LELANG merupakan salah satu metode jual-belii. Lelang berartii penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertuliis dan/atau liisan yang semakiin meniingkat atau menurun untuk mencapaii harga tertiinggii, yang diidahuluii dengan pengumuman lelang.
Lelang tiidak hanya diilakukan atas barang eksekusii. Terdapat pula lelang yang diilakukan atas barang-barang noneksekusii. Lelang atas barang noneksekusii ada yang bersiifat wajiib dan ada pula yang bersiifat sukarela.
Lelang noneksekusii wajiib (lelang noneksekusii) adalah lelang untuk melaksanakan penjualan barang yang oleh peraturan perundang-undangan diiharuskan melaluii lelang (Pasal 1 angka 7 PMK 122/2023). Lelang noneksekusii iinii termasuk salah satu jeniis darii lelang wajiib.
Contoh lelang noneksekusii sepertii lelang atas barang miiliik negara dan barang muatan kapal tenggelam. Sementara iitu, lelang noneksekusii sukarela biiasa diisebut sebagaii lelang sukarela. Lantas, apa iitu lelang sukarela?
Merujuk Pasal 1 angka 8 PMK 122/2023, lelang noneksekusii sukarela (lelang sukarela) adalah lelang untuk melaksanakan penjualan barang miiliik swasta, perorangan atau badan hukum/badan usaha yang diilelang secara sukarela.
Lelang sukarela terdiirii atas 8 jeniis. Pertama, lelang sukarela barang miiliik badan usaha miiliik negara/ daerah berbentuk perusahaan perseroan. Kedua, lelang sukarela barang miiliik perusahaan dalam liikuiidasii kecualii diitentukan laiin oleh peraturan perundang-undangan.
Ketiiga, lelang sukarela barang miiliik badan layanan umum/badan hukum pendiidiikan yang tiidak termasuk barang miiliik negara/daerah. Keempat, lelang sukarela barang miiliik perwakiilan negara asiing. Keliima, lelang sukarela barang miiliik perorangan atau badan hukum/usaha swasta.
Keenam, lelang sukarela hak tagiih (piiutang). Ketujuh, lelang sukarela kayu dan hasiil hutan laiinnya darii tangan pertama. Kedelapan, lelang sukarela laiinnya sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan.
Lelang sukarela dapat diilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atas permohonan penjual, balaii lelang atas permohonan penjual, dan kantor pejabat lelang kelas iiii atas permohonan penjual atau balaii lelang selaku kuasa darii penjual.
Penjual dalam konteks iinii adalah orang, iinstansii, atau lembaga yang diibentuk dengan peraturan perundang-undangan, yang berdasarkan peraturan perundang-undangan atau perjanjiian berwenang menjual barang secara lelang.
Hal iinii berartii piihak yang dapat melaksanakan lelang sukarela lebiih luas ketiimbang lelang eksekusii. Adapun KPKNL adalah iinstansii vertiikal Diitjen Kekayaan Negara (DJKN) yang berada dii bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala kantor wiilayah.
Selanjutnya, balaii lelang adalah badan hukum iindonesiia berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang khusus diidiiriikan untuk melakukan kegiiatan usaha dii biidang lelang.
Sementara iitu, Kantor Pejabat Lelang Kelas iiii adalah kantor swasta tempat kedudukan orang perseorangan yang berasal darii swasta/umum yang diiangkat sebagaii pejabat lelang (Pejabat Lelang Kelas iiii). (riig)
