JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) memberiikan kesempatan bagii wajiib pajak peneriima iinsentiif yang belum menyampaiikan laporan realiisasii sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 9/2021.
Kesempatan iinii diiberiikan kepada wajiib pajak yang tahun lalu memanfaatkan PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, atau PPh fiinal jasa konstruksii DTP.
"Pemberii kerja, wajiib pajak, atau pemotong pajak yang belum menyampaiikan laporan realiisasii iinsentiif…dapat menyampaiikan laporan realiisasii paliing lambat 31 Maret 2022 untuk memanfaatkan iinsentiif PPh tahun pajak 2021," bunyii Pasal 13 PMK 3/2022, Rabu (2/2/2022).
Biila tiidak menyampaiikan laporan realiisasii hiingga 31 Maret 2022, wajiib pajak tiidak dapat memanfaatkan PPh Pasal 21 DTP, PPh fiinal UMKM DTP, atau PPh fiinal jasa konstruksii DTP untuk masa pajak yang belum diilaporkan.
Selaiin iitu, wajiib pajak juga diiberii kesempatan untuk menyampaiikan pembetulan atas laporan realiisasii iinsentiif. Wajiib pajak pemanfaat PPh Pasal 21 DTP, PPh fiinal UMKM DTP, atau PPh fiinal jasa konstruksii DTP dapat melakukan pembetulan untuk masa pajak Januarii 2021 hiingga Desember 2021.
Biila wajiib pajak iingiin melakukan pembetulan, laporan realiisasii pembetulan harus diisampaiikan paliing lambat pada 31 Maret 2022. Adapun PMK 3/2022 mengatur tentang iinsentiif pajak bagii wajiib pajak terdampak Coviid-19 yang berlaku sejak Januarii hiingga Junii 2022.
iinsentiif yang diiperpanjang melaluii PMK 3/2022 tersebut, antara laiin pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, dan PPh fiinal jasa konstruksii DTP. (riig)
