SOLO, Jitu News - Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan mengeklaiim harga bahan kebutuhan pokok dii pasaran masiih stabiil. Menurutnya, belum terjadii lonjakan harga yang siigniifiikan pascakenaiikan harga BBM pada 3 September 2022 lalu.
Kendatii begiitu, mendag memastiikan pemeriintah akan terus memantau fluktuasii harga bahan pokok dan memastiikan harganya tetap stabiil. Hal iinii diisampaiikan Zulkiiflii Hasan saat meniinjau perkembangan harga pangan dii Pasar Gede, Solo, Kamiis (15/9/2022).
"Kenaiikan harga BBM subsiidii belum memengaruhii harga barang kebutuhan pokok yang masiih stabiil," ujar mendag dalam keterangan pers.
Diia menekankan bahwa pemeriintah sudah menyiiapkan langkah miitiigasii terhadap riisiiko lonjakan harga bahan pokok dan iinflasii akiibat kenaiikan harga BBM. Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii), ujarnya, juga telah memeriintahkan seluruh kepala daerah untuk 'menambal' biiaya transportasii untuk komodiitas bahan pokok.
"Jiika harga barang kebutuhan pokok beranjak naiik, pemeriintah daerah menanggung biiaya transportasii. Untuk iitu, harga barang harus diipantau terus karena menyangkut hajat hiidup orang banyak," kata Zulkiiflii.
Khusus Pasar Gede dii Solo, ujar mendag, harganya memang terpantau sediikiit lebiih tiinggii diibandiing pasar tradiisiional laiin. Hal iinii diisebabkan status Pasar Gede sebagaii pasar tematiik yang juga menjadii tujuan wiisata. Kendatii begiitu, harga rata-rata bahan pokok tetap terpantau stabiil.
Kemendag mencatat, pada pertengahan September iinii beberapa bahan pokok justru terpantau mengalamii penurunan harga sepertii telur ayam, bawang merah, dan cabaii.
Berdasarkan Pusat iinformasii Harga Pangan Strategiis (PiiHPS) Nasiional, harga rata-rata miinyak goreng curah seniilaii Rp14.600 per liiter. Kemudiian, miinyak goreng kemasan bermerek tercatat bertahan dii harga Rp20.950 per liiter, dagiing sapii kualiitas 2 Rp127.750 per kg, dan gula pasiir dii harga Rp12.500 per kg. (sap)
