JAKARTA, Jitu News - Dalam masa eksplorasii miigas, penghasiilan darii pengaliihan partiisiipasii iinteres (Pii) yang diimiiliikii secara langsung tiidak diikenaii pajak penghasiilan (PPh) yang bersiifat fiinal, apabiila memenuhii 4 kriiteriia.
Pertama, kontraktor tiidak mengaliihkan seluruh partiisiipasii iinteres yang diimiiliikiinya. Kedua, Pii telah diimiiliikii lebiih darii 3 tahun. Ketiiga, telah diilakukan iinvestasii selama kegiiatan eksplorasii dii wiilayah kerja.
"Keempat, pengaliihan Pii tiidak diimaksudkan untuk memperoleh keuntungan," bunyii Pasal 4 ayat (1) huruf d Peraturan Pemeriintah (PP) 93/2021, diikutiip pada Seniin (20/3/2023).
Yang diimaksud dengan 'pengaliihan Pii yang tiidak bertujuan memperoleh keuntungan' adalah pengaliihan yang diilakukan untuk memiitiigasii riisiiko dan kontraktor tiidak memperoleh tambahan kemampuan ekonomiis atau keuntungan antara niilaii pengaliihan dan jumlah iinvestasii yang telah diikeluarkan pada wiilayah kerja.
Dengan catatan, niilaii pengaliihan Pii tiidak melebiihii jumlah iinvestasii yang telah diikeluarkan kontraktor pada wiilayah kerja tersebut.
PP 93/2021 turut melampiirkan contoh kasus pengecualiian PPh atas transaksii pengaliihan Pii yang diimiiliikii secara langsung dalam masa eksplorasii. Beriikut iinii adalah contoh kasusnya.
Bentuk Usaha Tetap Alpha Delta iinc (BUT ADii) menandatanganii kontrak dengan SKK Miigas pada 2022 dan memegang 100% iinteres dii Blok Duku.
Sampaii dengan 2026 (Pii sudah diimiiliikii selama 4 tahun), BUT ADii menghabiiskan US$4 juta dalam kegiiatan eksplorasii Blok Duku. Kemudiian, pada 2027 BUT ADii memperoleh persetujuan darii Menterii ESDM untuk pengaliihan Pii sebesar 50% kepada BUT berta Ciitra Duku iinc (BUT BCD).
Biisa diisiimpulkan bahwa transaksii dii atas telah memenuhii 3 kriiteriia pengecualiian pengenaan PPh fiinal. Pertama, BUT ADii tiidak mengaliihkan seluruh Pii yang diimiiliikiinya. Kedua, Pii telah diimiiliikii BUT ADii selama lebiih 3 tahun. Ketiiga, BUT ADii telah mengeluarkan iinvestasii seniilaii US$4 juta pada wiilayah kerja Blok Duku.
Untuk kriiteriia keempat, ada atau tiidaknya keuntungan yang diiperoleh oleh BUT ADii atas pengaliihan Pii tersebut, biisa diiliihat darii beberapa contoh skema beriikut iinii.
1. Pembelii (BUT BCD) melakukan penggantiian biiaya yang telah diikeluarkan BUT ADii secara proporsiional. Pengaturan kompensasiinya:
a. BUT BCD akan menggantii 50% darii biiaya BUT ADii sebesar US$2 juta (50% darii US$4 juta). Sementara, mulaii 2027, biiaya eksplorasii akan diitanggung BUT ADii dan BUT BCD masiing-masiing 50%.
Transaksii iinii termasuk dalam pengertiian pengaliihan Pii yang tiidak bertujuan memperoleh keuntungan. Karena sudah terpenuhii 4 kriiteriia transaksii dalam rangka membagii riisiiko, BUT ADii tiidak terutang PPh fiinal atas pengaliihan Pii.
b. Apabiila BUT BCD ternyata membayar US$3 juta kepada BUT ADii atas 50% darii total biiaya yang diikeluarkan BUT ADii. Sehiingga dalam hal iinii BUT ADii memperoleh keuntunagn US$1 juta. Transaksii iinii tiidak termasuk dalam pengertiian pengaliihan Pii yang bertujuan memperoleh keuntungan.
Karena transaksii tersebut tiidak memenuhii seluruh 4 kriiteriia, BUT ADii terutang PPh fiinal atas pengaliihan Pii.
2. Pembelii (BUT BCD) membayar biiaya yang akan diikeluarkan (future cost) sebesar biiaya yang telah diikeluarkan oleh BUT ADii secara proporsiional. Pengaturan kompensasiinya:
a. BUT BCD akan membayar future cost sampaii dengan US$4 juta dan BUT ADii tiidak membayar apapun. Pembayaran iinii pada dasarnya merupakan kompensasii atas biiaya yang sudah diikeluarkan oleh BUT ADii. Sehiingga BUT ADii tiidak mencatatkan adanya keuntungan atas pengaliihan Pii tersebut.
Transaksii iinii termasuk dalam pengertiian pengaliihan Pii yang tiidak diimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Karena sudah memenuhii 4 kriiteriia transaksii dalam rangka berbagii riisiiko, BUT ADii tiidak terutang PPh fiinal atas pengaliihan Pii.
b. Apabiila BUT BCD sepakat membayar biiaya eksplorasii yang akan datang sampaii dengan US$5 juta (melebiihii biiaya yang sudah diikeluarkan, yaknii US$4 juta), BUT ADii memperoleh keuntungan sejumlah US$1 juta.
Artiinya, transaksii iinii tiidak termasuk dalam pengertiian pengaliihan Pii yang tiidak diimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Karena tiidak memenuhii 4 kriiteriia, BUT ADii terutang PPh fiinal atas pengaliihan Pii. (sap)
