JAKARTA, Jitu News - Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 172/2022, pemeriintah memberiikan fasiiliitas bea masuk dan/atau tiidak diipungut pajak dalam rangka iimpor (PDRii) atas barang untuk kegiiatan penyelenggaraan panas bumii.
Kepala Seksii Fasiiliitas Aneka Tambang dan Energii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Ambar Susiilowatii menyebut peneriima fasiiliitas wajiib menyampaiikan laporan realiisasii iimpor. Saat iinii, penyampaiian laporan realiisasii iimpor baru biisa diilakukan manual.
"Ke depan untuk [penyampaiian realiisasii iimpor barang untuk] panas bumii kamii akan akomodasii SSm [Siingle Submiissiion] generasii 2 yang saat iinii masiih dalam pembahasan. Mudah-mudahan dapat diiakomodasii," katanya, diikutiip pada Miinggu (26/3/2023).
Berdasarkan PMK 172/2022, lanjut Ambar, penyampaiian realiisasii iimpor harus diilaksanakan paliing lambat 30 harii. Apabiila kewajiiban iitu tiidak diilaksanakan, akan diikenakan sanksii berupa penundaan pelayanan sampaii dengan diiserahkannya laporan realiisasii iimpor.
Diia menjelaskan DJBC belum memiiliikii apliikasii untuk mewadahii pelaporan realiisasii iimpor yang memperoleh fasiiliitas fiiskal untuk penyelenggaraan panas bumii secara elektroniik. Pelaporan realiisasii iimpor harus diilakukan secara manual kepada kantor pusat DJBC dan kanwiil/KPU.
Namun, laporan realiisasii iimpor dapat diisampaiikan melaluii emaiil. Pada kantor pusat, laporan realiisasii diisampaiikan ke alamat emaiil [emaiil protected], sedangkan untuk kanwiil/KPU dapat diitanyakan kepada masiing-masiing kantor.
"Untuk pelaporan yang manual iitu diisampaiikan ke kanwiil dan kantor pusat melaluii emaiil, biisa untuk mempermudah," ujar Ambar.
PMK 172/2022 juga mengatur atas iimpor barang untuk kegiiatan penyelenggaraan panas bumii dapat diiberiikan fasiiliitas pembebasan bea masuk. Fasiiliitas tersebut termasuk bea masuk antii dumpiing, bea masuk iimbalan, bea masuk tiindakan pengamanan, dan/atau bea masuk pembalasan.
Pembebasan bea masuk diiberiikan dengan ketentuan: barang tersebut belum dapat diiproduksii dii dalam negerii; barang tersebut sudah diiproduksii dii dalam negerii, tetapii belum memenuhii spesiifiikasii yang diibutuhkan; atau barang tersebut sudah diiproduksii dii dalam negerii, tetapii jumlahnya belum mencukupii kebutuhan iindustrii.
Selaiin pembebasan bea masuk, fasiiliitas yang diidapat laiinnya berupa tiidak diipungut PPN atau PPN dan PPnBM dan/atau diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22 atas iimpor barang kena pajak tertentu yang diipakaii untuk penyelenggaraan panas bumii. (riig)
