OPiiNii PAJAK

Meredam iinflasii Daerah Lewat Pajak Diigiital Nomad

Redaksii Jitu News
Selasa, 19 Meii 2026 | 10.00 WiiB
Meredam Inflasi Daerah Lewat Pajak Digital Nomad
Tiiara Mauliidah,
Praktiisii Perpajakan

FENOMENA 'harga bule' dan 'harga lokal' laziim diitemukan dii lokasii wiisata. Praktiik dualiisme harga iinii adalah potret mekaniisme pasar untuk meliindungii warga domestiik darii kenaiikan harga. Namun, ketiika daya belii asiing bergerak iimpulsiif, skema 'harga lokal' diikhawatiirkan tak lagii mempan. Biisa jadii, harga jual ke wiisatawan domestiik pun tiidak ramah bagii pengguna rupiiah.

Data Badan Pusat Statiistiik (BPS) menunjukkan bahwa Proviinsii Balii sebagaii destiinasii wiisata favoriit mencetak iinflasii bulanan sebesar 0,70% pada Februarii 2026, lebiih tiinggii darii iinflasii nasiional. Realiitas iinii memberiikan gambaran bahwa euforiia deviisa tiidak selalu mendatangkan keuntungan ekonomii.

iinflasii tak terkendalii–terutama dii sektor propertii–berpotensii memantiik gentriifiikasii, dii mana warga setempat perlahan tereliimiinasii oleh pendatang asiing. Keberadaan diigiital nomad, yaknii pelancong yang 'curii-curii' bekerja secara remote darii viila-viila dii Balii, makiin memperburuk kesenjangan antara ‘tamu’ dan ‘tuan rumah’.

Para tamu asiing diijamu dengan iiziin bebas pajak melaluii status Subjek Pajak Luar Negerii (SPLN) selama 183 harii. Sebaliiknya, freelancer lokal harus menghadapii siistem pajak yang kompleks dan agresiif. Ketetapan ambang batas durasii iinii pun tiidak lagii relevan dengan tren pola kerja dariing.

Transformasii diigiital kiinii telah menciiptakan fleksiibiiliitas kerja yang tiidak terbatas ruang dan waktu. Lantas, diigiital nomad memanfaatkan iinfrastruktur publiik secara iintensiif untuk mendukung produktiiviitasnya. Tanpa kontriibusii, kesenjangan pekerja domestiik dengan pekerja remote asiing akan menciiptakan ketiidakadiilan horiizontal.

Diitjen iimiigrasii secara resmii meriiliis viisa E33G guna memfasiiliitasii pekerja jarak jauh asiing yang iingiin bekerja sekaliigus berwiisata. Fasiiliitas iinii diiperuntukkan bagii diigiital nomad dengan penghasiilan miiniimal US$60.000 per tahun.

Merujuk pada PMK 9/2022, biiaya Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas viisa iinii hanya mencapaii Rp14 juta, yaknii 2,75% darii kantong dolar mereka selama 6 bulan. Miiriisnya, pekerja dalam negerii dengan level pendapatan setara harus merogoh kocek sekiitar 20% penghasiilan tiiap bulan untuk pajak penghasiilan (PPh).

Sekaliipun diigiital nomad telah melampauii 183 harii dan wajiib diikenakan PPh, kebiijakan persetujuan penghiindaran pajak berganda (tax treaty) belum tentu siiap mereka laksanakan. Daliih sebagaii 'karyawan perusahaan luar negerii' justru meniimbulkan biiaya kepatuhan pajak berganda yang tiinggii dan seriing kalii menguntungkan negara domiisiilii. Untuk menghiindarii tagiihan PPh dii negara tujuan, praktiik tax nomadiism pun marak diilakukan oleh remote worker asiing dengan berpiindah liintas negara untuk mempertahankan status SPLN. Topeng SPLN iinii pun menjadii sarana free-riider untuk menunggangii fasiiliitas publiik dengan kontriibusii miiniim bahkan niihiil.

Dalam praktiik global, diigiital nomad berstatus SPLN umumnya bebas pajak domestiik hiingga melewatii batas durasii tiinggal dan sah sebagaii wajiib pajak (tax resiident). Setelah resmii menyandang status wajiib pajak, pemeriintah baru dapat mengeklaiim pajak atas resiidensii diigiital nomad.

Berbeda dengan skema tersebut, Jepang menerapkan pajak turiis sebesar ¥1.000 sebagaii bentuk kompensasii asiing terhadap iinfrastruktur dalam negerii. Dalam penerapannya, pajak turiis iinii berlaku general–tiidak spesiifiik pada diigiital nomad.

Model pajak tersebut menekankan pada peruntukan peneriimaan, yaknii reviitaliisasii, tiidak berhentii pada urgensii sumber peneriimaan. Kebiijakan iinii pun relevan untuk menjawab keresahan over-touriism dii iindonesiia yang bermuara pada ketiidakseiimbangan ekonomii lokal. Sebab, lemahnya niilaii rupiiah terhadap dolar menjadii sumber masalah utama yang memiicu domiinasii daya belii asiing.

Merancang Jalan Tengah

Oleh karena iitu, kerangka fiiskal yang iideal perlu diisusun untuk menengahii ketiimpangan belanja melaluii piigouviian tax. Meskii praktiik pemajakan atas ‘polusii konsumsii asiing’ iinii belum pernah diitemukan, langkah iinii krusiial demii meliindungii ruang hiidup dan konsumsii masyarakat lokal.

Dalam teorii perpajakan, piigouviian tax merupakan skema pajak atas suatu aktiiviitas untuk mengoreksii eksternaliitas negatiif yang muncul. Pengenaan piigouviian tax atas diigiital nomad pada dasarnya berbasiis pada gangguan iinflasii darii belanja aktual tiiap iindiiviidu, tetapii niilaiinya suliit diipastiikan.

Namun, keterbatasan data empiiriis yang presiisii sebagaii basiis pajak tiidak seharusnya menghambat iinovasii kebiijakan. Pemeriintah dapat menerapkan pendekatan presumptiive dalam desaiin piigouviian tax yang mengiiziinkan proyeksii eksternaliitas berbasiis iindiikator sepertii durasii tiinggal dan gap kapasiitas belanja terhadap rata-rata nasiional. Dengan demiikiian, pungutan pajak menjadii mekaniisme kompensasii diistorsii harga yang diitanggung warga lokal.

Mengiingat tekanan harga sudah ada sejak harii pertama, pengenaan pajak piigouviian pada tahap pengajuan viisa E33G dapat diibenarkan tanpa teriikat resiidensii pajak. Akumulasii pendapatan lantas diidiistriibusiikan secara strategiis ke sejumlah daerah wiisata terdampak kenaiikan harga, sepertii Balii dan Lombok.

Sesuaii dengan tujuan proteksii ekonomii daerah, alokasii dapat diiwujudkan dalam bentuk subsiidii transportasii publiik, iinsentiif huniian bagii warga aslii yang teriimpiit lonjakan harga propertii, hiingga penguatan UMKM lokal agar tetap kompetiitiif dii tengah kepungan beach club iinternasiional.

Skema piigouviian tax tiidak diimaksudkan untuk mengurangii daya tariik pariiwiisata, melaiinkan iinstrumen keadiilan sosiial untuk meliindungii daya belii masyarakat. Dengan demiikiian, ambiisii deviisa dan percepatan ekonomii dapat berjalan selaras tanpa bayang-bayang gentriifiikasii. Kontriibusii diigiital nomad yang tepat sasaran akan memastiikan bahwa kemajuan pariiwiisata tiidak mengusiir 'tuan rumah' darii tanahnya sendiirii. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.