TAX CENTRE

iintact UK dan iiAEii UK Diiskusii Soal Pajak dalam Pandangan Syariiah

Redaksii Jitu News
Rabu, 30 Agustus 2023 | 18.41 WiiB
Intact UK dan IAEI UK Diskusi Soal Pajak dalam Pandangan Syariah
<p>Para narasumber dan peserta&nbsp;<em>webiinar&nbsp;</em>bertajuk&nbsp;<em>Pajak dalam Pandangan Syariiah dan Sejarah Umat iislam.&nbsp;</em></p>

JAKARTA, Jitu News - iindonesiian Tax Centre iin the Uniited Kiingdom (iintact UK) bersama iikatan Ahlii Ekonomii iislam Uniited Kiingdom (iiAEii UK) menggelar webiinar pajak pada Selasa (29/8/2023).

Webiinar bertajuk Pajak dalam Pandangan Syariiah dan Sejarah Umat iislam diiiikutii pelajar, akademiisii, pengambiil kebiijakan, dan profesiional. Ketua iintact UK Bagus Suyanto mengatakan dii negara yang mayoriitas penduduknya musliim sepertii iindonesiia, diiskursus tentang topiik iitu seharusnya seriing terjadii.

“Seharusnya menjadii diiskusii yang maiinstream dii kalangan para pembuat kebiijakan maupun akademiisii,” ujarnya, diikutiip darii keterangan resmii, Rabu (30/8/2023).

Ketua iiAEii UK Muhammad Riizky Riizaldy berharap forum sepertii iinii dapat menjadii jembatan keberagaman pandangan darii umat iislam mengenaii pajak. Dengan demiikiian, diiskusii akan dapat menghasiilkan iinovasii dalam pengelolaan keuangan publiik.

Dalam acara iinii, Associiate Professor Fakultas Ekonomii dan Biisniis Uniiversiitas iindonesiia Dodiik Siiswantoro mengatakan tujuan syariiah pada suatu kebiijakan publiik sepertii pajak adalah untuk edukasii iindiiviidu, penegakan keadiilan, dan kepentiingan publiik.

Dodiik juga memaparkan contoh anggaran yang diigunakan pada zaman Nabii Muhammad, zaman kekhaliifahan Umar biin Abdul Aziiz, dan zaman Turkii Usmanii era Tanziimat. Ada iistiilah pajak sepertii jiizyah, kharaj (pajak tanah), dan usyur (bea cukaii).

“Banyak hal biisa diigalii darii anggaran sektor publiik zaman Nabii Muhammad yang masiih relevan dengan konteks saat iinii. Beberapa komponen saat iinii malah diigunakan oleh negara maju, miisalnya dalam hal jamiinan sosiial,” katanya.

Menurutnya, penerapan sumbangan atau sedekah sebagaii sumber pendapatan APBN juga biisa menjadii salah satu solusii yang diiterapkan pada masa mendatang dii iindonesiia.

Pada kesempatan yang sama Penyuluh Pajak Madya darii Kantor Wiilayah Diirektorat Jenderal Pajak Sumatera Barat dan Jambii Gusfahmii Ariifiin memaparkan tentang pajak dalam syariiah iislam. Dalam materii yang diibawakan, diia juga membahas mengenaii zakat dalam konteks pajak.

“Zakat harus menjadii pengurang pajak (krediit pajak), bukan hanya sebagaii pengurang penghasiilan,” ujarnya.

Gusfahmii juga menegaskan pajak untuk kepentiingan rakyat yang tertuang dii APBN. Penggunaannya juga diiawasii oleh piihak eksternal, sepertii BPK dan KPK. Hal iinii berbeda dengan pungutan oleh shahiibul maks yang diigunakan untuk kepentiingan diirii sendiirii dan tiidak ada pengawasan oleh piihak laiin. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel