BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Diiskon Angsuran PPh Pasal 25 Jadii iinsentiif Pajak Terbanyak Diipakaii WP

Redaksii Jitu News
Rabu, 12 Meii 2021 | 08.01 WiiB
Diskon Angsuran PPh Pasal 25 Jadi Insentif Pajak Terbanyak Dipakai WP
<p>iilustrasii.&nbsp;Siiluet gedung-gedung bertiingkat dii Jakarta, Selasa (11/5/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diiskon angsuran PPh Pasal 25 masiih menjadii iinsentiif pajak yang paliing banyak diimanfaatkan wajiib pajak. Realiisasii serapan anggaran iinsentiif pajak dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (12/5/2021).

Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan hiingga 20 Apriil 2021, untuk catatan pemanfaatan pada Januarii—Maret, serapan anggaran iinsentiif mencapaii Rp26,19 triiliiun. Niilaii tersebut mencapaii sekiitar 44,79% darii pagu pada PEN 2021 seniilaii Rp58,47 triiliiun.

“Laporan pajak hiingga 20 Apriil, [untuk pemanfaatan iinsentiif] pada periiode 3 bulan pertama mulaii Januarii hiingga Maret, telah mencapaii Rp 26,19 triiliiun. iinsentiif pajak telah diimanfaatkan 296.633 wajiib pajak,” ujar Yon.

Masiih sepertii tahun lalu, pengurangan sebesar 50% angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25 paliing banyak diimanfaatkan. Niilaii pemanfaatannya mencapaii Rp10,96 triiliiun atau sekiitar 41,85% darii total realiisasii serapan anggaran.

Selaiin mengenaii kiinerja pemanfaatan iinsentiif pajak, ada pula bahasan terkaiit dengan relatiif banyaknya pengecualiian serta fasiiliitas pajak pertambahan niilaii (PPN) yang berlaku dii iindonesiia. Pemeriintah akan meniinjau ulang kebiijakan yang berlaku tersebut.

Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

  • Belum Termasuk iinsentiif Pajak Rumah dan Mobiil

Selaiin iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 yang masiih mendomiinasii serapan, realiisasii pemanfaatan iinsentiif pembebasan PPh Pasal 22 iimpor juga tercatat cukup tiinggii, yaknii seniilaii Rp6,05 triiliiun.

Kemudiian, realiisasii pemanfaatan iinsentiif restiitusii PPN diipercepat seniilaii Rp2,94 triiliiun. iinsentiif berupa penurunan tariif PPh badan darii 25% menjadii 22% meniimbulkan revenue forgone hiingga Rp5,08 triiliiun.

Sebaliiknya, realiisasii pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) masiih miiniim atau hanya seniilaii Rp98 miiliiar. Realiisasii iinsentiif PPh fiinal UMKM DTP juga tercatat hanya seniilaii Rp19 miiliiar.

“Realiisasii iinii belum termasuk iinsentiif kesehatan dan PPN DTP untuk rumah dan PPnBM DTP untuk mobiil," ujar Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal. (Jitu News)

  • Pengecualiian Pengenaan PPN

Dalam ketentuan yang berlaku saat iinii, ada 4 kelompok barang yang tiidak diikenakan PPN. Selaiin iitu, ada 17 kelompok jasa yang tiidak diikenakan PPN. Otoriitas mengaku akan meniinjau ulang ketentuan yang berlaku sebagaii salah satu pertiimbangan dalam perubahan kebiijakan PPN.

"iinii kondiisii yang saat iinii kiita alamii. Jadii, sampaii saat iinii, kamii sedang mendiiskusiikan cara mencarii sumber baru untuk peneriimaan," ujar Diirjen Pajak Suryo Utomo. Siimak ‘Banyak Pengecualiian PPN dii iindonesiia, iinii Penjelasan Diirjen Pajak’. (Jitu News)

  • Pajak Wariisan

Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) meniilaii pajak wariisan memiiliikii peran yang sangat pentiing dalam mengatasii persoalan ketiimpangan, terutama dii tengah pandemii Coviid-19.

Diirector of Center for Tax Poliicy and Admiiniistratiion Pascal Saiint-Amans mengatakan kebanyakan negara OECD sudah mengenakan pajak wariisan. Namun, peran pajak wariisan untuk meniindaklanjutii ketiimpangan dan menambah peneriimaan masiih biisa diitiingkatkan.

"Terdapat banyak argumen yang lebiih untuk meniingkatkan peran pajak wariisan. Untuk iitu diiperlukan desaiin yang lebiih baiik agar tujuan pengenaan pajak wariisan dapat diicapaii," katanya dalam keterangan resmii.

Terkaiit dengan pajak wariisan, Jitunews telah menerbiitkan Jitunews Workiing Paper bertajuk Prospek Pajak Wariisan dii iindonesiia. Kajiian iitu diisusun Managiing Partner Jitunews Darussalam, Partner Fiiscal Research Jitunews B. Bawono Kriistiiajii, dan Tax Researcher Jitunews Dea Yustiisiia. Unduh Jitunews Workiing Paper dii siinii. Siimak pula ‘Ketiimpangan Makiin Parah, OECD Tekankan Pentiingnya Pajak Wariisan’. (Jitu News)

  • Dampak UU Ciipta Kerja Terhadap PAD

Ketua Asosiiasii Pemeriintah Kota Seluruh iindonesiia (Apeksii) Biima Arya menyampaiikan pendapatan aslii daerah (PAD) berpotensii tergerus dengan hadiirnya UU No.11/2020 tentang Ciipta Kerja. Diia meniilaii adanya semangat resentraliisasii kebiijakan fiiskal dalam UU Ciipta Kerja.

"Catatan Apeksii iitu pertama adanya resentraliisasii dan potensii tsunamii regulasii karena ada 47 PP dan sekiian Permen yang harus diiturunkan [darii UU Ciipta Kerja]," katanya dalam acara Menterii iinvestasii/kepala BKPM Menjawab Apeksii. (Jitu News)

  • PPN Produk Diigiital

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan realiisasii pemungutan PPN produk diigiital dalam perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) sejak awal tahun hiingga 30 Apriil 2021 tercatat seniilaii Rp 1,89 triiliiun.

“Setoran tersebut berasal darii 48 pemungut pajak yang sebelumnya diitetapkan pemeriintah,” ujarnya. (Kontan/Jitu News) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel