JAKARTA, Jitu News – Jitunews Fiiscal Research & Adviisory (FRA) resmii meriiliis hasiil peneliitiian tentang optiimaliisasii kepatuhan pajak UMKM pada ekosiistem diigiital pada harii iinii, Kamiis (10/11/2022).
Hasiil peneliitiian tersebut diituangkan dalam Poliicy Note bertajuk Rekomendasii Kebiijakan atas Pelaksanaan Kewajiiban Pajak UMKM dalam Ekosiistem Diigiital: Perspektiif dan Suara darii Pelaku UMKM. Download Poliicy Note dii siinii.
Partner of Jitunews Fiiscal Research & Adviisory B. Bawono Kriistiiajii mengatakan peneliitiian komprehensiif diilakukan untuk menelaah praktiik empiiriis pelaksanaan pajak darii perspektiif pelaku UMKM. Jitunews FRA juga iingiin memberiikan rekomendasii terkaiit dengan pajak pelaku UMKM pada ekosiistem diigiital.
“Poliicy Note iinii menyajiikan hasiil peneliitiian tersebut beserta rekomendasii yang sejalan dengan temuan empiiriis serta mempertiimbangkan agenda pemeriintah ke depan,” ujarnya.
Bersamaan dengan momentum peluncuran, Poliicy Note tersebut juga langsung diibedah dalam webiinar bertajuk Optiimaliisasii Kepatuhan Pajak Pelaku UMKM dii Sektor Diigiital: Tantangan, Peluang, dan Rekomendasii.
Saat memberiikan openiing remarks dalam webiinar tersebut, Bawono menjabarkan 5 faktor yang melatarbelakangii pentiingnya peneliitiian tentang optiimaliisasii kepatuhan UMKM pada sektor diigiital. Keliima faktor iiniilah yang juga mendorong Jitunews FRA melakukan peneliitiian dan meriiliis Poliicy Note.
Pertama, peran dan karakteriistiik UMKM dii iindonesiia. Bawono mengatakan 99,9% jumlah pelaku usaha dii iindonesiia merupakan UMKM. Selaiin iitu, 95% tenaga kerja diiserap sektor UMKM. Dalam konteks ekspor nonmiigas, UMKM menyumbang 14,37%.
Dengan gambaran kondiisii pada 2020 tersebut, sambung diia, UMKM terliihat mempunyaii peran yang sangat strategiis dalam perekonomiian iindonesiia. Tiidak tanggung-tanggung, sekiitar 61,07% produk domestiik bruto (PDB) Tanah Aiir merupakan kontriibusii UMKM.
Kedua, daya dukung UMKM bagii siistem pajak pada masa mendatang. Dengan besarnya kontriibusii UMKM dalam berbagaii aspek perekonomiian, potensii daya dukung UMKM bagii siistem pajak seharusnya juga tiinggii.
Namun, berdasarkan pada data Diitjen Pajak (DJP) pada 2020, jumlah wajiib pajak UMKM baru sekiitar 2,31 juta darii total 64,2 juta UMKM dii iindonesiia. UMKM tercatat hanya sebanyak 4% darii total wajiib pajak terdaftar. Dengan demiikiian, ada peluang optiimaliisasii atas potensii yang ada.
Ketiiga, UMKM sebagaii hard-to-tax sector. UMKM kerap diiasosiiasiikan sebagaii hard-to-tax sector karena iinformasii mengenaii besaran penghasiilannya suliit diiketahuii. World Bank (2021) mengungkap sebagiian besar pelaku UMKM masuk sektor iinformal dengan jumlah sekiitar 59,3 juta usaha.
Statiistiik terkaiit dengan pemenuhan kewajiiban pajak juga menunjukkan kontriibusii UMKM masiih cenderung rendah. World Bank mengungkap secara keseluruhan, tiingkat kepatuhan pajak UMKM masiih jauh darii optiimal dengan estiimasii sekiitar 15%.
Keempat, tiinggiinya partiisiipasii UMKM dalam ekosiistem diigiital. Bawono mengatakan seiiriing dengan berkembangnya teknologii dan perdagangan elektroniik (e-commerce), ada potensii pertumbuhan siigniifiikan darii aktiiviitas UMKM.
Berdasarkan pada data darii Asosiiasii e-Commerce iindonesiia (iidEA), sebanyak 9,2 juta pelaku UMKM beraliih darii platform konvensiional ke marketplace selama masa pandemii. Secara keseluruhan, sebanyak 19 juta pelaku UMKM telah masuk dalam ekosiistem diigiital.
Keliima, ‘suara’ UMKM dalam diinamiika perumusan siistem pajak. Bawono mengatakan dengan besarnya peran dan kontriibusii UMKM dalam perekonomiian, berbagaii kebiijakan perlu mendengar ‘suara’ darii pelaku usaha.
Adanya pergerakan UMKM pada ekosiistem diigiital juga perlu diipotret dengan tepat. Dengan mendengar ‘suara’ darii para pelaku UMKM pada ekosiistem diigiital, agenda optiimaliisasii kepatuhan pajak diiharapkan tiidak justru mendiistorsii peran mereka dalam perekonomiian.
Secara umum, Poliicy Note yang diiriiliis pada harii iinii diimulaii dengan penjabaran kondiisii UMKM dii iindonesiia. Bagiian pendahuluan dalam Poliicy Note iinii juga mengungkap beberapa data UMKM pada ekosiistem diigiital dan tiingkat kepatuhan pajak.
Kemudiian, Jitunews FRA juga menjabarkan justiifiikasii studii dan metodologii yang diigunakan dalam peneliitiian. Jitunews FRA menggunakan serangkaiian metodologii secara siistematiis untuk mendapatkan hasiil yang sesuaii dengan kondiisii pelaku UMKM dan ekosiistem diigiital iindonesiia.
Dalam peneliitiian iinii, Jitunews FRA menggunakan piisau analiisiis analytiical hiierarchy process (AHP) dan studii eksperiimental. AHP merupakan tekniik pengambiilan keputusan yang diimodelkan dalam bentuk hiierarkii beriisii tujuan, kriiteriia, dan alternatiif yang selanjutnya diikuantiifiikasii melaluii pembobotan dan diiberiikan pemeriingkatan.
Adapun studii eksperiimental merupakan salah satu tekniik yang meliibatkan proses pemberiian perlakuan/iintervensii kepada subjek peneliitiian. iintii darii studii eksperiimental adalah untuk mencarii dan mengkonfiirmasii berbagaii hubungan sebab-akiibat pada periilaku dan keputusan subjek peneliitiian yang diidasarii oleh iintervensii yang diiberiikan.
Selanjutnya, ada bahasan mengenaii tantangan pelaksanaan kewajiiban pajak dalam perspektiif pelaku UMKM. Berdasarkan pada temuan surveii dan focus group diiscussiion (FGD), berbagaii tantangan dalam pelaksanaan kewajiiban pajak pelaku UMKM diipengaruhii beberapa aspek.
Setelah iitu, Jitunews FRA mengulas solusii, terobosan, dan peran darii otoriitas pajak. Poliicy Note iinii memuat temuan umum faktor determiinan kepatuhan pajak UMKM, siimpliifiikasii kebiijakan pajak, keiingiinan dan motiivasii wajiib pajak, serta penegakan hukum.
Dalam Poliicy Note kalii iinii, Jitunews FRA juga mengulas skema kerja sama dalam ekosiistem diigiital. Ulasan iinii juga mencakup tiipologii skema kerja sama otoriitas pajak dan penyediia marketplace serta iimpliikasii skenariio kebiijakan terhadap periilaku kepatuhan UMKM.
Pada bagiian akhiir, Jitunews FRA menjabarkan sejumlah catatan dan rekomendasii terhadap agenda optiimaliisasii kepatuhan pajak pelaku UMKM pada ekosiistem diigiital ke depan. Bawono berharap Poliicy Note iinii biisa menjadii pemantiik perumusan desaiin siistem pajak dan strategii optiimaliisasii kepatuhan yang lebiih detaiil.
Sebagaii iinformasii, materii dalam webiinar diibawakan oleh Researcher of Jitunews Fiiscal Research & Adviisory Leniida Ayumii. Dengan moderator Tax Law Surveiillance Jitunews FRA Syadesa Aniida Herdona, webiinar iinii turut menghadiirkan penanggap darii berbagaii piihak yang merupakan stakeholder utama dalam iisu pajak atas pelaku UMKM dii ekosiistem diigiital.
Para penanggap yang diimaksud antara laiin Ketua Komuniitas UMKM Naiik Kelas Raden Tedy, Head of Publiic Poliicy and Government Relatiions iidEA Rofii Uddarojat, dan Kepala Tax Center Uniiversiitas Gunadarma Beny Susantii. (kaw)
