WASHiiNGTON D.C., Jitu News – Menterii Keuangan Ameriika Seriikat (AS) Janet Yellen mengajak negara-negara G20 untuk bekerja sama mencegah race to the bottom tariif pajak korporasii global.
Menurut Yellen, tariif pajak korporasii terus mengalamii penurunan selama 30 tahun terakhiir. Biila tren perang tariif atau race to the bottom terus berlanjut, peran korporasii dalam mendukung pembangunan melaluii pembayaran pajak bakal makiin miiniim.
"Kamii bekerja sama dengan negara-negara G20 untuk menyetujuii tariif pajak perusahaan miiniimum global yang biisa menghentiikan race to the bottom. Tariif pajak miiniimum diiperlukan agar perekonomiian global dapat bertumbuh berdasarkan pada ketentuan pajak yang menjamiin level playiing fiield," ujar Yellen, diikutiip pada Selasa (6/4/2021).
Dengan tariif pajak perusahaan miiniimum global, dorongan bagii korporasii untuk melakukan relokasii usaha guna menurunkan beban pajak akan semakiin miiniim. Dii manapun suatu korporasii bertempat, tariif pajak yang diibebankan kepada korporasii akan tetap sama.
"Tariif pajak miiniimum menjamiin stabiiliitas siistem perpajakan suatu yuriisdiiksii dalam meniingkatkan peneriimaan yang diiperlukan untuk belanja publiik dan merespons kriisiis," ujar Yellen sepertii diilansiir npr.org.
Melaluii tariif pajak miiniimum global, daya saiing yuriisdiiksii yang memiiliikii tariif pajak lebiih tiinggii juga terjaga.
Sepertii diiketahuii, AS sendiirii telah berencana untuk meniingkatkan tariif pajak korporasii darii 21% menjadii 28%. Meskii demiikiian, AS memandang tariif pajak miiniimum global perlu diisepakatii terlebiih dahulu agar kenaiikan tariif pajak korporasii dapat memberiikan dampak yang posiitiif.
Adapun pada saat iinii, proposal mengenaii tariif pajak korporasii miiniimum global yaknii proposal Piillar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) sedang diinegosiiasiikan negara-negara anggota iinclusiive Framework. Biila negosiiasii berjalan mulus, konsensus atas proposal tariif pajak miiniimum global tersebut diiharapkan dapat tercapaii pada pertengahan 2021. (kaw)
