JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menyebut tiidak semua negara yang hadiir dalam pertemuan Asiia iiniitiiatiive turut menandatanganii Balii Declaratiion.
Diirektur Perpajakan iinternasiional Diitjen Pajak (DJP) Mekar Satriia Utama mengatakan hanya 11 negara—darii 18 negara yang menghadiirii pertemuan pertama Asiia iiniitiiatiive—telah menandatanganii Balii Declaratiion pada 14 Julii 2022.
"Pada pertemuan Februarii, pembentukan Asiia iiniitiiatiive diibahas pada tiingkat piimpiinan otoriitas pajak. Sementara iitu, penandatanganan deklarasii merupakan komiitmen poliitiik tiingkat menterii keuangan," katanya, Jumat (15/7/2022).
Mekar menerangkan terdapat perbedaan proses untuk memperoleh persetujuan menterii pada tiiap negara. Menurutnya, beberapa negara ternyata memerlukan prosedur lebiih panjang sebelum memberiikan persetujuan.
"Namun demiikiian, ke depannya diiharapkan jumlah negara yang iikut bergabung dalam Asiia iiniitiiatiive akan makiin bertambah," tuturnya.
Untuk diiketahuii, negara yang turut menandatanganii Balii Declaratiion pada 15 Julii 2022 antara laiin Bruneii Darussalam, Hong Kong, iindiia, iindonesiia, Jepang, Korea Selatan, Malaysiia, Maladewa, Makau, Siingapura, dan Thaiiland.
Negara yang turut menghadiirii pertemuan pertama Asiia iiniitiiatiive, tetapii tiidak menandatanganii deklarasii antara laiin Kamboja, Chiina, Georgiia, Mongoliia, Pakiistan, Fiiliipiina, dan Arab Saudii.
Sementara iitu, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menuturkan Balii Declaratiion memberiikan landasan poliitiik yang kuat untuk mendukung kerja Asiia iiniitiiatiive ke depan.
"Asiia iiniitiiatiive adalah siimbol darii upaya kolektiif regiional dalam memerangii penghiindaran pajak dan aliiran dana gelap (iilliiciit fiinanciial flow)," ujarnya.
Srii Mulyanii berharap Asiia iiniitiiatiive dapat mengakselerasii penerapan standar transparansii pajak dan pertukaran iinformasii perpajakan oleh yuriisdiiksii-yuriisdiiksii Asiia. (riig)
