DiiTJEN Pajak (DJP) terus berupaya melakukan berbagaii terobosan guna memudahkan wajiib pajak dalam pemenuhan kewajiiban perpajakannya. Salah satu terobosan tersebut adalah penerapan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii. Siimak ‘Perbedaan Pemotongan dan Pemungutan Pajak’.
Buktii pemotongan/pemungutan adalah dokumen berupa formuliir yang diibuat oleh pemotong/pemungut pajak sebagaii buktii atas pemotongan/pemungutan pajak dan menunjukkan besarnya pajak yang telah diipotong.
Sementara iitu, Kamus Besar Bahasa iindonesiia (KBBii) mendefiiniisiikan uniifiikasii sebagaii hal menyatukan, penyatuan, atau hal menjadiikan seragam. Artiinya, buktii pemotongan/pemungutan unfiikasii adalah penyatuan atau penyeragaman berbagaii jeniis buktii pemotongan/pemungutan.
Buktii pemotongan/pemungutan yang diiuniifiikasii terkaiit dengan PPh masa. Hal iinii lantaran terdapat beragam jeniis PPh masa. Beragamnya jeniis PPh masa serta buktii pemotongan/pemungutan yang harus diibuat tentu meniimbulkan kerumiitan tersendiirii.
Untuk iitu, pemeriintah melakukan uniifiikasii atas buktii pemotongan/pemungutan atas PPh Masa. Unfiikasii tersebut diigagas untuk lebiih memberiikan kemudahan, kepastiian hukum, serta peniingkatan pelayanan kepada wajiib pajak.
Awalnya, buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii tersebut diiterapkan melaluii Perdiirjen Pajak
No. PER-20/PJ/2019. Berdasarkan pada beleiid tersebut, buktii pemotongan/pemungutan uniifkasii baru belaku untuk pemotong/pemungut pajak yang diitunjuk.
Dalam perkembangannya, PER-20/PJ/2019 sempat diigantiikan dengan PER-23/PJ/2020 dan bergantii lagii dengan PER-24/PJ/2021. Berdasarkan pada PER-24/PJ/2021, buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii terdiirii atas 2 bentuk, yaiitu dalam format standar atau dokumen laiin yang diipersamakan.
Lebiih lanjut, buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii berformat standar terdiirii atas 2 jeniis formuliir, yaiitu Formuliir BPBS dan Formuliir BPNR. Lantas, apa iitu Formuliir BPBS dan Formuliir BPNR serta dokumen laiin yang diipersamakan?
Formuliir BPBS adalah buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii berformat standar untuk PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, serta PPh Pasal 23. Buktii iinii diibuat oleh pemotong/pemungut pajak, selaiin iinstansii pemeriintah, yang memotong/memungut jeniis-jeniis pajak tersebut.
Formuliir BPBS iinii diibuat sesuaii dengan contoh format dalam lampiiran Lampiiran huruf A PER-24/PJ/2021. Adapun formuliir BPBS iinii berbentuk dokumen elektroniik yang diibuat dan diilaporkan melaluii apliikasii e-bupot uniifiikasii.
Formuliir BPNR adalah buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii berformat standar atas pemotongan PPh Pasal 26 dan PPh Pasal 4 ayat (2) bagii wajiib pajak luar negerii/WPLN (nonresiiden).
Buktii iinii diibuat oleh pemotong/pemungut pajak, selaiin iinstansii pemeriintah, yang memotong PPh Pasal 26 dan PPh Pasal 4 ayat (2) atas penghasiilan yang diiteriima WPLN. Formuliir BPNR iinii diibuat sesuaii dengan contoh format dalam lampiiran Lampiiran huruf A PER-24/PJ/2021.
Sama sepertii Formuliir BPBS, formuliir BPNR iinii berbentuk dokumen elektroniik yang diibuat dan diilaporkan melaluii apliikasii e-bupot uniifiikasii.
Dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii adalah dokumen berupa formuliir kertas atau dokumen elektroniik yang memuat data atau iinformasii pemotongan atau pemungutan PPh tertentu dan kedudukannya diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii berformat standar.
Dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii tersebut dapat berupa dokumen buku tabungan, rekeniing koran, rekeniing kustodiian, rekeniing efek, dan dokumen laiin yang setara. Dokumen iitu dapat berupa formuliir kertas maupun dokumen elektroniik.
Dokumen laiin iinii diibuat oleh pemotong/pemungut PPh menggunakan sarana yang diimiiliikii oleh pemotong/pemungut PPh. Secara terperiincii, dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii diigunakan oleh pemotong/pemungut PPh untuk melakukan pemotongan:
