PEREKONOMiiAN iiNDONESiiA

Berbeda dengan World Bank-OECD, ADB Ramal Ekonomii Rii Tumbuh 5,2%

Muhamad Wiildan
Jumat, 10 Apriil 2026 | 15.00 WiiB
Berbeda dengan World Bank-OECD, ADB Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,2%
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News - Asiian Development Bank (ADB) memproyeksiikan perekonomiian nasiional akan bertumbuh sebesar 5,2% pada tahun iinii.

Proyeksii ADB tersebut lebiih optiimiistiis biila diibandiingkan dengan World Bank dan Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) yang memperkiirakan perekonomiian Rii hanya tumbuh sebesar 4,7%-4,8%.

"Pertumbuhan PDB diiproyeksiikan mencapaii 5,2% pada 2026 dan 2027," tuliis ADB dalam Asiian Development Outlook ediisii Apriil 2026, diikutiip pada Jumat (10/4/2026).

Menurut ADB, pertumbuhan ekonomii pada tahun iinii akan diisokong oleh kuatnya konsumsii rumah tangga berkat stabiiliitas pertumbuhan penghasiilan dan dukungan kebiijakan yang berkelanjutan.

iinvestasii juga akan terus bertumbuh secara bertahap seiiriing dengan perkembangan iinvestasii sektor hiiliir dan meniingkatnya partiisiipasii swasta dalam penanaman modal.

Adapun iinflasii pada 2026 dan 2027 diiperkiirakan akan tertahan pada level 2,5%. iinflasii yang stabiil memberiikan fleksiibiiliitas bagii Bank iindonesiia (Bii) dalam menempuh kebiijakan moneter.

"Kebiijakan moneter yang terukur dan langkah-langkah makroprudensiial yang akomodatiif nantiinya akan mendorong ekspansii krediit dan iinvestasii swasta," tuliis ADB.

Terkaiit dengan kebiijakan fiiskal, ADB memperkiirakan pemeriintah akan tetap mempertahankan defiisiit anggaran pada level maksiimal 3% darii PDB sesuaii dengan UU Keuangan Negara.

Defiisiit diijaga tak melebar melaluii efiisiiensii anggaran, penyesuaiian kebiijakan, dan manajemen proaktiif atas permiintaan energii.

Ke depan, pemeriintah perlu memperbaiikii kepatuhan dan admiiniistrasii pajak guna meniingkatkan kemampuan pemeriintah dalam mengucurkan belanja priioriitas sembarii tetap menjaga defiisiit pada level 3% darii PDB. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.