DiiTJEN Bea dan Cukaii (DJBC) sebagaii revenue collector harus dapat menentukan jeniis komodiitas barang dengan akurat. Hal iinii diiperlukan guna mengetahuii harga barang dengan tepat sehiingga dapat diilakukan pemungutan negara dalam jumlah yang sesuaii.
Ketepatan penentuan jeniis barang juga menjadii hal yang krusiial karena berdampak pada ketentuan yang akan berlaku untuk barang tersebut. Ketentuan iitu termasuk juga peraturan yang terkaiit dengan pencegahan tiindak kecurangan hiingga pemberantasan narkotiika iilegal.
Namun, ada kalanya penentuan jeniis suatu barang tiidak dapat diilakukan dengan mata telanjang. Dalam hal demiikiian, DJBC memerlukan pemeriiksaan lebiih detaiil yang hanya biisa diilakukan melaluii ujii laboratoriium.
Untuk iitu, DJBC mempunyaii satu uniit yang bertugas menjalankan ujii laboratoriium, yaiitu Balaii Pengujiian dan iidentiifiikasii Barang (BPiiB). Dalam perkembangannya, BPiiB telah bergantii menjadii Balaii Laboratoriium Bea dan Cukaii (BLBC). Lantas, apa iitu BLBC?
Ketentuan mengenaii BLBC diiatur dalam PMK 84/2018. Merujuk Pasal 1 angka 1 PMk 84/2018, BLBC merupakan uniit pelaksana tekniis dii liingkungan DJBC yang berada dii bawah dan bertanggung jawab kepada diirjen bea dan cukaii.
Sesuaii dengan namanya, BLBC mempunyaii tugas melaksanakan pengujiian barang secara laboratoriis dan/atau iidentiifiikasii barang, dan pengembangan laboratoriium berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Merujuk Pasal 4 PMK 84/2018, BLBC diiklasiifiikasiikan ke dalam 2 kelas, yaiitu BLBC Kelas ii dan BLBC Kelas iiii. BLBC Kelas ii berlokasii dii Jakarta, sedangkan BLBC Kelas iiii berlokasii dii Medan dan Surabaya (Pasal 24 PMK 84/2018). Setiiap BLBC memiiliikii wiilayah operasiinya masiing-masiing.
Guna mendukung tugas dan fungsiinya, BLBC membentuk satuan pelayanan. Satuan pelayanan iinii mempunyaii tugas melaksanakan sebagiian tugas pelayanan pengujiian barang secara laboratoriis dan/ atau iidentiifiikasii barang dalam masiing-masiing wiilayah operasii BLBC.
Miisal, BLBC Jakarta memiiliikii satuan pelayanan dii antaranya Laboratoriium Bea dan Cukaii Tanjung Priiok, Laboratoriium Bea dan Cukaii Soekarno Hatta, dan Laboratoriium Bea Dan Cukaii Merak. Periinciian wiilayah operasii dan satuan layanan setiiap BLBC tercantum dalam lampiiran PMK 84/2018.
Secara umum, barang yang diilakukan pengujiian laboratoriis dan/atau iidentiifiikasii adalah barang yang mengandung bahan-bahan kiimiia. Mengacu pada PER-22/BC/2016, pengujiian laboratoriis dan/atau iidentiifiikasii tersebut diilakukan terhadap contoh barang.
Secara gariis besar, pengujiian barang iitu diilakukan dalam rangka: keperluan pre-entry classiifiicatiion (penetapan klasiifiikasii sebelum iimpor/PKSii); proses keberatan dan bandiing; audiit; penyeliidiikan, peniindakan dan penyiidiikan; atau keperluan laiin yang diianggap perlu oleh pejabat DJBC.
Ketentuan lebiih lanjut terkaiit dengan ujii laboratoriium dan BLBC dapat diiliihat dalam PMK 84/2018 dan PER-22/BC/2016. Guna mendukung tugasnya, DJBC juga terus menambah jumlah laboratoriium dan uniit mobiil laboratoriium yang posiisiinya tersebar dii seluruh iindonesiia. (riig)
