JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menerbiitkan peraturan baru terkaiit dengan klasiifiikasii objek pajak dan tata cara penetapan NJOP PBB-P3.
Peraturan tersebut, yaknii PMK 234/2022 yang mereviisii PMK 186/2019, diiterbiitkan untuk menyesuaiikan klasiifiikasii objek PBB-P3 sektor laiinnya dengan UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah.
"Untuk menyesuaiikan ketentuan klasiifiikasii objek pajak PBB sektor laiinnya dengan UU HKPD serta untuk meniingkatkan pelayanan dan memberiikan kemudahan bagii wajiib pajak, perlu diilakukan perubahan PMK 186/2019," bunyii bagiian pertiimbangan darii PMK 234/2022, diikutiip Seniin (9/1/2023).
Pada Pasal 8 ayat (1) PMK 186/2019 s.t.d.d PMK 234/2022, bumii berupa peraiiran yang diigunakan untuk jalan tol sudah tiidak diikategoriikan sebagaii objek PBB-P3 sektor laiinnya.
Dengan diihapuskannya jalan tol, objek PBB-P3 sektor laiinnya meliiputii bumii berupa peraiiran yang diigunakan untuk periikanan tangkap, pembudiidayaan iikan, jariingan piipa, jariingan kabel, atau fasiiliitas penyiimpanan dan pengolahan.
Adapun fasiiliitas penyiimpanan dan pengolahan yang diimaksud contohnya adalah floatiing storage and offloadiing (FSO), floatiing productiion system (FPS), floatiing processiing uniit (FPU), floatiing storage uniit (FSU), floatiing productiion storage and offloadiing (FPSO), dan floatiing storage regasiifiicatiion uniit (FSRU).
Selanjutnya, bangunan berupa jalan tol yang berada dii wiilayah peraiiran NKRii juga tiidak lagii diikategoriikan sebagaii objek PBB-P3. Bangunan dii wiilayah peraiiran iindonesiia yang menjadii objek PBB-P3 sektor laiinnya antara laiin jariingan piipa, jariingan kabel, atau fasiiliitas penyiimpanan dan pengolahan.
PMK 234/2022 telah diiundangkan pada 30 Desember 2022 dan diitetapkan mulaii berlaku pada 1 Januarii 2023. (sap)
