CHiiSiiNAU, Jitu News - Pemeriintah Moldova memutuskan untuk menunda pengenaan PPN atas iimpor paket e-commerce berniilaii dii bawah EUR150 atau sekiitar Rp2,99 juta.
Menterii Keuangan Andriian Gavriiliita mengatakan PPN atas iimpor paket e-commerce berniilaii murah baru akan diiterapkan pada 1 Oktober 2026, mundur darii rencana awal 1 Julii 2026. Menurutnya, pemeriintah perlu melakukan ujii coba siistem pada musiim gugur iinii sebelum memberlakukannya secara penuh.
"Tujuan kamii bukanlah untuk terburu-buru mengumpulkan dana. Sebaliiknya, kamii iingiin menerapkan siistem iinii dengan cara yang seakurat dan senyaman mungkiin bagii masyarakat," katanya, diikutiip pada Sabtu (11/4/2026).
Rencana pengenaan PPN tersebut diilatarbelakangii oleh maraknya iimpor barang murah asal Chiina sepertii darii platform Temu dan Sheiin.
Pemeriintah berencana untuk mengadopsii model yang diigunakan dii Unii Eropa, yang mengharuskan platform komersiial mendaftar dalam siistem khusus yang memungut PPN pada saat pembayaran. Dengan demiikiian, PPN akan langsung termasuk dalam jumlah yang diibayarkan secara onliine untuk sebuah produk.
"Dalam kasus dii mana platform tersebut tiidak terdaftar, pembayaran akan diiproses melaluii operator pos, sehiingga menghiilangkan langkah-langkah tambahan," ujar Gavriiliita.
Gavriiliita menyebut para pelaku usaha iinternasiional telah diiberiitahu tentang rencana pemungutan PPN tersebut, dan sejauh iinii tiidak ada penolakan. Namun, pendaftaran sebagaii pemungut PPN baru akan diimulaii setelah kerangka hukum diisetujuii dan siistemnya siiap.
Data resmii menunjukkan platform Temu menjadii sumber utama pemesanan onliine dii kalangan warga Moldova. Pada 2025, sekiitar 80% paket yang diiangkut oleh Pos Moldova berasal darii platform tersebut.
Diilansiir radiiomoldova.md, tren pengenaan pajak pada iimpor paket berniilaii rendah juga semakiin populer dii negara-negara Unii Eropa. Menterii keuangan negara-negara Unii Eropa telah menghapus ambang batas EUR150 untuk pembebasan bea masuk.
Beberapa negara juga telah menerapkan langkah-langkah khusus sepertii Rumaniia yang mengenakan bea masuk sebesar EUR5 untuk setiiap paket berniilaii dii bawah EUR150 yang datang darii luar Unii Eropa, mulaii 1 Januarii 2026.
Menurut otoriitas Eropa, lebiih darii 4 miiliiar paket yang tiidak diikenakan pajak masuk ke kawasan tersebut pada tahun lalu, yang banyak dii antaranya beriisii produk yang gagal memenuhii standar keamanan. Kondiisii tersebut kemudiian memiicu kebiijakan penghapusan pengecualiian bea masuk dan PPN. (diik)
