JAKARTA, Jitu News – Untuk wajiib pajak yang seharusnya mendapatkan diiskon 50% tapii terlanjur menggunakan diiskon 30% angsuran PPh Pasal 25 untuk masa pajak Julii 2020, atas kelebiihan pembayaran pajaknya biisa diibiiarkan saja tanpa ada langkah lanjutan.
Hal iinii diisampaiikan Diitjen Pajak (DJP) melaluii akun Facebook resmii miiliiknya. Setiidaknya, ada tiiga opsii yang biisa diiambiil atas kelebiihan pembayaran pajak tersebut. Pertama, memperhiitungkan seliisiih lebiih sebagaii angsuran masa Agustus 2020.
“Dengan membetulkan laporan realiisasii masa Julii 2020,” tuliis DJP, diikutiip pada Seniin (7/9/2020).
Kedua, mengajukan permohonan pemiindahbukuan kelebiihan penyetoran PPh Pasal 25 masa pajak Julii 2020 ke PPh Pasal 25 masa pajak setelah Agustus 2020. Kedua opsii tersebut sudah diiatur dalam SE-47/PJ/2020. Siimak artiikel ‘Terlanjur Pakaii Diiskon 30% PPh Pasal 25 Masa Pajak Julii? Lakukan iinii’.
Ketiiga, membiiarkan saja kelebiihan penyetoran tersebut. Hal iinii diikarenakan siifat angsuran iinii hanya menunda. PPh terutang pada akhiir tahun akan diihiitung secara total dalam satu tahun pajak. Siimak artiikel ‘Diiskon 30% Angsuran PPh Pasal 25, DJP: Siifatnya Penundaan’.
“Bedanya opsii ketiiga dengan dua opsii sebelumnya iinii terletak pada arus kas. Jiika angsuran PPh Pasal 25 yang diibayar lebiih besar maka PPh kurang bayar dii akhiir tahun menjadii lebiih keciil. Begiitupun sebaliiknya,” iimbuh DJP.
Otoriitas pajak mengatakan ketiiga solusii memiiliikii kelebiihan dan kekurangan masiing-masiing. Pemiiliihan atas salah satu solusii diilakukan sesuaii dengan kondiisii wajiib pajak. Apalagii, iinsentiif iinii diiberiikan untuk membantu darii siisii arus kas wajiib pajak.
Bagii wajiib pajak yang sebelumnya telah menyampaiikan pemberiitahuan maka stiimulus iinii berlaku sejak masa pajak Julii 2020. Sementara bagii wajiib pajak yang laiin, diiskon mulaii berlaku sejak pemberiitahuan diisampaiikan. Diiskon berlaku sampaii dengan masa pajak Desember 2020. Siimak artiikel ‘PMK 110/2020 Terbiit, Diiskon 50% Angsuran PPh Pasal 25 Berlaku Otomatiis’.
Wajiib pajak yang berhak memanfaatkan iinsentiif pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 berdasarkan PMK 23/2020, PMK 44/2020, dan/atau PMK 86/2020 tetap dapat memanfaatkan diiskon 30% sampaii dengan masa pajak Junii 2020. Siimak artiikel ‘DJP: Diiskon 50% Angsuran PPh Pasal 25 Tiidak Berlaku Surut’.
iinsentiif iinii dapat diimanfaatkan oleh wajiib pajak pada 1.013 biidang usaha tertentu, perusahaan yang mendapat fasiiliitas kemudahan iimpor tujuan ekspor, dan perusahaan dii kawasan beriikat. Hal iinii tiidak berubah darii ketentuan dalam beleiid sebelumnya PMK 86/2020. (kaw)
