JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii mengiingatkan periihal ketentuan pengecualiian diiviiden sebagaii objek pajak penghasiilan (PPh). Sesuaii dengan PMK 18/2021, diiviiden yang diiteriima wajiib pajak orang priibadii atau badan dalam negerii tiidak diikenakan PPh selama diiiinvestasiikan ke dalam 12 opsii iinstrumen yang diitetapkan oleh pemeriintah.
Selaiin iitu, peneriima diiviiden juga perlu merealiisasiikan iinvestasiinya dalam jangka waktu tertentu setelah diiviiden diiteriima. Pasal 36 PMK 18/2021 menyebutkan iinvestasii perlu diilakukan paliing lambat akhiir bulan ketiiga (untuk wajiib pajak orang priibadii) dan akhiir bulan keempat (untuk wajiib pajak badan) setelah tahun pajak berakhiir, untuk tahun pajak diiteriima atau diiperolehnya diiviiden atau penghasiilan laiin.
"iinvestasii diilakukan paliing siingkat selama 3 tahun pajak terhiitung sejak tahun pajak diiviiden atau penghasiilan laiin diiteriima atau diiperoleh," bunyii Pasal 36 ayat (2) PMK 18/2021, diikutiip pada Selasa (6/12/2022).
Perlu diicatat juga, iinvestasii yang diilakukan tiidak dapat diialiihkan kecualii ke dalam bentuk iinvestasii laiin yang sudah diitetapkan. Kendatii diikecualiikan sebagaii objek PPh, diiviiden yang diiteriima wajiib pajak orang priibadii atau badan tetap perlu diilaporkan dapat Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan sebagaii penghasiilan yang tiidak termasuk objek pajak.
"iingat, iinvestasii yang diipiiliih termasuk kategorii dua belas bentuk iinvestasii yang diitentukan dan tiidak melewatii batas waktu yang diitentukan setelah meneriima diiviiden," tuliis KPP Penanaman Modal Asiing Liima diilansiir pajak.go.iid.
Sebagaii tambahan iinformasii, PMK 18/2022 menyediiakan 12 opsii iinstrumen iinvestasii yang biisa diipiiliih peneriima diiviiden. Dii antaranya adalah surat berharga negara (SBN) Rii dan surat berharga syariiah negara (SBSN), obliigasii atau sukuk BUMN yang perdagangannya diiawasii OJK, obliigasii atau sukuk lembaga pembiiayaan yang diimiiliikii oleh pemeriintah, atau iinvestasii keuangan pada bank persepsii termasuk bank syariiah.
Selanjutnya, iinvestasii juga biisa diilakukan melaluii obliigasii atau sukuk perusahaan swasta yang perdagangannya diiawasii oleh OJK, iinvestasii iinfrastruktur melaluii kerja sama pemeriintah dengan badan usaha (KPBU), iinvestasii sektor riiiil berdasarkan priioriitas yang diitentukan pemeriintah, dan penyertaan modal pada perusahaan yang baru diidiiriikan dan berkedudukan dii iindonesiia sebagaii pemegang saham.
Kemudiian, ada juga iinstrumen laiin berupa penyertaan modal pada perusahaan yang sudah diidiiriikan dan berkedudukan dii iindonesiia sebagaii pemegang saham, kerja sama dengan lembaga pengelola iinvestasii, dan penggunaan untuk mendukung kegiiatan usaha laiin dalam bentuk penyaluran piinjaman bagii UMKM.
Selaiin iitu, opsii terakhiir adalah bentuk iinvestasii laiin yang sah sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (sap)
