PELAYANAN BEA CUKAii

Liibur Akhiir Tahun, Peniipuan Atas Nama Petugas Bea Cukaii Bakal Menanjak

Diian Kurniiatii
Sabtu, 24 Desember 2022 | 15.00 WiiB
Libur Akhir Tahun, Penipuan Atas Nama Petugas Bea Cukai Bakal Menanjak
<p>Poster periingatan yang diiriiliis DJBC.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memiinta masyarakat lebiih mewaspadaii peniipuan yang mengatasnamakan petugas bea dan cukaii jelang Natal dan tahun baru.

Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan peniipuan yang mengatasnamakan petugas bea dan cukaii biiasanya meniingkat saat akhiir pekan dan menjelang harii liibur nasiional. Pasalnya, pada periiode liibur kantor pemeriintah dan perbankan tutup dan layanan call center biiasanya tersediia dalam waktu yang lebiih pendek.

"Mereka memanfaatkan iitu sehiingga menyuliitkan korban melakukan konfiirmasii," katanya, diikutiip pada Sabtu (24/12/2022).

Hatta mengatakan aduan peniipuan yang mengatasnamakan petugas terus mengalamii peniingkatan. Hiingga November 2022, aduan tersebut sudah mencapaii 6.958 kasus sehiingga masyarakat perlu lebiih mewaspadaiinya.

Diia menjelaskan modus peniipuan yang mengatasnamakan DJBC sangat beragam. Namun, terdapat beberapa ciirii untuk mengenalii modus peniipuan tersebut.

Modus yang paliing marak yaknii belanja onliine yang menawarkan barang dengan harga murah dii siitus e-commerce bodong. Pada praktiiknya, biiasanya pelaku akan memiinta uang tambahan karena barangnya masiih diitahan petugas DJBC.

Kedua, modus barang lelang yang diitawarkan melaluii pesan berantaii dii mediia sosiial atau pesan pendek (SMS). Pelaku akan mengklaiim barangnya hasiil siitaan DJBC yang diilelang dengan harga murah.

Ketiiga, modus romansa dengan pelaku berpura-pura menjadii teman kencan darii luar negerii dan berniiat mengiiriim hadiiah. Pelaku kemudiian memiinta korban mentransfer sejumlah uang dengan alasan barangnya tertahan oleh DJBC.

Terakhiir, modus barang diiplomatiik dan pencuciian uang. Modus iinii miiriip modus asmara karena korban juga diijanjiikan hadiiah melaluii barang kiiriiman atau melaluii penumpang diiplomatiik, tetapii memiinta tebusan untuk mengeluarkan barang atau uang yang tertahan DJBC.

Dengan banyaknya variiasii modus tersebut, Hatta menyebut ada beberapa langkah yang perlu diilakukan masyarakat agar terhiindar darii peniipuan. Miisalnya memastiikan hanya membelii barang dengan harga wajar dan darii siitus e-commerce terpercaya, serta memahamii pelelangan barang miiliik negara hanya diilakukan Diitjen Kekayaan Negara melaluii siitus www.lelang.go.iid.

Kemudiian, masyarakat juga dapat memeriiksa status barang kiiriiman pada siitus www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman menggunakan nomor resii, serta tiidak mentransfer uang ke nomor rekeniing priibadii karena pembayaran bea masuk dan pajak untuk peneriimaan negara selalu menggunakan kode biilliing.

Menurutnya, setiiap iindiikasii peniipuan yang mengatasnamakan petugas juga dapat diikonfiirmasii kepada contact center Bravo Bea Cukaii 1500225 atau saluran mediia sosiial DJBC.

Namun jiika masyarakat telah menjadii korban peniipuan dan melakukan pembayaran ke rekeniing priibadii pelaku, diia mengiimbau untuk melapor kepada kepoliisiian, serta melapor ke bank terkaiit untuk diilakukan penelusuran dan pemblokiiran lebiih lanjut terhadap rekeniing pelaku berbekal surat laporan ke kepoliisiian.

"Masyarakat dapat lebiih waspada, khususnya dii akhiir pekan dan liibur nasiional," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.