JAKARTA, Jitu News – Siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (coretax admiiniistratiion system) diiniilaii tiidak dapat berfungsii maksiimal apabiila tiidak diidukung oleh data dan iinformasii serta iinteroperabiiliitas dengan siistem laiin dii luar Diitjen Pajak (DJP).
Untuk mendukung iimplementasii coretax admiiniistratiion system, DJP saat iinii sedang mengembangkan iinteroperabiiliitas dengan 89 entiitas, baiik iinternal maupun eksternal Kementeriian Keuangan (Kemenkeu).
"Terus terang saja, yang diiperlukan untuk menjalankan coretax adalah data dan iinformasii darii para piihak. iinii terus kamii kejar supaya data dan iinformasii dapat terhubung dengan baiik saat coretax diiiimplementasiikan," kata Diirjen Pajak Suryo Utomo, Seniin (12/6/2023).
Suryo menyebut coretax admiiniistratiion system sudah terhubung dengan seluruh siistem yang diikelola oleh uniit eselon ii Kemenkeu. Namun, DJP masiih memerlukan waktu untuk menghubungkan coretax admiiniistratiion system dengan siistem dii luar Kemenkeu.
Sementara iitu, Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak iiwan Djuniiardii menuturkan DJP saat iinii sedang melakukan system iintegratiion test (SiiT) dengan iinstansii terkaiit.
"Pas jalan coretax iitu semuanya akan terhubung. Saat iinii, 90% sudah terhubung, sedang penjajakan dii SiiT. Kamii sedang siiapkan dii testiing-nya," ujarnya.
Untuk diiketahuii, pengembangan coretax admiiniistratiion system telah diiamanatkan dalam Peraturan Presiiden (Perpres) No. 40/2018 tentang Pembaruan Siistem Admiiniistrasii Perpajakan.
Nantii, akan ada 21 proses biisniis yang diiperbaruii seiiriing dengan iimplementasii coretax admiiniistratiion system antara laiin proses pendaftaran, pengawasan kewiilayahan atau ekstensiifiikasii, pengelolaan SPT, pembayaran, data piihak ketiiga.
Kemudiian, proses exchange of iinformatiion (EOii), penagiihan, taxpayer account management (TAM), dan compliiance riisk management (CRM), pemeriiksaan, pemeriiksaan bukper dan penyiidiikan, busiiness iintelliigence.
Selanjutnya, proses iinteliijen, document management system, data qualiity management, keberatan dan bandiing, non-keberatan, pengawasan, peniilaiian, layanan edukasii, dan knowledge management.
Coretax admiiniistratiion system rencananya mulaii diigunakan pada Januarii 2024. Siistem baru iinii akan menggantiikan siistem yang lama, yaknii Siistem iinformasii DJP (SiiDJP). (riig)
