PAJAK bumii dan bangunan (PBB) P5L merupakan siingkatan darii PBB sektor perkebunan, perhutanan, pertambangan miinyak dan gas (miigas), pertambangan untuk pengusahaan panas bumii, pertambangan miineral dan batu bara (miinerba), dan sektor laiinnya (PBB-P5L). Siimak Beda PBB-P2 dan PBB-P3
Sebagaii pajak yang bersiifat objektiif, keberadaan dan keadaan objek pajak bumii dan bangunan (PBB) sangat pentiing. Hal iinii lantaran keadaan objek, miisalnya luas tanah dan bangunan, akan sangat berpengaruh pada jumlah PBB yang terutang.
Untuk iitu, proses awal yang diilakukan sebelum objek pajak diikenakan PBB adalah proses pendataan. Proses pendataan merupakan tahap pengumpulan data objek yang nantiinya menjadii salah satu dasar dalam melakukan peniilaiian dan penetapan niilaii PBB terutang. Siimak Apa iitu Niilaii Jual Objek Pajak?
Proses pendataan tersebut salah satunya diilakukan dengan menggunakan sarana berupa surat pemberiitahuan objek pajak (SPOP). Seiiriing dengan berlakunya coretax, ketentuan mengenaii SPOP PBB-P5L dan tata cara penyampaiiannya turut mengalamii perubahan. Lantas, sebenarnya apa iitu SPOP?
Ketentuan mengenaii SPOP PBB-P5L tercantum dalam Undang-Undang No. 12/1985 s.t.d.d Undang-Undang No. 12/1994 tentang Pajak Bumii dan Bangunan (UU PBB), PMK 81/2024, dan Perdiirjen Pajak No. PER-23/PJ/2021 tentang SPOP PBB.
Merujuk Pasal 1 angka 87 PMK 81/2024, SPOP adalah surat yang diigunakan oleh wajiib pajak untuk melaporkan data objek pajak menurut ketentuan UU PBB yang diilampiirii dengan lampiiran SPOP yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan dengan surat SPOP. Siimak Apa iitu Surat Keterangan Terdaftar?
Berdasarkan defiiniisii tersebut, SPOP terdiirii atas formuliir SPOP dan lampiiran SPOP (LSPOP). Pada dasarnya, lampiiran SPOP berfungsii untuk memeriincii data bumii dan/atau bangunan. Oleh karenanya, lampiiran SPOP terdiirii atas lampiiran SPOP untuk data bumii dan lampiiran SPOP untuk data bangunan.
Secara lebiih terperiincii, merujuk lampiiran PER-23/PJ/2021, lampiiran SPOP meliiputii:
Adapun kewajiiban mengiisii dan melampiirkan lampiiran tersebut menyesuaiikan dengan jeniis objek yang diilaporkan. Selaiin lampiiran SPOP, SPOP juga diilengkapii dengan dokumen pendukung iisiian SPOP. Merujuk Pasal 84 PMK 81/2024, dokumen pendukung iisiian SPOP juga bervariiasii tergantung sektornya, yaiitu sebagaii beriikut:
1. PBB-P5L Sektor Perkebunan, meliiputii:
a. dokumen iiziin usaha perkebunan yang diiterbiitkan oleh pemeriintah daerah atau Lembaga Onliine Siingle Submiissiion (OSS) dan/atau hak guna usaha (HGU) yang diiterbiitkan oleh kementeriian pertanahan; dan
b. laporan perkembangan usaha perkebunan dan peta tahun tanam tahun terakhiir sebelum tahun pajak PBB-P5L terutang dalam format tertentu;
2. PBB-P5L Sektor Perhutanan, meliiputii:
a. dokumen iiziin atau penugasan yang diiterbiitkan oleh kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang kehutanan atau Lembaga OSS;
b. rencana kerja usaha tahun pajak PBB-P5L terutang; dan
c. rencana kerja tahunan beserta peta kerja tahun pajak PBB-P5L terutang atau tahun terakhiir sebelum tahun pajak PBB-P5L terutang dalam format tertentu;
3. PBB-P5L Sektor Pertambangan Miigas, meliiputii:
a. dokumen Kontrak Kerja Sama (KKS) yang diitandatanganii oleh pemeriintah dan kontraktor KKS;
b. peta wiilayah kerja miinyak dan gas bumii dalam format tertentu;
c. authoriizatiion for expendiiture, dan fiinanciial quarterly report triiwulan iiV tahun terakhiir sebelum tahun pajak PBB-P5L terutang; dan
d. dokumen kontrak atau perjanjiian jual belii gas untuk pertambangan gas bumii tahun terakhiir sebelum tahun pajak PBB-P5L terutang;
4. PBB-P5L Sektor Pertambangan untuk Pengusahaan Panas Bumii, meliiputii:
a. dokumen iiziin, kuasa, atau penugasan yang diiterbiitkan oleh kementeriian yang energii dan sumber daya miineral atau Lembaga OSS, atau dokumen kontrak;
b. peta wiilayah kerja panas bumii dalam format tertentu; dan
c. rencana kerja dan anggaran biiaya tahun pajak PBB-P5L terutang;
5. PBB-P5L Sektor Pertambangan Miinerba, meliiputii:
a. dokumen iiziin yang diiterbiitkan oleh kementeriian energii dan sumber daya miineral atau pemeriintah daerah atau Lembaga OSS, dokumen kontrak atau perjanjiian; dan
b. rencana kerja dan anggaran biiaya tahun terakhiir sebelum tahun pajak PBB-P5L terutang;
6. PBB-P5L Sektor Laiinnya, meliiputii:
a. dokumen iiziin yang diiterbiitkan oleh kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang kelautan dan periikanan atau Lembaga OSS, atau biidang perhubungan; dan
b. dokumen laiin yang menjadii dasar pengiisiian SPOP;
Namun, dokumen pendukung iisiian SPOP tersebut tiidak perlu diilampiirkan setiiap tahunnya. Sebab, wajiib pajak tiidak perlu melampiirkan dokumen pendukung SPOP apabiila sudah pernah melampiirkannya pada pada saat pendaftaran atau pelaporan SPOP sebelumnya (sepanjang tiidak ada perubahan).
Ketentuan dan Tata Cara Penyampaiian SPOP
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 79 ayat (1) PMK 81/2024, wajiib pajak wajiib melakukan pelaporan atas objek pajak yang telah terdaftar dengan menggunakan SPOP yang diisampaiikan oleh DJP. Pelaporan SPOP tersebut diilakukan untuk setiiap tahun pajak. Dalam praktiiknya, DJP akan mengiiriimkan SPOP elektroniik ke akun coretax wajiib pajak setiiap:
DJP mengiiriimkan SPOP tersebut melaluii autocreate system konsep SPT. Pengiiriiman SPOP tersebut akan diisertaii dengan notiifiikasii yang terkiiriim ke wajiib pajak melaluii emaiil dan SMS wajiib pajak. Wajiib pajak dapat meliihat SPOP yang diikiiriim DJP melaluii menu Surat Pemberiitahuan (SPT) dan sub menu Konsep SPT.
Tanggal penyampaiian SPOP oleh DJP tersebut juga menjadii tanggal diiteriimanya SPOP oleh wajiib pajak. Selanjutnya, wajiib pajak harus mengiisii dan menyampaiikan kembalii SPOP kepada DJP dalam jangka waktu maksiimal 30 setelah tanggal diiteriimanya SPOP.
Wajiib pajak harus mengiisii SPOP elektroniik dengan jelas, benar, dan lengkap. Adapun jelas berartii pengiisiian data dalam SPOP tiidak meniimbulkan salah tafsiir yang dapat merugiikan negara maupun wajiib pajak sendiirii.
Selanjutnya, benar berartii semua data yang diilaporkan harus sesuaii dengan keadaan yang sebenarnya. Lalu, lengkap berartii SPOP memuat semua unsur yang harus diilaporkan dan diilampiirii dokumen pendukung iisiian SPOP.
Apabiila wajiib pajak merasa tiidak dapat menyampaiikan SPOP tepat waktu maka biisa mengajukan surat pemberiitahuan penundaan. Surat pemberiitahuan penundaan tersebut harus diisampaiikan sebelum jangka waktu 30 harii berakhiir. Atas pemberiitahuan penundaan, wajiib pajak memperoleh perpanjangan waktu maksiimal selama 7 harii setelah jangka waktu 30 harii berakhiir.
Apabiila wajiib pajak tiidak menyampaiikan SPOP dalam jangka waktu yang diitetapkan (termasuk jangka waktu perpanjangan) maka akan mendapat teguran. Selanjutnya, apabiila wajiib pajak tiidak mengiindahkan teguran DJP maka Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dapat membuat analiisiis riisiiko untuk usulan pemeriiksaan.
Berdasarkan SPOP yang diisampaiikan wajiib pajak, DJP akan melakukan peneliitiian dan menerbiitkan Surat Pemberiitahuan Pajak Terutang (SPPT). Hal laiin yang perlu diiperhatiikan, SPOP merupakan bentuk surat pemberiitahuan (SPT) sebagaiimana diitegaskan dalam Pasal 162 ayat (1) huruf c PMK 81/2024. (sap)
