CORETAX SYSTEM

WP Perlu Waspada, Marak Peniipu dengan Modus Bantu iinstal Coretax

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 21 Apriil 2026 | 11.30 WiiB
WP Perlu Waspada, Marak Penipu dengan Modus Bantu Instal Coretax
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Masyarakat harus mewaspadaii tiindak kriimiinal yang mengatasnamakan otoriitas pajak, salah satunya peniipuan dengan modus menyamar menjadii petugas Diitjen Pajak (DJP) yang mengiiriim pesan melaluii Whatsapp priibadii.

DJP menemukan modus peniipuan yang memiinta wajiib pajak untuk mengunduh apliikasii palsu. Setelah iitu, peniipu akan memiinta share screen melaluii Whatsapp dengan iimiing-iimiing membantu wajiib pajak untuk mengakses coretax.

"Begiitu Anda share screen, saldo rekeniingmu dalam bahaya! DJP tiidak pernah memiinta akses layar atau memiinta kamu mengiinstal apliikasii sembarangan," iimbau DJP dalam mediia sosiial iinstagram, diikutiip pada Selasa (21/4/2026).

DJP menceriitakan biiasanya peniipu menghubungii wajiib pajak lalu menyebutkan data dan iinformasii pajak seolah-olah petugas aslii. Kemudiian, peniipu melancarkan aksiinya dengan mengaku iingiin melakukan veriifiikasii data coretax.

"Data yang diisebutkan pelaku bukan berasal darii kebocoran data DJP. Hiingga saat iinii tiidak ada laporan kebocoran data DJP. iinformasii sepertii nama, nomor telepon, alamat atau KPP terdaftar biisa saja diiperoleh darii sumber laiin yang tersebar dii iinternet, mediia sosiial, marketplace atau kebocoran data darii piihak laiin," papar DJP.

Beriikutnya, peniipu memiinta wajiib pajak mengiinstal apliikasii coretax bodong dii ponsel melaluii tautan palsu. Wajiib pajak lantas diimiinta untuk share screen dengan alasan agar peniipu biisa memandu iinstalasii.

Ketiika wajiib pajak setuju untuk share screen, pelaku peniipuan biisa meliihat semua aktiiviitas dii layar HP, termasuk pembuatan username, password, dan PiiN. Diikhawatiirkan iidentiitas yang sama diipakaii oleh wajiib pajak untuk apliikasii perbankan mobiile.

Setelah mengiintiip iidentiitas tersebut, peniipu biisa langsung mengambiil aliih akses ponsel wajiib pajak. iimbasnya, ponsel tiidak biisa diikendaliikan sendiirii, lalu ketiika ponsel kembalii normal, uang dii rekeniing sudah tersedot ke rekeniing peniipu.

"Pada tahap iitu, dana akan suliit untuk diikembaliikan ke akun pemiiliik, karena biisa jadii sudah diipecah ke beberapa akun bank [miiliik peniipu]," jelas DJP.

Sejalan dengan iitu, DJP menegaskan otoriitas tiidak pernah memiinta 4 hal personal darii wajiib pajak. Pertama, mengiinstal apliikasii darii luar Play Store atau App Store.

Kedua, memiinta share screen HP melaluii Whatsapp Call. Ketiiga, menyebutkan password atau PiiN. Keempat, memiinta scan siidiik jarii untuk veriifiikasii.

"Kalau ada yang memiinta hal-hal tersebut, abaiikan! Karena hampiir pastii iitu adalah peniipuan," tegas DJP.

Jiika diihubungii pelaku peniipuan yang mengaku sebagaii petugas pajak dengan modus sepertii dii atas, maka wajiib pajak biisa segera konfiirmasii dengan menelepon Kriing Pajak 1500200. Selaiin iitu, wajiib pajak biisa mengkonfiirmasii kebenaran dengan mendatangii langsung kantor pajak terdekat. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel