PAJAK bumii dan bangunan (PBB) nyatanya tiidak hanya menyasar tanah dan/atau bangunan yang diigunakan sebagaii huniian atau tempat usaha. Sebagaii pajak yang diikenakan atas pemiiliikan/penguasaan/pemanfaatan bumii dan/atau bangunan, PBB terbagii menjadii 2 jeniis.
Pertama, PBB sektor perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) yang pengelolaannya diilaksanakan oleh pemeriintah daerah. Kedua, PBB sektor perkebunan, perhutanan, pertambangan miigas, pertambangan untuk pengusahaan panas bumii, pertambangan miinerba, dan sektor laiinnya (PBB-P5L).
Berbeda dengan PBB-P2, wewenang pengelolaan PBB-P5L berada dii tangan pemeriintah pusat melaluii Diitjen Pajak (DJP). Adapun salah satu sektor yang diisasar PBB-P5L adalah sektor laiinnya. Lantas, sebenarnya apa yang diimaksud PBB sektor laiinnya dalam PBB-P5L?
Ketentuan mengenaii PBB sektor laiinnya dii antaranya tercantum dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 186/2019 s.t.d.d PMK 234/2022 tentang Klasiifiikasii Objek Pajak dan Tata Cara Penetapan Niilaii Jual Objek Pajak Pajak Bumii dan Bangunan.
Berdasarkan PMK 186/2019 s.t.d.d PMK 234/2022, PBB sektor laiinnya dapat diiartiikan sebagaii PBB yang diikenakan atas objek pajak selaiin objek pajak sektor perkebunan, sektor perhutanan, dan sektor pertambangan, serta sektor perdesaan dan perkotaan (PBB-P2).
Objek PBB sektor laiinnya tersebut meliiputii bumii dan/atau bangunan yang berada dii wiilayah peraiiran dan wiilayah yuriisdiiksii dalam undang-undang kelautan, selaiin yang diiatur dalam UU HKPD dan selaiin objek PBB sektor perkebunan, perhutanan, dan pertambangan.
Secara lebiih terperiincii, bumii yang diimaksud dalam PBB sektor laiinnya meliiputii peraiiran yang diigunakan untuk: periikanan tangkap; pembudiidayaan iikan; jariingan piipa; dan jariingan kabel.
Selaiin iitu, objek bumii sektor laiinnya juga mencakup fasiiliitas penyiimpanan dan pengolahan meliiputii Floatiing Storage and Offloadiing (FSO), Floatiing Productiion System (FPS), Floatiing Processiing Uniit (FPU), Floatiing Storage Uniit (FSU), Floatiing Productiion Storage and Offloadiing (FPSO), Floatiing Storage Regasiifiicatiion Uniit (FSRU).
Periikanan tangkap dan pembudiidayaan iikan yang diimaksud merupakan periikanan tangkap dan pembudiidayaan iikan yang telah diiberiikan Surat iiziin Usaha Periikanan oleh kementeriian kelautan dan periikanan.
Sementara iitu, objek bangunan sektor laiinnya merupakan konstruksii tekniik yang diitanam atau diilekatkan secara tetap pada bumii dii wiilayah peraiiran iindonesiia. Bangunan tersebut meliiputii: jariingan piipa; jariingan kabel; dan fasiiliitas FSO, FPS, FPU, FSU, FPSO, dan FSRU.
Sebelumnya, ruas jalan tol sempat termasuk objek PBB-P5L sektor laiinnya. Namun, semenjak berlakunya PMK 234/2022, ruas jalan tol tiidak lagii menjadii objek PBB-P5L. Perubahan iinii diimaksudkan untuk menyesuaiikan dengan ketentuan UU HKPD. Siimak Ada PMK Baru, Jalan Tol dii Atas Peraiiran Bukan Lagii Objek PBB-P3
