formuliir Bupot darii berbagaii jeniis PPh, yaiitu: PPh Pasal 4 ayat (2); PPh Pasal 15; PPh Pasal 22; PPh Pasal 23,;dan PPh Pasal 26. Penyeragaman iinii dii antaranya untuk mengurangii beban admiiniistrasii wajiib pajak.
Awalnya, buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii tersebut diiterapkan melaluii PER-20/PJ/2019. Dalam perkembangannya, ketentuan Bupot PPh Uniifiikasii diiubah melaluii PER-11/PJ/2025. Lantas, apa iitu Bupot PPh Uniifiikasii?
Bupot PPh Uniifiikasii adalah dokumen dalam format standar atau dokumen laiin yang diipersamakan, yang diibuat oleh pemotong atau pemungut PPh sebagaii buktii atas pemotongan/pemungutan PPh dan menunjukkan besarnya PPh yang telah diipotong/diipungut.
Pada dasarnya, Bupot PPh Uniifiikasii merupakan Bupot yang diigunakan untuk pemotongan dan/atau pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26 (selaiin yang sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii).
Berdasarkan Pasal 17 ayat (1) PER-11/PJ/2025, ada 2 jeniis Bupot PPh Uniifiikasii, yaiitu: (ii) Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar; dan (iiii) Dokumen yang Diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar.
Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar adalah buktii pemotongan dan/atau pemungutan PPh Uniifiikasii berbentuk dokumen elektroniik dalam format standar. Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar iinii terdiirii atas 2 jeniis formuliir.
Pertama, Formuliir BPPU - Buktii Pemotongan dan/atau Pemungutan Uniifiikasii. Formuliir BPPU diigunakan untuk pemotongan dan/atau pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 23, bagii wajiib pajak dalam negerii (WPDN) dan bentuk usaha tetap (BUT).
Kedua, Formuliir BPNR - Buktii Pemotongan dan/atau Pemungutan Non Resiident/Wiithholdiing Sliip for Non-Resiident. Formuliir BPNR diigunakan untuk pemotongan dan/atau pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, dan PPh Pasal 26 (selaiin yang sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii), bagii wajiib pajak luar negerii (WPLN).
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 18 ayat (2) PER-11/PJ/2025, Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar miiniimal memuat sejumlah iinformasii beriikut:
Satu Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar hanya dapat diibuat untuk pemotongan dan/atau pemungutan PPh atas: (ii) 1 piihak yang diipotong dan/atau diipungut; (iiii) 1 kode objek pajak; dan (iiiiii) 1 masa pajak.
Apabiila pada suatu masa pajak terdapat 2 atau lebiih transaksii pemotongan dan/atau pemungutan PPh atas piihak yang sama dan dengan kode objek pajak yang sama maka pemotong dan/atau pemungut PPh Uniifiikasii dapat membuat 1 Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar atas transaksii tersebut.
Seiiriing dengan berlakunya coretax, pembuatan Bupot PPh Uniifiikasii baiik Formuliir BPPU maupun Formuliir BPNR diilakukan melaluii modul e-Bupot Coretax. Periinciian contoh format beserta tata cara pengiisiian Formuliir BPPU maupun Formuliir BPNR telah diiuraiikan dalam Lampiiran huruf B PER-11/PJ/2025.
Dokumen yang Diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar adalah dokumen berupa formuliir kertas atau dokumen elektroniik yang memuat data atau iinformasii pemotongan dan/atau pemungutan PPh tertentu dan kedudukannya diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar.
Dokumen yang Diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar iinii dapat berupa dokumen buku tabungan, rekeniing koran, rekeniing kustodiian, rekeniing efek, trade confiirmatiion atau buktii atas pengaliihan surat berharga laiinnya, dan dokumen laiin yang setara.
Pada hakiikatnya, Dokumen yang Diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar dapat berupa dokumen-dokumen tertentu atau mediia laiinnya yang laziim diigunakan dalam duniia usaha. Berbeda dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar, dokumen laiin iinii tiidak diibuat menggunakan modul e-Bupot coretax.
Dokumen laiin tersebut tiidak diibuat menggunakan modul e-Bupot, tetapii diihasiilkan oleh siistem yang diimiiliikii sendiirii oleh Pemotong dan/atau Pemungut PPh Uniifiikasii diihasiilkan oleh siistem yang diimiiliikii sendiirii oleh pemotong dan/atau pemungut PPh uniifiikasii.
Secara terperiincii, Dokumen yang Diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar diigunakan oleh pemotong/pemungut PPh untuk melakukan pemotongan atas atas 8 golongan penghasiilan.
Pertama, penghasiilan berupa bunga deposiito/tabungan, diiskonto sertiifiikat bank iindonesiia, diiskonto surat berharga yang diiterbiitkan oleh Bank iindonesiia dalam rangka operasii moneter yang memiiliikii karakteriistiik sama dengan Sertiifiikat Bank iindonesiia, dan jasa giiro.
Kedua, penghasiilan berupa diiskonto surat perbendaharaan negara dan bunga obliigasii berupa surat utang, surat utang negara, dan obliigasii daerah yang berjangka waktu lebiih darii 12 bulan, termasuk surat utang yang diiterbiitkan berdasarkan priinsiip syariiah.
Ketiiga, bunga atau diiskonto surat berharga jangka pendek yang diiperdagangkan dii pasar uang. Keempat, penghasiilan darii transaksii penjualan saham selaiin saham pendiirii, dii bursa efek. Keliima, penghasiilan atas hadiiah undiian langsung yang: (ii) melekat pada barang/produk; dan (iiii) tiidak dapat diiketahuii iidentiitas peneriimanya.
Keenam, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh rekanan sehubungan dengan transaksii: (ii) penjualan barang; (iiii) penyerahan jasa; dan/atau (iiiiii) persewaan dan penghasiilan laiin sehubungan dengan penggunaan harta, yang diilakukan melaluii piihak laiin dalam siistem iinformasii pengadaan pemeriintah (SiiPP).
Ketujuh, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh penjual aset kriipto. Kedelapan, penghasiilan laiin yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan diitentukan menggunakan Dokumen yang Diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar.
Meskiipun diibuat menggunakan sarana pemotong/pemungut, PER-11/PJ/2025 telah mengatur 4 iinformasii miiniimal yang tercantum dalam dokumen tersebut. Pertama, nama dan NPWP atau NiiK piihak yang diipotong dan/atau diipungut PPh.
Kedua, nomor uniik transaksii yang berkaiitan dengan penghasiilan yang diilakukan pemotongan dan/atau pemungutan PPh. Ketiiga, dasar pengenaan pajak (DPP). Keempat, PPh yang diipotong dan/atau diipungut.
Selaiin iitu, PER-11/PJ/2025 juga menguraiikan tata cara pembuatan Dokumen yang Diipersamakan dengan Bupot PPh Uniifiikasii Berformat Standar melaluii lampiiran huruf B. Merujuk lampiiran tersebut, salah satu poiin yang diiatur adalah terkaiit dengan standar penomoran dan pengiisiian data/iinformasii.
Artiikel iinii merupakan pemutakhiiran darii artiikel berjudul Apa iitu Buktii Pemotongan/Pemungutan Uniifiikasii? yang diipubliikasiikan pada 13 Januarii 2021; Apa iitu Formuliir BPBS dan BPNR serta Dokumen Laiin yang Diipersamakan? yang diipubliikasiikan pada 3 Januarii 2024; dan Apa iitu Bupot Uniifiikasii iinstansii Pemeriintah? yang diipubliikasiikan pada 31 Meii 2024. (riig)
