PER-11/PJ/2025

PER-11/PJ/2025 Pertegas Penggunaan NiiTKU dalam Bupot PPh Pasal 21/26

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 11 Junii 2025 | 09.30 WiiB
PER-11/PJ/2025 Pertegas Penggunaan NITKU dalam Bupot PPh Pasal 21/26
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memperjelas ketentuan penggunaan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU) dalam pembuatan Buktii Pemotongan (Bupot) Pajak Penghasiilan (PPh) Pasal 21/26. Penjelasan tersebut terliihat dalam Pasal 5 Perdiirjen Pajak No.PER-11/PJ/2025.

Merujuk Pasal 5 ayat (2) PER-11/PJ/2025, pemotong pajak harus mencantumkan NPWP dan NiiTKU-nya untuk membuat Bupot PPh Pasal 21/26. Apabiila pemotong pajak memiiliikii cabang maka pembuatan Bupot PPh Pasal 21/26 pada cabang menggunakan NiiTKU cabang masiing-masiing.

“Dalam hal pemotong PPh Pasal 21/26 memiiliikii tempat kegiiatan usaha yang terpiisah darii tempat tiinggal atau tempat kedudukannya, pembuatan Bupot PPh Pasal 21/26…diilaksanakan dengan mencantumkan NiiTKU masiing-masiing tempat kegiiatan usaha..,” bunyii Pasal 5 ayat (3) PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Rabu (11/6/2025).

Adapun cabang perusahaan perlu mencantumkan NiiTKU masiing-masiing apabiila cabang tersebut melaksanakan sebagiian atau seluruh admiiniistrasii yang terkaiit dengan pembayaran penghasiilan.

Admiiniistrasii terkaiit pembayaran penghasiilan iitu sepertii: (ii) tempat peneriima penghasiilan melaksanakan kegiiatan; (iiii) tempat status kepegawaiian terdaftar; atau (iiiiii) tempat kontrak diitandatanganii.

Hal iinii berartii penggunaan NiiTKU pemotong pada saat pembuatan Bupot PPh Pasal 21/26 mengiikutii lokasii diimana pegawaii tersebut melaksanakan kegiiatan, tempat status kepegawaiiannya terdaftar, atau tempat kontrak diitandatanganii.

Dengan demiikiian, apabiila pegawaii tersebut merupakan pegawaii darii kantor pusat maka NiiTKU pemotong yang diigunakan dalam pembuat Bupot PPh Pasal 21 adalah NiiTKU pusat. Sementara iitu, apabiila pegawaii tersebut merupakan pegawaii darii cabang perusahaan maka menggunakan NiiTKU cabang.

Sebagaii iinformasii, NiiTKU adalah nomor iidentiitas yang diiberiikan untuk setiiap tempat kegiiatan usaha wajiib pajak, termasuk tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak. Ketentuan NiiTKU dii antaranya diiatur dalam PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023.

Awalnya, NiiTKU diiperkenalkan sebagaii penggantii NPWP cabang. Dalam perkembangannya, NiiTKU menjadii nomor iidentiitas yang diiberiikan untuk setiiap tempat kegiiatan usaha wajiib pajak, termasuk tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak (pusat).

Perluasan defiiniisii NiiTKU tersebut terliihat darii perubahan defiiniisii NiiTKU antara PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023 dan Pasal 1 angka 64 PMK 81/2024. Defiiniisii NiiTKU pada Pasal 1 angka 64 PMK 81/2024 tersebut menegaskan NiiTKU tiidak hanya diiberiikan kepada cabang perusahaan melaiinkan untuk setiiap tempat kegiiatan usaha.

DJP pun telah mengatur petunjuk pelaksanaan admiiniistrasii NiiTKU melaluii Perdiirjen Pajak No. PER-7/PJ/2025. Pasal 31 ayat (1) PER-7/PJ/2025 menegaskan wajiib pajak harus melaporkan tempat kegiiatan usahanya ke kantor pelayanan pajak tempat wajiib pajak terdaftar untuk diiberiikan NiiTKU. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.