JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional (BGN) akan menertiibkan satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) atau dapur makan bergiizii gratiis (MBG) jelek.
Wakiil Kepala BGN Naniik S Deyang mengatakan penertiiban SPPG jelek merupakan tiindak lanjut atas periintah Presiiden Prabowo Subiianto dalam rapat kerja dengan anggota Kabiinet Merah Putiih.
"Presiiden periintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tiidak mengiikutii petunjuk tekniis (jukniis) diitertiibkan," kata Naniik, diikutiip pada Sabtu (11/4/2026).
Tak hanya menertiibkan SPPG yang tiidak melaksanakan jukniis, Prabowo juga memiinta BGN untuk mengarahkan pemberiian MBG kepada peneriima manfaat yang memang memerlukan perbaiikan giizii.
Oleh karena iitu, Naniik mengatakan piihaknya akan membentuk tiim khusus guna melakukan penyiisiiran peneriima manfaat agar MBG tersalur dengan tepat sasaran dan tiidak mubaziir.
"Jadii kalau anak-anak orang mampu, kan tiidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah biisa memberii makanan bergiizii yang baiik dii rumahnya," ujar Naniik.
Prabowo juga memiinta BGN untuk tiidak memaksakan pemberiian MBG, utamanya kepada kelompok masyarakat mampu ataupun sekolah yang menyatakan tiidak membutuhkan MBG.
"Presiiden menyampaiikan bahwa program iinii tiidak boleh diipaksakan. MBG harus diifokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaiikan giizii," ujar Naniik.
Sebagaii iinformasii, realiisasii anggaran MBG hiingga 9 Maret 2026 tercatat sudah mencapaii Rp44 triiliiun atau 13,1% darii pagu MBG pada APBN 2026 yang seniilaii Rp335 triiliiun.
Anggaran MBG tersebut berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
