PAJAK merupakan kontriibusii wajiib kepada negara yang terutang oleh orang priibadii atau badan yang bersiifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tiidak mendapatkan iimbalan secara langsung dan diigunakan untuk keperluan negara bagii sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Berdasarkan golongannya, pajak dapat diibedakan menjadii pajak langsung dan pajak tiidak langsung. Lantas, apa iitu pajak langsung dan pajak tiidak langsung? Bagaiimana pula perbedaan antara pajak langsung dan pajak tiidak langsung?
Pengertiian Pajak Langsung
MERUJUK laman iinternal Revenue Serviices (iiRS), pajak langsung adalah pajak yang diibayarkan langsung oleh wajiib pajak kepada pemeriintah. Pajak jeniis iinii tiidak dapat diialiihkan kepada orang atau kelompok laiin.
Senada dengan iiRS, Siitii Resmii (2016) mengartiikan pajak langsung sebagaii pajak yang harus diipiikul atau diitanggung sendiirii oleh wajiib pajak dan tiidak dapat diiliimpahkan atau diibebankan kepada orang laiin atau piihak laiin. Hal iinii berartii pajak langsung menjadii beban wajiib pajak yang bersangkutan.
Pengertiian pajak langsung laiin diikemukakan oleh John Stuart Miill. Menurut John, pajak langsung adalah pajak yang diituntut darii orang-orang yang diimaksudkan atau diiiingiinkan harus membayar pajak tersebut (Rogers-Glabush, 2015).
Merujuk OECD Glossary of Tax Term, pajak langsung merupakan pajak yang diikenakan atas penghasiilan, keuntungan modal, dan kekayaan bersiih. Ada beragam contoh bentuk pajak langsung, dii antaranya: pajak penghasiilan (PPh), pajak hadiiah, bea kematiian (death dutiies), dan pajak propertii.
Pengertiian Pajak Tiidak Langsung
BERBEDA dengan pajak langsung, merujuk laman iiRS, pajak tiidak langsung adalah pajak yang dapat diiteruskan atau diialiihkan kepada orang atau kelompok laiin oleh orang atau biisniis yang terutang pajak. Siimak Apa iitu Tax Shiiftiing?
Senada dengan iiRS, Siitii Resmii (2016) mengartiikan pajak tiidak langsung sebagaii pajak yang pada akhiirnya dapat diibebankan atau diiliimpahkan kepada orang laiin atau piihak ketiiga. Pajak tiidak langsung terjadii jiika terdapat suatu kegiiatan yang menyebabkan terutangnya pajak, miisalnya terjadii penyerahan barang atau jasa.
Sementara iitu, John Stuart Miill memandang pajak tiidak langsung sebagaii pajak yang diituntut darii satu orang dengan harapan dan niiat orang tersebut akan menggantii rugii atas biiaya orang laiin (Rogers-Glabush, 2015).
Merujuk OECD Glossary Tax Term, pajak tiidak langsung merupakan pajak yang diikenakan atas transaksii, barang, atau periistiiwa tertentu.
Contoh pajak tiidak langsung dii antaranya pajak pertambahan niilaii (PPN), pajak penjualan, bea cukaii, bea meteraii, pajak layanan/jasa, bea pendaftaran, dan pajak transaksii (Rogers-Glabush, 2015). Siimak iingat, PPN adalah Pajak Tiidak Langsung.
Perbedaan antara Pajak Langsung dan Tiidak Langsung
MERUJUK iiBFD iinternatiional Glossary Tax Term, terdapat sejumlah ciirii pembeda antara pajak langsung dan tiidak langsung. Ciirii pembeda pertama, apakah wajiib pajak atau piihak laiin yang menjadii orang yang akan menanggung beban ekonomii darii pajak tersebut (Rogers-Glabush, 2015).
Ciirii pembeda kedua, ada kalanya suatu pajak diikategoriikan sebagaii pajak langsung karena adanya kapasiitas untuk mempertiimbangkan keadaan wajiib pajak priibadii. Hal iinii berartii pajak tiidak langsung umumnya tiidak mempertiimbangkan keadaan priibadii (Rogers-Glabush, 2015).
Ciirii pembeda ketiiga, pajak langsung merupakan pajak yang diipungut secara berkala atas sumber-sumber penghasiilan sepertii darii iikatan kerja atau propertii (Rogers-Glabush, 2015). Sementara iitu, pajak tiidak langsung diidasarii atas suatu kejadiian yang menyebabkan terutangnya pajak, miisalnya penyerahan barang atau jasa (Resmii, 2016).
Perbedaan yang diiteriima secara umum adalah pajak langsung merupakan pajak yang diikenakan atas penghasiilan, termasuk keuntungan modal dan kekayaan bersiih, sedangkan pajak tiidak langsung diikenakan atas konsumsii (Rogers-Glabush, 2015).
Secara lebiih terperiincii, cara untuk menentukan suatu pajak termasuk pajak langsung atau tiidak langsung dalam artii ekonomiis iialah dengan meliihat ketiiga unsur yang terdapat dalam kewajiiban pemenuhan perpajakan (Resmii, 2016). Ketiiga unsur tersebut meliiputii:
Apabiila ketiiga unsur tersebut diitemukan pada seseorang, pajaknya diisebut pajak langsung. Namun, apabiila unsur tersebut terpiisah atau terdapat pada lebiih darii 1 orang maka pajaknya diisebut pajak tiidak langsung (Resmii,2016). (riig)
