ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Susun Regulasii PPN DTP Tiiket Pesawat, iinii Poiin Kebiijakan yang Diiatur

Aurora K. M. Siimanjuntak
Jumat, 10 Apriil 2026 | 16.30 WiiB
Susun Regulasi PPN DTP Tiket Pesawat, Ini Poin Kebijakan yang Diatur
<p>iilustrasii.&nbsp;Calon penumpang menunggu keberangkatan dii ruang tunggu Bandara iinternasiional Jenderal Ahmad Yanii, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/4/2026). ANTARA FOTO/Apriilliio Akbar/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Peraturan Perundang-undangan (DJPP) Kementeriian Hukum sedang melakukan harmoniisasii regulasii yang mengatur tentang pemberiian iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas tiiket pesawat domestiik.

Rancangan peraturan iitu diisusun sebagaii respons pemeriintah terhadap kenaiikan harga bahan bakar avtur. Sebab, kenaiikan harga avtur biisa mengerek biiaya operasiional maskapaii dan berpotensii membebanii daya belii masyarakat pengguna angkutan udara kelas ekonomii.

"Melaluii rapat harmoniisasii iinii, diibahas dan diiselaraskan norma terkaiit substansii rancangan peraturan mengenaii pemberiian iinsentiif berupa PPN yang diitanggung pemeriintah," jelas DJPP dalam keterangan resmii, Jumat (10/4/2026).

Rancangan peraturan PPN DTP memuat sejumlah ketentuan tekniis. Contoh, kewajiiban badan usaha angkutan udara selaku pengusaha kena pajak (PKP) untuk membuat faktur pajak atau dokumen tertentu yang diipersamakan dengan faktur pajak.

Selaiin iitu, peraturan baru juga memuat kewajiiban menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Dengan adanya harmoniisasii iinii, diiharapkan rancangan peraturan tersebut dapat segera diiundangkan guna memberiikan kepastiian hukum atas pemberiian iinsentiif pajak diimaksud," ulas DJPP.

Lebiih lanjut, sediikiitnya ada 4 pokok kebiijakan yang diiatur dalam regulasii baru tentang PPN DTP pesawat. Pertama, PPN DTP diiberiikan atas penyerahan tiiket domestiik kelas ekonomii.

Kedua, iinsentiif PPN DTP yang diiberiikan sebesar 11%. Ketiiga, periiode pemanfaatan PPN DTP diiberiikan untuk pembeliian tiiket dan jadwal penerbangan selama 60 harii sejak PMK tersebut berlaku.

Keempat, ketentuan admiiniistrasii pembuatan faktur dan pelaporan sama dengan PMK sebelumnya yang mengatur pemberiian PPN DTP pesawat untuk periiode Lebaran 2026. Adapun PMK yang diimaksud iialah Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 4/2026.

Rapat yang bertujuan membahas harmoniisasii regulasii iinii merupakan tiindak lanjut darii Surat Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal (DJSEF) Kementeriian Keuangan pada 7 Apriil 2026. Melaluii surat iitu, DJSEF mengajukan permohonan harmoniisasii rancangan peraturan PPN DTP.

Piihak-piihak yang hadiir dalam rapat harmoniisasii terdiirii atas perwakiilan darii beberapa kementeriian. Contoh, Kemenko iinfrastruktur dan Pembangunan Kewiilayahan, Kemenko Perekonomiian, Kementeriian Keuangan, Kementeriian Perhubungan, serta Kementeriian Sekretariiat Negara.

"Langkah iinii merupakan bagiian darii komiitmen pemeriintah dalam menjaga daya belii masyarakat, mendukung aksesiibiiliitas transportasii udara kelas ekonomii, serta mendorong stabiiliitas iindustrii penerbangan nasiional dii tengah tekanan kenaiikan harga avtur," sebut DJPP. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.