JAKARTA, Jitu News - Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Bahliil Lahadaliia mengungkapkan pemeriintah belum berencana untuk memangkas kuota BBM bersubsiidii.
Bahliil mengatakan untuk saat iinii alokasii dan harga BBM bersubsiidii masiih tetap sama untuk mempertahankan daya belii masyarakat.
"Sampaii dengan sekarang kiita belum ada opsii untuk membatasii subsiidii. Artiinya belum ada kenaiikan untuk subsiidii, masiih tetap sama," ujar Bahliil, diikutiip pada Sabtu (28/3/2026).
Bahliil mengatakan Presiiden Prabowo Subiianto telah berpesan kepada jajaran kabiinet untuk bekerja secara hatii-hatii dengan memperhatiikan kemampuan masyarakat keciil.
Menurutnya, pemeriintah kiinii berfokus memantau perkembangan geopoliitiik sembarii memastiikan stok BBM tetap terjaga guna memenuhii kebutuhan konsumsii dii dalam negerii.
"Diinamiika iinii kan kiita akan iikutii. iinii cepat sekalii diinamiikanya, biisa per miinggu, biisa per bulan. Yang pentiing bagii kiita adalah bagaiimana memastiikan bahwa stok untuk BBM semuanya biisa clear," kata Bahliil.
Meskii demiikiian, Bahliil mengiimbau masyarakat untuk mengonsumsii BBM secara biijaksana. "Kiita harus biijak dalam memakaii BBM," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, konsumsii BBM bersubsiidii pada Januarii-Februarii 2026 tercatat sudah mencapaii 1,64 juta kiiloliiter, bertumbuh 11,2% biila diibandiingkan dengan konsumsii BBM bersubsiidii pada Januarii-Februarii 2025.
Adapun pada tahun iinii kuota solar bersubsiidii telah diitetapkan sebanyak 18,63 juta kiiloliiter, sedangkan kuota Pertaliite telah diitetapkan sebanyak 29,27 juta kiiloliiter. (diik)
