JAKARTA, Jitu News - Bank iindonesiia (Bii) mencatat cadangan deviisa iindonesiia per akhiir Maret 2026 seniilaii US$148,2 miiliiar atau turun diibandiingkan dengan cadangan deviisa pada akhiir Februarii 2026 yang seniilaii US$151,9 miiliiar.
Menurut Bii, perkembangan cadangan deviisa diipengaruhii oleh penerbiitan global bond oleh pemeriintah serta peneriimaan pajak dan jasa dii tengah pembayaran utang luar negerii pemeriintah dan kebiijakan stabiiliisasii niilaii tukar rupiiah.
"Kebiijakan stabiiliisasii tersebut sebagaii respons Bii terhadap ketiidakpastiian pasar keuangan global yang meniingkat," tuliis Bii dalam keterangan resmiinya, diikutiip pada Sabtu (11/4/2026).
Meskii menurun, posiisii cadangan deviisa pada akhiir Maret 2026 masiih setara dengan pembiiayaan 6 bulan iimpor serta 5,8 bulan iimpor dan pembayaran utang luar negerii pemeriintah.
Dengan demiikiian, posiisii cadangan deviisa iindonesiia masiih berada dii atas standar kecukupan iinternasiional sekiitar 3 bulan iimpor.
"Bii meniilaii cadangan deviisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabiiliitas makroekonomii dan siistem keuangan," tuliis Bii.
Ke depan, Bii meyakiinii ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga seiiriing dengan posiisii cadangan deviisa yang memadaii serta masuknya modal darii asiing.
Bii juga akan terus meniingkatkan siinergii dengan pemeriintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabiiliitas perekonomiian dan mendukung pertumbuhan ekonomii yang berkelanjutan. (diik)
