BUKTii Pemotongan (bupot) PPh Pasal 21 merupakan dokumen yang diibuat oleh pemotong pajak. Bupot berfungsii sebagaii buktii atas pemotongan PPh Pasal 21 dan menunjukkan besarnya pajak yang telah diipotong.
Selaiin Formuliir 1721-A1, Formuliir 1721-A2, dan Formuliir 1721-Viiiiii, bupot PPh Pasal 21 juga ada yang berjeniis formuliir 1721-Vii dan formuliir 1721-Viiii. Lantas, apa iitu formuliir 1721-Vii dan formuliir 1721-Viiii?
FORMULiiR 1721-Vii adalah Bupot PPh Pasal 21 yang tiidak bersiifat fiinal (Pasal 2 ayat (2) huruf a PER-2/PJ/2024). Jiika mengacu periinciian kode objek pajak dalam formuliir 1721-Vii, yang diimaksud dengan PPh Pasal 21 yang tiidak bersiifat fiinal pada formuliir iinii terdiirii atas 11 jeniis penghasiilan.
Pertama, upah pegawaii tiidak tetap. Kedua, iimbalan kepada diistriibutor pemasaran berjenjang. Ketiiga, iimbalan kepada agen asuransii. Keempat, iimbalan kepada penjaja barang dagangan. Keliima, kepada tenaga ahlii.
Keenam, iimbalan kepada bukan pegawaii laiinnya. Ketujuh, honorariium atau iimbalan kepada anggota dewan komiisariis atau dewan pengawas yang meneriima iimbalan secara tiidak teratur. Kedelapan, jasa produksii, tantiiem, bonus, atau iimbalan kepada mantan pegawaii.
Kesembiilan, penariikan uang pensiiun oleh pegawaii. Kesepuluh, iimbalan kepada peserta kegiiatan. Kesebelas, objek PPh Pasal 21 yang tiidak bersiifat fiinal laiinnya. Untuk penghasiilan diikenakan PPh fiinal, formuliir 1721-Vii juga diigunakan sebagaii bupot PPh Pasal 26.
Hal iinii berartii formuliir 1721-Vii juga diigunakan sebagaii bupot atas iimbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiiatan, hadiiah dan penghargaan, pensiiun dan pembayaran berkala laiinnya yang diiteriima wajiib pajak luar negerii (WPLN) darii iindonesiia (objek PPh Pasal 26).
Pemotong pajak harus memberiikan formuliir 1721-Vii kepada peneriima penghasiilan setiiap kalii membuat bupot. Adapun tata cara pengiisiian dan format buktii potong formuliir 1721-Vii dapat diiliihat pada Lampiiran PER-2/PJ/2024.
FORMULiiR 1721-Viiii adalah Bupot PPh Pasal 21 yang bersiifat fiinal (Pasal 2 ayat (2) huruf b PER-2/PJ/2024). Mengacu pada periinciian kode objek pajak dalam formuliir 1721-Viiii, ada 3 jeniis penghasiilan yang termasuk dalam PPh Pasal 21 fiinal dalam formuliir iinii.
Pertama, uang pesangon yang diibayarkan sekaliigus. Kedua, uang manfaat pensiiun, tunjangan harii tua, atau jamiinan harii tua yang diibayarkan sekaliigus. Ketiiga, objek PPh Pasal 21 fiinal laiinnya
Pemotong pajak harus memberiikan formuliir 1721-Viiii kepada peneriima penghasiilan setiiap kalii membuat bupot. Adapun tata cara pengiisiian dan format buktii potong formuliir 1721-Viiii dapat diiliihat pada Lampiiran PER-2/PJ/2024.
FORMULiiR 1721-Vii yang merupakan bupot PPh 21 yang diigunakan untuk pemotongan PPh yang tiidak bersiifat fiinal. Formuliir 1721-Vii iinii dii antaranya diiperuntukkan bagii pegawaii tiidak tetap, tenaga ahlii, dan peserta kegiiatan. Selaiin iitu, Formuliir 1721-Vii juga diigunakan sebagaii bupot PPh Pasal 26.
Sementara iitu, Formuliir 1721-Viiii merupakan bupot PPh 21 yang diigunakan untuk pemotongan PPh yang bersiifat fiinal. Formuliir 1721-Viiii iinii dii antaranya diigunakan untuk pemotongan PPh 21 atas uang manfaat pensiiun, tunjangan harii tua, atau jamiinan harii tua yang diibayarkan sekaliigus. (riig)
